Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di Bandar Lampung
80243pm
Sabtu, 28 Maret
6:01am 12:05 6:06pm

Rabu, 19 Agustus 2026

Rabu, 19 Agustus 2026

 

Identitas 

๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿซ Nama Guru : Luthfah Laela, S.Pd

๐Ÿ—“️ Hari / Tanggal : Rabu, 19 Agustus 2026

๐Ÿซ Fase / Kelas : B / 4 Ummu Kultsum

๐Ÿ“š Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila, Matematika, IPAS

⏱️ Alokasi Waktu : 6 x 35 menit

๐Ÿ” Pertemuan Ke- : -

๐ŸŽฏ Capaian Pembelajaran

1. Pendidikan Pancasila
Pada fase ini, peserta didik mampu mengenali lingkungan tempat tinggalnya (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengenal peran perangkat desa dan kelurahan dalam melayani masyarakat di lingkungannya.
2. Matematika
Peserta didik mampu membaca, menuliskan, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi hitung pada bilangan cacah sampai dengan jutaan, dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
3. IPAS
Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk energi, menjelaskan proses perubahan bentuk energi, serta memberi contoh pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

1. Pendidikan Pancasila — Mengenal Perangkat Desa dan Kelurahan
Peserta didik dapat menyebutkan susunan perangkat desa/kelurahan beserta tugasnya masing-masing.
  • Joyful Menonton video pembelajaran tentang perangkat desa dan kelurahan sambil bertanya jawab santai.
  • Meaningful Mengaitkan tugas perangkat desa dengan pengalaman siswa saat mengurus surat di kelurahan/RT bersama orang tua.
  • Mindful Merefleksikan pentingnya kerja sama dan gotong royong dalam pemerintahan desa sebagai wujud nilai Pancasila.
2. Matematika — Sumatif Bilangan Cacah
Peserta didik dapat menunjukkan pemahamannya terhadap bilangan cacah melalui asesmen sumatif.
  • Mindful Mengerjakan soal sumatif secara mandiri, jujur, dan tenang tanpa terburu-buru.
  • Meaningful Soal dikaitkan dengan konteks nyata, misalnya jumlah uang tabungan atau jumlah penduduk desa.
  • Joyful Sesi pembahasan bersama menggunakan kartu angka sebagai permainan cepat-tepat.
3. IPAS — Mengapa Manusia Mengubah Bentuk Energi
Peserta didik dapat menjelaskan alasan manusia mengubah bentuk energi dan memberi contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Joyful Menonton video animasi perubahan bentuk energi.
  • Meaningful Mengamati alat-alat rumah tangga yang mengubah energi listrik menjadi cahaya, panas, atau gerak.
  • Mindful Merenungkan sikap hemat energi sebagai bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan.

๐Ÿงญ Alur Tujuan Pembelajaran

Pendidikan Pancasila

Mengamati tayangan video interaktif tentang struktur dan susunan organisasi perangkat desa/kelurahan diselingi sesi tanya jawab santai.

Menceritakan kembali pengalaman saat mendampingi orang tua mengurus administrasi/surat di kantor kelurahan atau rumah RT.

Merefleksikan pentingnya sikap gotong royong dan kerja sama perangkat desa sebagai wujud penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

 

2 Matematika

Menjawab soal-soal asesmen sumatif bilangan cacah dengan jujur, tenang, fokus, dan tidak terburu-buru.

Menyelesaikan soal cerita kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (seperti menghitung jumlah uang tabungan atau data jumlah penduduk desa).

Mengikuti kegiatan pembahasan soal bersama melalui permainan kartu angka cepat-tepat secara interaktif.

 

IPAS

Menyaksikan video animasi menarik mengenai konsep dan alasan manusia melakukan perubahan bentuk energi.

Mengidentifikasi dan menganalisis alat-alat di rumah atau sekolah yang memanfaatkan perubahan energi listrik menjadi cahaya, panas, atau gerak.

Mengrefleksikan perilaku bijak dan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk rasa syukur atas sumber daya yang tersedia.

๐Ÿ“– Materi

Pendidikan Pancasila: Mengenal perangkat desa dan kelurahan (kepala desa/lurah, sekretaris desa, kepala dusun, RT/RW, BPD, dan tugas-tugasnya).
Matematika: Bilangan cacah — membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, dan operasi hitung.
IPAS: Proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari (listrik ke cahaya, listrik ke panas, kimia ke gerak, dsb).

๐Ÿงฉ Model dan Metode Pembelajaran

MapelModelMetode
Pendidikan PancasilaProblem Based LearningDiskusi, tanya jawab, penugasan gambar struktur perangkat desa
MatematikaDirect Instruction (Asesmen Sumatif)Latihan soal mandiri, pembahasan klasikal
IPASDiscovery LearningPengamatan, demonstrasi alat, diskusi kelompok

๐Ÿงฐ Media dan Alat Peraga

  • Laptop, proyektor, dan speaker untuk video pembelajaran
  • Bagan/gambar struktur perangkat desa dan kelurahan
  • Senter, baterai, kabel, dan bola lampu kecil (demonstrasi energi listrik)
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk 3 mapel
  • Papan tulis dan spidol warna-warni

๐ŸŒ™ Pendahuluan: Apersepsi Keimanan

Sebelum belajar, mari kita renungkan kebesaran Allah Swt. Allah adalah Al-Khaliq (Maha Mencipta) yang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial yang perlu diatur dalam pemerintahan seperti desa dan kelurahan. 

ูˆَู„َูˆْ ุฃَู†َّ ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ْู‚ُุฑَู‰ٰ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุงุชَّู‚َูˆْุง ู„َูَุชَุญْู†َุง ุนَู„َูŠْู‡ِู… ุจَุฑَูƒَุงุชٍ ู…ِّู†َ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูˆَู„َٰูƒِู† ูƒَุฐَّุจُูˆุง ูَุฃَุฎَุฐْู†َุงู‡ُู… ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَูƒْุณِุจُูˆู†َ

Allah juga Al-Hafizh (Maha Memelihara) alam semesta beserta segala sumber energinya seperti matahari, angin, dan air yang dapat diubah manusia menjadi berbagai bentuk energi. Dan Allah adalah Ar-Razzaq (Maha Memberi Rezeki) yang menyediakan sumber daya alam sehingga manusia dapat hidup berkecukupan bila mengelolanya dengan bijak, termasuk melalui aturan bilangan dalam pengelolaan harta dan zakat.

๐ŸŒŸ Pertanyaan Pemantik:

  • Mengapa Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang membutuhkan pemimpin dan aturan di lingkungan desa/kelurahan?
  • Bagaimana caramu bersyukur atas energi (listrik, panas, cahaya) yang Allah sediakan setiap hari melalui alam?

๐Ÿ” Pembukaan: Review Materi Sebelumnya

Pretes (2 soal):
  1. Sebutkan salah satu contoh sikap yang mencerminkan sila kedua Pancasila dalam kehidupan di sekolah!
  2. Tuliskan satu contoh bilangan cacah yang terdiri dari 4 angka!

๐ŸŽฌ Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

1. Pendidikan Pancasila 

Desa dan Kelurahan

Desa: Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, atau hak tradisional yang diakui dalam sistem pemerintahan NKRI.

Kelurahan: Pembagian wilayah administratif di bawah kecamatan yang dipimpin oleh seorang lurah sebagai perangkat daerah kabupaten/kota, dan tidak memiliki otonomi asli.

 Perbedaan Desa dan Kelurahan

No

Pembeda

Pemerintahan Desa

Pemerintahan Kelurahan

1

Pimpinan

Kepala Desa (Kades)

Lurah

2

Status Pimpinan

Dipilih langsung oleh warga melalui Pilkades (bukan PNS)

Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat oleh bupati/walikota

3

Otonomi

Memiliki hak mengatur rumah tangga sendiri (otonom)

Tidak berotonomi, merupakan perangkat daerah langsung

4

Badan / Dewan

Memiliki Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Terdapat lembaga kemasyarakatan / dewan kelurahan

5

Pertanggungjawaban

Bertanggung jawab kepada masyarakat desa

Bertanggung jawab kepada camat


Struktur dan Perangkat Pemerintahan Desa

 Pemerintahan desa dipimpin oleh Kepala Desa dan dibantu oleh perangkat desa:

Kepala Desa: Memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sekretaris Desa: Membantu kepala desa di bidang administrasi perkantoran, keuangan, dan pelayanan dokumen.

Kepala Urusan (Kaur): Membantu sekretaris desa dalam urusan tata usaha/umum, keuangan, dan perencanaan.

Kepala Seksi (Kasi): Membantu kepala desa sebagai pelaksana kegiatan operasional, seperti Kasi Pemerintahan, Kasi Kesejahteraan, dan Kasi Pelayanan.

Kepala Dusun (Kadus): Membantu kepala desa dalam pelaksanaan tugas di wilayah bagian teritorial desa (dusun).

·         Badan Permusyawaratan Desa (BPD): Lembaga yang menyetujui peraturan desa bersama kepala desa serta menampung aspirasi warga.



2. Matematika


3, IPAS

Manusia mengubah bentuk energi karena energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, dan bentuk energi asal sering kali tidak bisa langsung dipakai. Agar bisa dipakai untuk kebutuhan hidup, bergerak, dan menggerakkan alat, manusia harus mengubahnya ke bentuk lain yang lebih berguna.

Alasan Utama Mengubah Energi

Tidak bisa membuat baru: Manusia hanya bisa mengubah bentuk energi yang sudah ada di alam.

Menyesuaikan alat: Mesin atau alat rumah tangga butuh jenis energi tertentu agar bisa menyala.

Kebutuhan tubuh: Tubuh mengubah energi makanan menjadi tenaga untuk bergerak dan berpikir.

Kemudahan pakai: Energi alam seperti angin atau surya diubah jadi listrik agar mudah disalurkan.


๐Ÿ“ Penutup: Asesmen Formatif

  1. Siapa yang memimpin pemerintahan di tingkat desa?
  2. Sebutkan dua tugas kepala dusun!
  3. Apa perbedaan utama antara desa dan kelurahan?
  4. Tuliskan lambang bilangan dari "dua ratus lima belas ribu tiga ratus" !
  5. Urutkan bilangan berikut dari yang terkecil: 4.520, 4.052, 4.205, 4.025.
  6. Hasil dari 12.450 + 3.780 adalah ...
  7. Apa yang dimaksud dengan perubahan bentuk energi? Berikan satu contoh!
  8. Setrika listrik mengubah energi listrik menjadi energi ...
  9. Mengapa manusia perlu mengubah bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari?
  10. Sebutkan satu sikap hemat energi yang bisa kamu lakukan di rumah!

✅ Kesimpulan

Hari ini siswa belajar bahwa kehidupan bermasyarakat memerlukan pengaturan melalui perangkat desa dan kelurahan yang saling bekerja sama, sebagaimana bilangan cacah membantu kita menghitung dan mengelola berbagai hal di sekitar, serta energi yang Allah sediakan perlu diubah bentuknya secara bijak agar bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Ketiga materi ini mengajarkan siswa untuk bersyukur, bekerja sama, dan berpikir teliti.




Kesimpulan hasil pembelajaran

Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. murid semangat mengikuti KBM. hasil sumatif ke-1 pelajaran matematika, dari 23 siswa yang hadir sebanyak 17 murid sudah memperoleh nilai di atas KKTP (80) sedangkan 5 murid masih perlu melakukan remedial. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar