Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di Bandar Lampung
80243pm
Sabtu, 28 Maret
6:01am 12:05 6:06pm

Rabu, 31 Juli 2024

Kamis, 1 Agustus 2024

 


HARI/TANGGAL                      : KAMIS, 1 AGUSTUS 2024

KEGIATAN PEMBELAJARAN    : P5 ( PROJEK PENGUATAN PROFIL 

                                                   PELAJAR PANCASILA )

TEMA                                        : KEWIRAUSAHAAN

JUDUL                                      : Karya Cipta Sampah Kita

TUJUAN KEGIATAN P5 

 Membentuk karakter Pelajar Pancasila (beriman dan bertaqwa, gotong royong, dan mandiri, dan kreatif) 
Peserta didik dapat mengolah bahan bekas menjadi berdaya guna dan bernilai
 Peserta didik mampu menjalin interaksi sosial yang positif dalam lingkungan sekolah.  
 Peserta didik terbiasa bekerja bersama dalam melakukan kegiatan dengan kelompok (melibatkan dua atau lebih orang)
● Peserta didik berani mencoba, tidak mudah menyerah saat mendapatkan tantangan dan adaptif dalam situasi baru.
 Peserta didik dapat mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiradan/perasaannya  dalabentukarydan  ataTindakasederhansertmengapresiaskarydaTindakayandihasilkan
 Peserta didik berani bertanya untuk memenuhi rasa ingin tahu terhadap diri dan lingkungannya.

Tujuan : Dengan mengangkat tema “kewirausahaan” dan mengacu kepada Profil Pelajar Pancasila, projek penguatan profil pelajar Pancasila ini ditujukan untuk melatih peserta didik melakukan aktivitas yang bermanfaat dari bahan di sekitarnya dan menghasilkan karya yang memiliki nilai jual.

Target Pencapaian Projek Profil: Melalui pengalaman pengelolaan projek profil ini, selain memahami tema “Kewirausahaan” dan mengadopsinya sebagai gaya hidup sehari-hari, peserta didik diharapkan telah mengembangkan tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu kreatif, mandiri, dan bernalar kritis.

Tujuan Pembelajaran :

-Peserta didik dapat menjelaskan cara menangani sampah  sampah organik dan an organik 

- Peserta didik dapat membuat kreasi dari sedotan plastik


Apa kabar anak-anak Bu Guru hari ini? semoga anak sholih sholihah semua selalu dalam keadaan sehat wal’afiyat dan tetap dalam lindungan Allah SWT ya, amiin ....
Tujuan Pembelajaran hari ini adalah peserta didik dapat menjelaskan cara menangani sampah, membuat karya dari sedotan plastik





Hari ini kita akan memanfaatkan sampah sedotan menjadi tempat pensil yang unik.
Sebelumnya yuk kita simak video berikut ini : 

Setelah  menonton video diatas, yuk kita sama-sama membuat Cipta Karya dari  sedotan, selamat mengerjakan.. :)


Alhamdulillah kegiatan P5 hari ini berjalan dengan baik, dan lancar peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan belajar. 

Peserta didik berkolaborasi dengan teman sekelompoknya dalam menyelesaikan tugas LKPD terkait menangani sampah. 

Mereka juga antusias me recycle botol bekas dibuat tempat pena.    

Selasa, 30 Juli 2024

Rabu, 31 Juli 2024

 


Hari/Tanggal                              : Rabu, 31 Juli 2024

Muatan  Pembelajaran              :  

1. Matematika                   Bilangan Cacah sampai 100.000

2. Bahasa Indonesia         : Aku yang Unik

3. Pendidikan Pancasila    : Kronologis Kelahiran Pancasila


Capaian  Pembelajaran Matematika

Elemen Bilangan

Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.

2. CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA

Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.

CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:

1. Elemen Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dalam kata dengan fasih dan indah.. Peserta didik mampu memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu menganalisis informasi dari berbagai tipe teks serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra dari teks visual dan/atau audiovisual. Peserta didik mampu membaca hasil pengamatan.


Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga kalian semua dalam keadaan sehat walaf'iyah ....
    Tujuan pembelajaran hari ini peserta didik dapat  menyusun bilangan ( komposisi) dan menguraikan (dekomposisi) bilangan cacah sampai sampai 100.000, mengenal kalimat majemuk setara, dan menjelaskan kronologi kelahiran pancasila
   
    Matematika


1. Komposisi

Arti komposisi dalam Matematika adalah menyusun.
menyusun bilangan nol sampai dengan bilangan tak terhingga.
Uang Asep

Asep mempunyai uang pecahan sepuluh ribuan sebanyak tiga lembar, seribuan sebanyak delapan lembar, dan seratusan sebanyak enam lembar.

Berdasarkan informasi tersebut, komposisi uang Asep, yaitu:
Puluh ribuan = 3 -> 30.000

Ribuan = 8 -> 8.000

Ratusan = 6 -> 600

Puluhan = 0 -> 0

Satuan = 0 -> 0

2. Dekomposisi

arti dekomposisi dalam matematika adalah mengurai.
mengurai bilangan nol sampai dengan bilangan tak hingga.

Dian memiliki uang pecahan sepuluh ribuan sebanyak 7 lembar, seribuan 55 lembar, dan seratusan sebanyak 15 keping. Dian ingin membeli sepatu seharga Rp65.800,00. Coba uraikan uang 65.800 dengan pecahan uang yang dimiliki dian!

Cara menguraikan uang 65.800 dengan pecahan yang Dian miliki.
Cara 1
Puluh ribuan = 6

Ribuan = 5

Ratusan = 8


Puluhan = 0

Satuan = 0
Cara 2

Puluh ribuan = 4

Ribuan = 25
  • Ratusan = 8
  • Puluhan = 0
  • Satuan = 0

Latihan 

1. Aku adalah suatu bilangan. Aku merupakan jumlah   dari 8 lembar sepuluh ribuan, 6 lembar seribuan, dan 3 Aku adalah suatu bilangan. Aku merupakan jumlah dari 8 lembar sepuluh ribuan, 6 lembar seribuan, dan 3 keping seratusan. Aku adalah. . .

A. 86.300       B. 86.030     

C. 87.300       D. 87.030

 

2. Perhatikanlah gambar berikut ini!

    


Made mempunyai uang pecahan sepuluh ribuan sebanyak 6 lembar, seribuan sebanyak 15 lembar, dan seratusan sebanyak 4 keping. Banyak komposisi uang yang dapat Made lakukan untuk membayar benda di atas yaitu. . .

A. 1        B. 2        C.3  D. 4

 

3. Dinda akan bertamasya bersama guru dan teman-temannya. Ibu Dinda memberikannya uang jajan Rp45.000,00. Sedangkan Ayah Dinda memberikan uang jajan Rp53.000,00. Banyak uang jajan Dinda sekarang yaitu. . .

A. Rp88.000,00                  B. Rp89.000,00

C. Rp98.000,00                   D. Rp99.000,00

 

4. Perhatikanlah gambar berikut!

Windu membawa uang Rp100.000,00. Dia membeli buku seperti gambar di atas. Sisa uang Windu sekarang yaitu. . .

A. Rp20.500,00                  B. Rp21.500,00

C. Rp25.000,00                   D. Rp25.500,00

 

5. Wiguna membawa sebuah dompet. Terdapat uang dua ribuan sebanyak 26 lembar pada dompet tersebut. Banyak uang yang dibawa Wiguna yaitu. . .

A. Rp48.000,00                  B. Rp52.000,00

C. Rp54.000,00                   D. Rp56.000,00




PENDIDIKAN PANCASILA

Rabu (01/06),  kita baru melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila.  Berdasarkan Keppres Nomor 24 Tahun 2016, tanggal 1 Juni merupakan salah satu hari penting dalam kalender bangsa Indonesia. Pasalnya, di tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Pemilihan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada momen sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan/BPUPKI) dalam upaya merumuskan dasar negara Republik Indonesia.  Badan ini menggelar sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei 1945. Dalam sidang tersebut, anggota BPUPKI membahas mengenai dasar-dasar Indonesia merdeka.


Dalam sidang kedua  BPUPKI, Soekarno dalam pidatonya yang bertajuk “Lahirnya Pancasila” berkesempatan menyampaikan gagasannya mengenai konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia tepatnya pada 1 Juni 1945. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan "Lahirnya Pancasila" oleh mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI.

 

Dalam pidatonya Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamai “Pancasila”. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas. Pada saat itu Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa”.



Kesimpulan      

Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik, dan lancar peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan belajar. 

     Dalam pembelajaran mapel Matematika, masih ada peserta didikyang belum memahami komposisi dan dekomposisi bilangan cacah. pada pembelajaran bahasa indonesia masih ada peserta didik yang belum dapat memahami dengan baik kalimat majemuk setara.





Senin, 29 Juli 2024

Selasa, 30 Juli 2024

 


Hari/Tanggal                              : Selasa, 30 Juli 2024

Muatan  Pembelajaran              :  

1. IPAS                              Cahaya dan  Bunyi

2. Bahasa Indonesia         : Aku yang Unik

3. Pend. Pancasila            : Sejarah Kelahiran Pancasila 


Capaian  Pembelajaran IPAS


CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:

1.      Elemen Menyimak

Peserta didik mampu menganalisis informasi dengan mengidentifikasikan ciri objek, urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai tipe teks nonfiksi dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan audio.

2.      Elemen Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dalam kata dengan fasih dan indah.. Peserta didik mampu memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu menganalisis informasi dari berbagai tipe teks serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra dari teks visual dan/atau audiovisual. Peserta didik mampu membaca hasil pengamatan.

3.      Elemen Berbicara dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu memilih kata yang tepat sesuai dengan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

4.      Elemen Menulis

Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi. Peserta didik mampu menuliskan hasil pengamatan yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab akibat) untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik terampil menulis teks dalam tulisan Latin dan tegak bersambung.

CAPAIAN PEMBELAJARAN  PANCASILA

Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.


Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga kalian semua dalam keadaan sehat walaf'iyah ....

    Tujuan pembelajaran hari ini peserta didik dapat mengidentifikasi bagian mata dan fungsinya, melalui kegiatan pengenalan atas kata berimbuhan pe-, peserta didik dapat mengetahui bagaimana membentuk kata sifat dengan penambahan kata berimbuhan pe-, dan 


IPAS
BAGIAN-BAGIAN MATA DAN FUNGSINYA


SOAL LATIHAN 

1. Melindungi mata kita dari benda asing seperti debu atau kotoran merupakan fungsi dari ….

a.bulu mata        b.alis        c.lipatan mata        d.iris

2. .Bagian mata berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata disebut …..

a.pupil            b.iris        c.selaput putih        d.lipatan mata

3. Saat kalian berada di tempat yang terang maka ……. agar cahaya yang masuk dalam mata kalian tidak terlalu banyak.

a.mata akan terpejam                    b.pupil akan membesar

c.pupil akan mengecil                    d.pupil

4. Selaput bening yang melindungi bagian depan mata dan berfungsi seperti jendela mata yaitu tempat masuknya cahaya ke dalam mata disebut ….

a.lensa            b.syaraf mata        c.kornea        d.retina

5. Salah satu cara mata kita tetap basah dan menghindari dari benda masuk dalam mata adalah….

a.memejamkan mata        b.mengucek mata

c.berkedip                        d.membelalakkan mata


Bahasa Indonesia


Fungsi Imbuhan Pe
1. Imbuhan pe- bermakna sebagai pelaku. Contoh :
  • pe + kerja = 
  • pe + makan = 
  • pe + tulis = 
  • pe + ajar = 
  • pe + tonton = 

2. Imbuhan pe- bermakna sebagai pekerjaan atau profesi. Contoh :
  • pe + tani = 
  • pe + lukis = 
  • pe + rawat = 
  • pe + dagang = 
  • pe + minum = 

3. Imbuhan pe- bermakna menyatakan sifat. Contoh :
  • pe + malas = 
  • pe + rusak = 
  • pe + marah = 
  • pe + dusta = 
  • pe + bohong = 

4. Imbuhan pe- bermakna menyatakan alat. Contoh :
  • pe + tajam = penajam
  • pe + timbang = penimbang
  • pe +bersih = pembersih
  • pe + sikat = penyikat
  • pe + pahat = pemahat

Salah satu makna yang terdapat pada imbuhan pe- adalah menyatakan kata sifat.
ImbuhanContoh Kalimat
pe- + lupa → pelupaEgi berjanji akan menulis jadwal agar tidak lagi menjadi anak pelupa.
pe- + maaf → pemaafJangan ragu mengakui perbuatanmu karena ia seorang pemaaf.
pe- + sabar → penyabarIbuku yang penyabar tetap lembut menjawab adikku yang rewel.

Perhatikan bahwa imbuhan pe- akan berubah menjadi pem- atau peny- untuk beberapa kata.
pe- + K + huruf vokal = peng-, 
misal pe- + kuasa = penguasa

pe- + P + huruf vokal = pem-, 
misal pe- + padam = pemadam

pe- + S + huruf vokal = peny-, 
misal pe- + sabar = penyabar

pe- + T + huruf vokal = pen-, 
misal pe- + tulis = penulis


Latihan
Tulislah hasil pembentukan kata setelah mendapat imbuhan pe- dari daftar kata-kata di bawah ini!
Contoh: diam → pendiam 
1. bohong → ...........
2. riang → ............
3. dendam →...........
4. tolong →.............
5. malas → ..............

PENDIDIKAN PANCASILA

PPada tanggal 18 Agustus 1945, disahkan Undang-Undang Dasar 1945 pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), termasuk Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945, termuat isi rumusan Prinsip Dasar Negara yang disebut Pancasila, tepatnya pada alinea IV yang berbunyi sebagai berikut:
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Ayo Menulis
Bacalah dengan saksama bacaan yang berjudul “Peristiwa Lahirnya Pancasila”. Setelah itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
  1. Siapa sajakah tokoh yang mengusulkan calon rumusan dasar negara Indonesia? Moh. Yamin, Dr. Soepomo, Ir. Soekarno
  2. Sejak kapan istilah Pancasila dikenal? Uraikan secara singkat! Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit, yaitu terdapat pada kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca dan Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. Dalam kitab Sutasoma, Pancasila berarti berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima.
  3. Dari bahasa apakah istilah Pancasila? Apakah artinya? Istilah pancasila berasal dari bahasa sansekerta yang berarti berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima.
  4. Apa yang dibahas dalam Sidang Pertama BPUPKI? Pembentukan dasar negara
  5. Apakah isi pidato Ir. Soekarno pada Sidang Pertama BPUPKI? Berpidato tanpa teks menyampaikan usulan dasar negara pada hari terakhir sidang.
  6. Kapan dan pada peristiwa apa rumusan Pancasila disahkan? Pada tanggal 18 Agustus 1945 disahkan Undang-Undang Dasar 19 Dasar 1945 pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Termasuk Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 termuat isi rumusan Lima Prinsip Dasar Negara yang disebut Pancasila, tepatnya di Alinea ke IV.

Berdasarkan jawabanmu tersebut, buatlah cerita lahirnya Pancasila. Bacakan hasilnya di depan guru dan teman-temanmu!
Istilah Pancasila berasal dari bahasa sansekerta yang berarti berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit, yaitu terdapat pada kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca dan Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular.

Dalam Sidang Pertama BPUPKI dibahas mengenai pembentukan dasar negara. Tiga orang tokoh yaitu Moh. Yamin, Dr. Soepomo, Ir. Soekarno menyampaikan usul dasar negara. Ir. Soekarno pada Sidang Pertama BPUPKI  berpidato tanpa teks menyampaikan usulan dasar negara.

Pada tanggal 18 Agustus 1945 disahkan Undang-Undang Dasar 19 Dasar 1945 pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Termasuk Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 termuat isi rumusan Lima Prinsip Dasar Negara yang disebut Pancasila, tepatnya di Alinea ke IV.


Kesimpulan      

   Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik, dan lancar peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan belajar. 

     Dalam pembelajaran mapel IPAS sebagian besar peserta didik sudah dapat memahami tentang bagian-bagian mata, namun masih ada peserta didik yang kesulitan memahami fungsinya. pada pembelajaran bahasa indonesia sebagian besar pesaeerta didik sudah dapat memahami membuat kata berimbuhan pe.