Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di Bandar Lampung
80243pm
Sabtu, 28 Maret
6:01am 12:05 6:06pm

Minggu, 19 Juli 2026

Senin, 20 Juli 2026

 

Guru Kelas                      : Ibu Luthfah Laela, S. Pd

Muatan Pembelajaran :
1. Matematika              : Bilangan Cacah
2. Bahasa Indonesia       : Aku Tumbuh Besar
3. Seni Rupa                    : Unsur Seni Rupa
Hari/Tanggal                : Senin, 20 Juli 2026 
Kelas                                : 4 Ummu Kultsum  


Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....
    Anak-anak tujuan pembelajaran hari ini peserta didik dapat Membaca, menulis bilangan sampai 10.000, Memahami teks narasi serta menentukan tokoh, peristiwa, dan pesan cerita, dan Mengenal Unsur-Unsur Rupa pada Lingkungan Sosial dan Fisik.

        1. Matematika
      
Membaca, menulis bilangan sampai 10.000

    Bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang tidak negatif, dimulai dari angka nol \((\{0, 1, 2, 3, \dots\})\). Bilangan cacah sampai 10.000 terdiri dari susunan angka dengan nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan
        
     1. Membaca dan Menulis Bilangan
Dalam menulis dan membaca bilangan hingga 10.000, digunakan tanda titik (.) sebagai pemisah ribuan. 
  • 1.250 dibaca "seribu dua ratus lima puluh"
  • 4.875 dibaca "empat ribu delapan ratus tujuh puluh lima"
  • 9.632 dibaca "sembilan ribu enam ratus tiga puluh dua"
  • 10.000 dibaca "sepuluh ribu" 

  •      Kuis Membaca dan Menulis Bilangan Cacah (Sampai 10.000)
        Kuis Membaca dan Menulis Bilangan Cacah (Sampai 10.000)Interactive view
        1.Lambang bilangan dari "Empat ribu lima ratus dua puluh" adalah...
         A) 4.052            B) 4.502            C) 4.520            D) 4.522  

        2. Nama bilangan dari 3.705 adalah...
        A) Tiga ribu tujuh ratus lima
        B) Tiga ribu tujuh puluh lima
        C) Tiga ribu tujuh ratus lima puluh
        D) Tiga ratus tujuh puluh lima
        
        3.Pada bilangan 8.421, angka 8 menempati nilai tempat...
        A) Satuan           B) Puluhan        C) Ratusan       D) Ribuan

        4.Di antara bilangan berikut, manakah yang nilainya paling kecil?
        A) 5.210              B) 5.012             C) 5.102            D) 5.201

        5.Pak Budi memanen 2.045 buah mangga. Penulisan yang benar untuk bilangan tersebut dibaca...
         A) Dua ribu empat ratus lima
         B) Dua ribu empat puluh lima
         C) Dua puluh ribu empat puluh lima
         D) Dua ribu empat ratus lima puluh
        

         2. Bahasa Indonesia 
            

    menentukan tokoh, peristiwa, dan pesan cerita

    1. Tokoh Cerita
          Sebuah cerita fiksi dibangun oleh beberapa unsur utama. Ketiganya meliputi tokoh (pelaku cerita), peristiwa (rangkaian kejadian dalam alur), serta pesan atau amanat (pelajaran moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca)
          
    Tokoh (Pelaku Cerita)Tokoh adalah individu yang mengalami peristiwa dalam cerita. Berdasarkan perannya, tokoh dibagi menjadi dua:
    Tokoh Utama: Tokoh yang paling banyak diceritakan dan selalu hadir di setiap bagian cerita.
    Tokoh Pembantu: Tokoh yang mendukung jalan cerita dan muncul sesekali untuk membantu tokoh utama.
    Berdasarkan sifatnya, tokoh juga dikelompokkan menjadi:
    Tokoh Protagonis: Tokoh yang berwatak baik dan biasanya menjadi idola pembaca.
    Tokoh Antagonis: Tokoh yang berwatak buruk, penentang, atau sering disebut tokoh jahat.
    Tokoh Tritagonis: Tokoh penengah yang biasanya bersifat netral dan membantu menyelesaikan masalah
    2. Peristiwa (Alur Cerita)
    Peristiwa adalah rangkaian kejadian yang dialami oleh tokoh secara berurutan berdasarkan waktu dan sebab-akibat. Rangkaian peristiwa ini biasanya membentuk alur cerita yang terdiri dari:
    • Pengenalan: Awal cerita yang mengenalkan tokoh dan latar (tempat dan waktu).
    • Konflik: Munculnya masalah atau rintangan yang harus dihadapi oleh tokoh.
    • Penyelesaian: Bagian di mana masalah atau konflik dalam cerita mulai terpecahkan.
    3. Pesan atau Amanat Cerita
    Pesan (amanat) adalah nasihat, pelajaran moral, atau nilai kebaikan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. Pesan ini bisa ditemukan di akhir cerita dengan melihat bagaimana tokoh utama menyelesaikan masalah atau dari akibat perbuatan tokoh jahat.
    Contoh: Jika ada cerita tentang seekor semut yang menolong belalang yang sedang kesulitan, pesan yang bisa kita ambil adalah kita harus saling tolong-menolong tanpa membeda-bedakan.
    Bacalah Teks Cerita berikut dengan saksama!
    Kue Bolu dan Persahabatan
    Di sebuah desa yang damai, hiduplah seorang anak bernama Bayu. Bayu dikenal sebagai anak yang sangat rajin dan suka membantu ibunya membuat kue bolu untuk dijual ke pasar. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Bayu selalu mengantarkan kue-kue tersebut ke warung-warung dengan ceria.
    Suatu hari, datanglah seorang anak baru bernama Riko. Riko merasa iri melihat Bayu yang disukai oleh banyak orang di desa. Saat Bayu sedang menaruh sekeranjang kue bolunya di meja warung Pak Joko, Riko diam-diam mendekati meja tersebut. Ketika Pak Joko sedang sibuk di dalam warung, Riko menyenggol keranjang kue itu hingga jatuh ke tanah dan kotor. Riko kemudian langsung berlari bersembunyi di balik pohon sambil tertawa puas.
    Saat Bayu kembali, ia sangat terkejut dan sedih melihat semua kue buatannya hancur berantakan. Pak Joko yang mendengar keributan segera keluar. Beruntung, Pak Joko sempat melihat Riko berlari tadi. Pak Joko lalu memanggil Riko dan memintanya jujur. Riko akhirnya tertangkap basah dan tidak bisa mengelak lagi.
    Melihat Riko yang ketakutan akan dimarahi, Bayu justru tersenyum tenang. Ia memaafkan Riko dan membantunya berdiri. Bayu bahkan membagikan satu-satunya kue yang tersisa di tasnya yang masih bersih kepada Riko. Riko merasa sangat malu dan menyesal atas perbuatan buruknya. Sejak hari itu, Riko berjanji tidak akan nakal lagi dan mereka berdua pun menjadi sahabat baik.

    Kuis Bahasa Indonesia
    Soal 1 
    Siapakah tokoh protagonis (tokoh baik) utama dalam cerita di atas?
    • A. Pak Joko
    • B. Riko
    • C. Bayu 
    • D. Ibu Bayu
    Soal 2 
    Siapakah tokoh antagonis (tokoh yang menentang atau berbuat buruk) dalam cerita tersebut?
    • A. Bayu
    • B. Riko 
    • C. Pak Joko
    • D. Pedagang pasar
    Soal 3
    Apa masalah utama (konflik) yang terjadi dalam alur cerita di atas?
    • A. Bayu terlambat datang ke sekolah karena membuat kue.
    • B. Pak Joko memarahi Bayu karena kuenya tidak enak.
    • C. Riko dengan sengaja menyenggol keranjang kue Bayu hingga jatuh dan kotor. 
    • D. Ibu Bayu lupa membuat kue bolu di pagi hari.
    Soal 4
    Bagaimana akhir atau penyelesaian dari alur cerita tersebut?
    • A. Riko dihukum oleh Pak Joko untuk membayar ganti rugi.
    • B. Bayu memaafkan Riko, memberikan kue yang tersisa, dan mereka akhirnya bersahabat. 
    • C. Bayu menangis dan pulang ke rumah tanpa membawa uang.
    • D. Riko berlari pulang dan tidak pernah kembali lagi ke desa.
    Soal 5 
    Apa pesan moral (amanat) yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita di atas?
    • A. Kita tidak boleh berjualan kue bolu di warung orang lain.
    • B. Jika barang kita dirusak, kita harus membalasnya dengan lebih kejam.
    • C. Kita harus menjauhi sifat iri hati, berani mengakui kesalahan, dan menjadi orang yang pemaaf. 
    • D. Jangan pernah berteman dengan anak baru di desa.

    3. Seni Rupa 
    Mengenal Unsur-Unsur Rupa pada Lingkungan Sosial dan Fisik.



            Unsur rupa adalah elemen dasar yang membentuk visual suatu objek di lingkungan fisik maupun sosial. Dalam konteks ruang dan sosial, unsur-unsur seperti garis, warna, dan tekstur digunakan untuk menyampaikan pesan, menciptakan suasana emosional, mengatur tata letak, dan membangun identitas sebuah komunitas.


    Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan.
    Jangan lupa sholat lima waktu dan istiqomh tadarrus dan murojaah surah-surah pendek 
    Tetap semangat belajar untuk meraih cita-cita

    Mari kita tutup kegiatan belajar hari ini dengan membaca hamdalah  
        



    SEE YOU TOMORROW