KEGIATAN PEMBELAJARAN : P5 ( PROJEK PENGUATAN PROFIL
PELAJAR PANCASILA )
TEMA : KEWIRAUSAHAAN
JUDUL : Karya Cipta Sampah Kita
TUJUAN KEGIATAN P5
● Membentuk karakter Pelajar Pancasila (beriman dan bertaqwa, gotong royong, dan mandiri, dan kreatif)
Peserta didikdapatmengolah bahan bekas menjadi berdaya guna dan bernilai
● Peserta didik mampu menjalin interaksi sosial yang positif dalam lingkungan sekolah.
●Peserta didik terbiasabekerjabersamadalam melakukan kegiatan dengan kelompok (melibatkanduaataulebihorang)
● Peserta didikberanimencoba, tidak mudah menyerah saat mendapatkan tantangan dan adaptif dalam situasi baru.
● Peserta didik dapat mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/perasaannya dalam bentuk karya dan atau Tindakan sederhana serta mengapresiasi karya dan Tindakan yang dihasilkan
Tujuan : Dengan mengangkat tema “kewirausahaan” dan mengacu kepada Profil Pelajar Pancasila, projek penguatan profil pelajar Pancasila ini ditujukan untuk melatih peserta didik melakukan aktivitas yang bermanfaat dari bahan di sekitarnya dan menghasilkan karya yang memiliki nilai jual.
Target Pencapaian Projek Profil: Melalui pengalaman pengelolaan projek profil ini, selain memahami tema “Kewirausahaan” dan mengadopsinya sebagai gaya hidup sehari-hari, peserta didik diharapkan telah mengembangkan tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu kreatif, mandiri, dan bernalar kritis.
Tujuan Pembelajaran :
-Peserta didik dapat menjelaskan cara menangani sampah sampah organik dan an organik
- Peserta didik dapat membuat kreasi dari sedotan plastik
Apa kabar anak-anak Bu Guru hari ini? semoga anak sholih sholihah semua selalu dalam keadaan sehat wal’afiyat dan tetap dalam lindungan Allah SWT ya, amiin ....
Tujuan Pembelajaran hari ini adalah peserta didik dapat menjelaskan cara menangani sampah, membuat karya dari sedotan plastik
Hari ini kita akan memanfaatkan sampah sedotan menjadi tempat pensil yang unik. Sebelumnya yuk kita simak video berikut ini :
Setelah menonton video diatas, yuk kita sama-sama membuat Cipta Karya dari sedotan, selamat mengerjakan.. :)
Alhamdulillah kegiatan P5 hari ini berjalan dengan baik, dan lancar peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan belajar.
Peserta didik berkolaborasi dengan teman sekelompoknya dalam menyelesaikan tugas LKPD terkait menangani sampah.
Mereka juga antusias me recycle botol bekas dibuat tempat pena.
3. Pendidikan Pancasila: Kronologis Kelahiran Pancasila
Capaian Pembelajaran Matematika
Elemen Bilangan
Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.
2.CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.
CAPAIANPEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:
1.Elemen Membacadan Memirsa
Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dalam kata dengan fasih dan indah.. Peserta didik mampu memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu menganalisis informasi dari berbagai tipe teks serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra dari teks visual dan/atau audiovisual. Peserta didik mampu membaca hasil pengamatan.
Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga kalian semua dalam keadaan sehat walaf'iyah ....
Tujuan pembelajaran hari ini peserta didik dapat menyusun bilangan ( komposisi) dan menguraikan (dekomposisi) bilangan cacah sampai sampai 100.000, mengenal kalimat majemuk setara, dan menjelaskan kronologi kelahiran pancasila
Matematika
1. Komposisi
Arti komposisi dalam Matematika adalah menyusun.
menyusun bilangan nol sampai dengan bilangan tak terhingga.
Uang Asep
Asep mempunyai uang pecahan sepuluh ribuan sebanyak tiga lembar, seribuan sebanyak delapan lembar, dan seratusan sebanyak enam lembar.
Berdasarkan informasi tersebut, komposisi uang Asep, yaitu:
Puluh ribuan = 3 -> 30.000
Ribuan = 8 -> 8.000
Ratusan = 6 -> 600
Puluhan = 0 -> 0
Satuan = 0 -> 0
2. Dekomposisi
arti dekomposisi dalam matematika adalah mengurai.
mengurai bilangan nol sampai dengan bilangan tak hingga.
Dian memiliki uang pecahan sepuluh ribuan sebanyak 7 lembar, seribuan 55 lembar, dan seratusan sebanyak 15 keping. Dian ingin membeli sepatu seharga Rp65.800,00. Coba uraikan uang 65.800 dengan pecahan uang yang dimiliki dian!
Cara menguraikan uang 65.800 dengan pecahan yang Dian miliki.
Cara 1
Puluh ribuan = 6
Ribuan = 5
Ratusan = 8
Puluhan = 0
Satuan = 0
Cara 2
Puluh ribuan = 4
Ribuan = 25
Ratusan = 8
Puluhan = 0
Satuan = 0
Latihan
1. Aku adalah
suatu bilangan. Aku merupakan jumlah dari
8 lembar sepuluh ribuan, 6 lembar seribuan, dan 3 Aku adalah suatu bilangan.
Aku merupakan jumlah dari 8 lembar sepuluh ribuan, 6 lembar seribuan, dan 3
keping seratusan. Aku adalah. . .
A. 86.300B.
86.030
C. 87.300 D. 87.030
2. Perhatikanlah gambar berikut
ini!
Made mempunyai
uang pecahan sepuluh ribuan sebanyak 6 lembar, seribuan sebanyak 15 lembar, dan
seratusan sebanyak 4 keping. Banyak komposisi uang yang dapat Made lakukan
untuk membayar benda di atas yaitu. . .
A. 1B. 2 C.3D. 4
3. Dinda akan
bertamasya bersama guru dan teman-temannya. Ibu Dinda memberikannya uang jajan
Rp45.000,00. Sedangkan Ayah Dinda memberikan uang jajan Rp53.000,00. Banyak
uang jajan Dinda sekarang yaitu. . .
A. Rp88.000,00B. Rp89.000,00
C. Rp98.000,00D. Rp99.000,00
4. Perhatikanlah
gambar berikut!
Windu membawa
uang Rp100.000,00. Dia membeli buku seperti gambar di atas. Sisa uang Windu
sekarang yaitu. . .
A. Rp20.500,00B. Rp21.500,00
C. Rp25.000,00D. Rp25.500,00
5. Wiguna
membawa sebuah dompet. Terdapat uang dua ribuan sebanyak 26 lembar pada dompet
tersebut. Banyak uang yang dibawa Wiguna yaitu. . .
A. Rp48.000,00B. Rp52.000,00
C. Rp54.000,00D. Rp56.000,00
PENDIDIKAN PANCASILA
Rabu (01/06), kita baru melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila. Berdasarkan Keppres Nomor 24 Tahun 2016, tanggal 1 Juni merupakan salah satu hari penting dalam kalender bangsa Indonesia. Pasalnya, di tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Pemilihan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada momen sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan/BPUPKI) dalam upaya merumuskan dasar negara Republik Indonesia.Badan ini menggelar sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei 1945. Dalam sidang tersebut, anggota BPUPKI membahas mengenai dasar-dasar Indonesia merdeka.
Dalam sidang kedua BPUPKI, Soekarno dalam pidatonya yang bertajuk “Lahirnya Pancasila” berkesempatan menyampaikan gagasannya mengenai konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia tepatnya pada 1 Juni 1945. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan "Lahirnya Pancasila" oleh mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningratdalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI.
Dalam pidatonya Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamai “Pancasila”. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas. Pada saat itu Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa”.
Kesimpulan
Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik, dan lancar peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan belajar.
Dalam pembelajaran mapel Matematika, masih ada peserta didikyang belum memahami komposisi dan dekomposisi bilangan cacah. pada pembelajaran bahasa indonesia masih ada peserta didik yang belum dapat memahami dengan baik kalimat majemuk setara.
Peserta didik mampu menganalisis informasi dengan mengidentifikasikan ciri objek, urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai tipe teks nonfiksi dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan audio.
2.Elemen Membacadan Memirsa
Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dalam kata dengan fasih dan indah.. Peserta didik mampu memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu menganalisis informasi dari berbagai tipe teks serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra dari teks visual dan/atau audiovisual. Peserta didik mampu membaca hasil pengamatan.
3.Elemen Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu memilih kata yang tepat sesuai dengan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.
4.Elemen Menulis
Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi. Peserta didik mampu menuliskan hasil pengamatan yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab akibat) untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik terampil menulis teks dalam tulisan Latin dan tegak bersambung.
CAPAIAN PEMBELAJARAN PANCASILA
Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.
Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga kalian semua dalam keadaan sehat walaf'iyah ....
Tujuan pembelajaran hari ini peserta didik dapat mengidentifikasi bagian mata dan fungsinya, melalui kegiatan pengenalan atas kata berimbuhan pe-, peserta didik dapat mengetahui bagaimana membentuk kata sifat dengan penambahan kata berimbuhan pe-, dan
IPAS
BAGIAN-BAGIAN MATA DAN FUNGSINYA
SOAL LATIHAN
1. Melindungi mata kita dari benda asing seperti debu atau
kotoran merupakan fungsi dari ….
a.bulu matab.alisc.lipatan matad.iris
2. .Bagian mata berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang
masuk ke mata disebut …..
a.pupilb.irisc.selaput putihd.lipatan mata
3. Saat kalian berada di tempat yang terang maka ……. agar
cahaya yang masuk dalam mata kalian tidak terlalu banyak.
a.mata akan terpejamb.pupil akan membesar
c.pupil akan mengecild.pupil
4. Selaput bening yang melindungi bagian depan mata dan
berfungsi seperti jendela mata yaitu tempat masuknya cahaya ke dalam mata
disebut ….
a.lensab.syaraf matac.kornead.retina
5. Salah satu cara mata kita tetap basah dan menghindari dari
benda masuk dalam mata adalah….
a.memejamkan matab.mengucek mata
c.berkedipd.membelalakkan mata
Bahasa Indonesia
Fungsi Imbuhan Pe
1. Imbuhan pe- bermakna sebagai pelaku. Contoh :
pe + kerja =
pe + makan =
pe + tulis =
pe + ajar =
pe + tonton =
2. Imbuhan pe- bermakna sebagai pekerjaan atau profesi. Contoh :
pe + tani =
pe + lukis =
pe + rawat =
pe + dagang =
pe + minum =
3. Imbuhan pe- bermakna menyatakan sifat. Contoh :
pe + malas =
pe + rusak =
pe + marah =
pe + dusta =
pe + bohong =
4. Imbuhan pe- bermakna menyatakan alat. Contoh :
pe + tajam = penajam
pe + timbang = penimbang
pe +bersih = pembersih
pe + sikat = penyikat
pe + pahat = pemahat
Salah satu makna yang terdapat pada imbuhan pe- adalah menyatakan kata sifat.
Imbuhan
Contoh Kalimat
pe- + lupa → pelupa
Egi berjanji akan menulis jadwal agar tidak lagi menjadi anak pelupa.
pe- + maaf → pemaaf
Jangan ragu mengakui perbuatanmu karena ia seorang pemaaf.
pe- + sabar → penyabar
Ibuku yang penyabar tetap lembut menjawab adikku yang rewel.
Perhatikan bahwa imbuhan pe- akan berubah menjadi pem- atau peny- untuk beberapa kata.
pe- + K + huruf vokal = peng-,
misal pe- + kuasa = penguasa
pe- + P + huruf vokal = pem-,
misal pe- + padam = pemadam
pe- + S + huruf vokal = peny-,
misal pe- + sabar = penyabar
pe- + T + huruf vokal = pen-,
misal pe- + tulis = penulis
Latihan
Tulislah hasil pembentukan kata setelah mendapat imbuhan pe- dari daftar kata-kata di bawah ini!
Contoh: diam → pendiam
1. bohong → ...........
2. riang → ............
3. dendam →...........
4. tolong →.............
5. malas → ..............
PENDIDIKAN PANCASILA
PPada tanggal 18 Agustus 1945, disahkan Undang-Undang Dasar 1945 pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), termasuk Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945, termuat isi rumusan Prinsip Dasar Negara yang disebut Pancasila, tepatnya pada alinea IV yang berbunyi sebagai berikut:
Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Ayo Menulis Bacalah dengan saksama bacaan yang berjudul “Peristiwa Lahirnya Pancasila”. Setelah itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
Siapa sajakah tokoh yang mengusulkan calon rumusan dasar negara Indonesia? Moh. Yamin, Dr. Soepomo, Ir. Soekarno
Sejak kapan istilah Pancasila dikenal? Uraikan secara singkat! Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit, yaitu terdapat pada kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca dan Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. Dalam kitab Sutasoma, Pancasila berarti berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima.
Dari bahasa apakah istilah Pancasila? Apakah artinya? Istilah pancasila berasal dari bahasa sansekerta yang berarti berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima.
Apa yang dibahas dalam Sidang Pertama BPUPKI? Pembentukan dasar negara
Apakah isi pidato Ir. Soekarno pada Sidang Pertama BPUPKI? Berpidato tanpa teks menyampaikan usulan dasar negara pada hari terakhir sidang.
Kapan dan pada peristiwa apa rumusan Pancasila disahkan? Pada tanggal 18 Agustus 1945 disahkan Undang-Undang Dasar 19 Dasar 1945 pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Termasuk Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 termuat isi rumusan Lima Prinsip Dasar Negara yang disebut Pancasila, tepatnya di Alinea ke IV.
Berdasarkan jawabanmu tersebut, buatlah cerita lahirnya Pancasila. Bacakan hasilnya di depan guru dan teman-temanmu!
Istilah Pancasila berasal dari bahasa sansekerta yang berarti berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit, yaitu terdapat pada kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca dan Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular.
Dalam Sidang Pertama BPUPKI dibahas mengenai pembentukan dasar negara. Tiga orang tokoh yaitu Moh. Yamin, Dr. Soepomo, Ir. Soekarno menyampaikan usul dasar negara. Ir. Soekarno pada Sidang Pertama BPUPKI berpidato tanpa teks menyampaikan usulan dasar negara.
Pada tanggal 18 Agustus 1945 disahkan Undang-Undang Dasar 19 Dasar 1945 pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Termasuk Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 termuat isi rumusan Lima Prinsip Dasar Negara yang disebut Pancasila, tepatnya di Alinea ke IV.
Kesimpulan
Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik, dan lancar peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan belajar.
Dalam pembelajaran mapel IPAS sebagian besar peserta didik sudah dapat memahami tentang bagian-bagian mata, namun masih ada peserta didik yang kesulitan memahami fungsinya. pada pembelajaran bahasa indonesia sebagian besar pesaeerta didik sudah dapat memahami membuat kata berimbuhan pe.