Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di Bandar Lampung
80243pm
Sabtu, 28 Maret
6:01am 12:05 6:06pm

Kamis, 20 Agustus 2026

Jumat, 21 Agustus 2026

 

A. Identitas

Nama Guru:Luthfah Laela, S.Pd
Hari / Tanggal:Jumat, 21 Agustus 2026
Fase / Kelas:B / 4 Ummu Kultsum
Mata Pelajaran:IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)
Pertemuan Ke:

Capaian Pembelajaran (CP)

Mengacu pada Capaian Pembelajaran IPAS Fase B jenjang SD/MI Kurikulum Merdeka (elemen Pemahaman IPAS – Pemahaman Sains): peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk energi (panas, cahaya, bunyi, gerak, listrik) dan mengenali perubahan bentuk energi yang terjadi pada benda atau alat yang digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari, serta menerapkan keterampilan proses (mengamati, mempertanyakan dan memprediksi, memproses dan menganalisis data, mengevaluasi, dan mengomunikasikan) melalui pengalaman belajar konkret di lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran

Manusia mengubah bentuk energi. Melalui pembelajaran ini, peserta didik mampu menjelaskan bahwa manusia dapat mengubah satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta memberi contoh alat-alat yang memanfaatkan perubahan bentuk energi tersebut.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

TahapKegiatanCapaian Antara
1Mengaitkan materi dengan kebesaran Allah Swt melalui tadabur ayat tentang matahari sebagai sumber energiSiswa menyadari energi adalah nikmat ciptaan Allah
2Mengingat kembali bentuk-bentuk energi (pretes)Siswa mengingat macam-macam bentuk energi
3Mengamati video pembelajaran & penjelasan guru dengan contoh benda sehari-hariSiswa memahami konsep perubahan bentuk energi
4Diskusi dan permainan identifikasi alat rumah tanggaSiswa dapat mengelompokkan alat berdasarkan perubahan energinya
5Mengerjakan asesmen formatif 5 soalSiswa mampu menjelaskan contoh perubahan bentuk energi secara mandiri

Alokasi Waktu                        : 2 x 35 menit

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning — siswa diajak menemukan sendiri konsep perubahan energi melalui pengamatan video dan benda nyata di sekitar mereka.
Metode: ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi, diskusi kelompok kecil, dan permainan edukatif (games based learning).

Media dan Alat Peraga

  • Video pembelajaran (LCD proyektor / laptop & speaker)
  • Kartu bergambar alat-alat elektronik dan alat rumah tangga
  • Contoh benda nyata: senter, radio kecil/mainan bertenaga baterai, sepeda mini/dinamo sederhana
  • Lembar soal pretes dan asesmen formatif
  • Papan tulis dan spidol warna

B. pendahuluan dan Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim,

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, 

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا

"...dan Kami jadikan pelita yang sangat terang (matahari)." (QS. An-Naba' [78]: 13)

وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ

"Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagi kalian yang terus-menerus beredar (dalam orbitnya)." (QS. Ibrahim [14]: 33)

Subhanallah, Anak Sholeh Sholehah. Allah menciptakan matahari sebagai sumber energi terbesar untuk seluruh makhluk hidup di bumi. Nah, dari energi matahari itulah manusia belajar mengambil, mengolah, dan mengubah bentuk energi agar bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, kita pelajari bersama!

  1. Sebutkan 3 sumber energi yang kamu ketahui!
  2. Apa yang dimaksud dengan energi panas? Berikan satu contohnya.
  3. Sebutkan satu benda di rumahmu yang menghasilkan energi bunyi.
  • Anak-anak, dari mana sebenarnya energi listrik yang menyalakan lampu di rumah kalian berasal mula-mula?
  • Jika Allah tidak menciptakan matahari, kira-kira apa yang akan terjadi pada semua sumber energi di bumi?
  • Bagaimana caranya manusia "mengubah" energi dari matahari, angin, atau air menjadi listrik yang bisa kita pakai?

C. Pembelajaran: 

guru menayangkan video pembelajaran bertema "mengapa manusia mengubah Bentuk Energi". Disarankan mencari video terbaru dari kanal edukasi resmi seperti Rumah Belajar Kemendikbudristek atau kanal YouTube edukasi anak tepercaya, dengan kata kunci pencarian: "perubahan bentuk energi kelas 4 SD". Guru dianjurkan meninjau video terlebih dahulu sebelum ditayangkan agar sesuai dengan capaian pembelajaran.

Penjelasan dengan contoh kehidupan sehari-hari siswa SD:

  • Setrika listrik: energi listrik berubah menjadi energi panas — dipakai Bunda/Ibu untuk merapikan baju seragam sekolah.
  • Kipas angin: energi listrik berubah menjadi energi gerak — membuat ruangan terasa sejuk saat cuaca panas.
  • Radio/speaker: energi listrik berubah menjadi energi bunyi — digunakan untuk mendengarkan murottal atau lagu anak.
  • Senter/lampu belajar: energi listrik (baterai) berubah menjadi energi cahaya — membantu belajar saat lampu mati.
  • Sepeda: energi kimia dari makanan yang kita makan berubah menjadi energi gerak saat mengayuh pedal.
  • Kompor gas: energi kimia dari gas berubah menjadi energi panas — digunakan Ibu memasak makanan kesukaan kita.

Guru mengajak siswa menyebutkan alat-alat lain di rumah masing-masing dan menebak perubahan energi apa yang terjadi di dalamnya, lalu dilanjutkan permainan "Tebak Perubahan Energi" menggunakan kartu bergambar secara berkelompok.

E. Penutup: Asesmen Formatif

1. Ketika kita menyalakan kipas angin, energi listrik berubah menjadi energi ....
2. Setrika yang sedang digunakan Ibu untuk merapikan baju memanfaatkan perubahan energi listrik menjadi energi ....
3. Saat kita mengayuh sepeda, energi dari makanan yang kita makan berubah menjadi energi ....
4. Sebutkan satu contoh alat di rumahmu yang mengubah energi listrik menjadi energi cahaya!
5. Mengapa manusia perlu mengubah bentuk energi agar bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari? Jelaskan dengan bahasamu sendiri.

F. Kesimpulan

Manusia setiap hari memanfaatkan berbagai bentuk energi dengan cara mengubahnya dari satu bentuk ke bentuk lain, misalnya dari energi listrik menjadi energi panas, cahaya, bunyi, atau gerak. Perubahan bentuk energi ini terjadi pada banyak alat rumah tangga yang kita gunakan sehari-hari. Semua sumber energi yang kita nikmati — terutama matahari — adalah bukti bahwa Allah Swt Maha Mencipta, Maha Memelihara, dan Maha Memberi Rezeki kepada seluruh makhluk-Nya, sehingga sudah sepatutnya kita mensyukurinya dengan menggunakan energi secara hemat dan bijak.



Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan.
Jangan lupa sholat lima waktu dan istiqomh tadarrus dan murojaah surah-surah pendek 
Tetap semangat belajar untuk meraih cita-cita
Mari kita tutup kegiatan belajar hari ini dengan membaca hamdalah  

   

 
    
SEE YOU TOMORROW 
   






Rabu, 19 Agustus 2026

kamis, 20 Agustus 2026

 


  Identitas

Nama GuruLuthfah Laela, S.Pd
Hari / TanggalKamis, 20 Agustus 2026
Fase / KelasB / 4 Ummu Kultsum
Mata Pelajaran1. Bahasa Indonesia – Sumatif  
2. Matematika – Perkalian  
3. Seni Rupa – Seni Kriya


🎯 Capaian Pembelajaran

1. Bahasa Indonesia (Fase B)

Peserta didik mampu menyimak, membaca, memirsa, berbicara, dan menulis berbagai jenis teks fiksi maupun nonfiksi sesuai jenjangnya, serta mampu menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan santun dan percaya diri.

2. Matematika (Fase B – Bilangan)

Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman tentang bilangan cacah sampai dengan 100.000, melakukan operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian), serta menggunakannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

3. Seni Rupa (Fase B – Seni Kriya)

Peserta didik mampu mengeksplorasi dan menggunakan bahan, alat, serta teknik dalam berkarya seni rupa, termasuk memanfaatkan bahan di sekitar (limbah/daur ulang) menjadi karya seni kriya yang bernilai guna dan estetis, serta mampu mengapresiasi karya sendiri maupun karya orang lain.

🎯 Tujuan Pembelajaran

  1. Bahasa Indonesia: Peserta didik mampu mengerjakan Ulangan Harian/Sumatif secara mandiri dan jujur untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari.
  2. Matematika: Peserta didik mampu melakukan dan menyelesaikan masalah operasi perkalian bilangan cacah dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Seni Rupa: Peserta didik mampu membuat satu karya seni kerajinan (seni kriya) dengan memanfaatkan sampah plastik.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Peserta didik menyiapkan diri secara mental untuk mengerjakan Ulangan Harian/Sumatif Bahasa Indonesia, lalu mengerjakannya secara mandiri.
  2. Peserta didik mengingat kembali materi perkalian dan seni kriya dari pertemuan sebelumnya melalui 2 soal pretes.
  3. Peserta didik mengamati video pembelajaran tentang perkalian bilangan cacah, lalu memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang melalui contoh konkret.
  4. Peserta didik berlatih menyelesaikan soal perkalian, termasuk soal cerita sehari-hari, secara individu dan kelompok.
  5. Peserta didik mengamati video tutorial seni kriya dari sampah plastik, memahami tahapan dan teknik pembuatannya.
  6. Peserta didik mempraktikkan langsung pembuatan karya seni kriya dari sampah plastik yang telah dibawa dari rumah.
  7. Peserta didik mempresentasikan hasil karyanya secara singkat di depan kelas.
  8. Peserta didik mengerjakan asesmen formatif yang mencakup ketiga mata pelajaran.

⏱️ Alokasi Waktu        : 6 x 35 menit, 

🧩 Model dan Metode Pembelajaran

  • Bahasa Indonesia: Model Penilaian Langsung – metode tes tertulis individu (sumatif).
  • Matematika: Model Problem Based Learning (PBL) – metode demonstrasi, diskusi kelompok, tanya jawab, dan latihan soal.
  • Seni Rupa: Model Project Based Learning (PjBL) – metode demonstrasi, praktik langsung seni kriya, dan presentasi karya.

🎒 Media dan Alat Peraga

  • Laptop, proyektor, dan speaker untuk memutar video pembelajaran
  • Lembar soal Ulangan Harian/Sumatif Bahasa Indonesia
  • Kelereng/sedotan/kartu angka sebagai alat peraga konsep perkalian
  • Papan tulis dan spidol
  • Sampah plastik bersih (botol bekas, tutup botol, sedotan, kantong plastik)
  • Gunting, lem, tali/pita (dengan pengawasan guru)
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

🌙 Apersepsi

                                      

Anak-anak, hari ini kita akan belajar sambil mengingat tiga kebesaran Allah Swt.: Allah Maha Mencipta, Maha Memelihara, dan Maha Memberi Rezeki.

Maha Mencipta – Allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini secara berpasangan dan teratur, termasuk keteraturan bilangan yang kita pelajari dalam Matematika.

"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)." (QS. Az-Zariyat: 49)وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ - ٤٩

Arab-latin: wa ming kulli syai`in khalaqnā zaujaini la'allakum tadzakkarụn
Artinya: "Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)." (QS. Az Zariyat: 49).

Maha Memelihara – Allah memelihara bumi beserta seluruh isinya, termasuk menjaga keseimbangan alam agar barang-barang di sekitar kita, seperti plastik, tidak menumpuk merusak lingkungan bila kita ikut mengolahnya kembali.

"Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik." (QS. Al-A'raf: 56)

Maha Memberi Rezeki – Allah memberi kita akal untuk mengolah apa yang ada di bumi, termasuk mengubah barang bekas menjadi karya seni kriya yang bermanfaat dan bernilai.

"...dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya." (QS. Al-Jatsiyah: 13)

Pertanyaan pemantik:

  • Coba perhatikan sekelilingmu, benda apa saja yang polanya berulang seperti perkalian yang akan kita pelajari?
  • Menurutmu, mengapa Allah melarang kita merusak bumi, termasuk membuang sampah plastik sembarangan?
  • Bagaimana caramu mensyukuri nikmat akal yang Allah berikan, misalnya dengan mengubah sampah plastik menjadi karya seni kriya yang berguna?

🔄 Pendahuluan – Review Materi Sebelumnya

Sebelum masuk ke materi baru, peserta didik mengerjakan 2 soal pretes berikut secara lisan/tertulis:

  1. Ubahlah perkalian 3 x 4 menjadi bentuk penjumlahan berulang!
  2. Sebutkan satu contoh benda dari sampah plastik yang bisa dijadikan kerajinan!

🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Bahasa Indonesia 



Matematika – Perkalian Bilangan Cacah

Perkalian adalah penjumlahan berulang. Contoh sehari-hari: Ani membeli 4 bungkus permen, setiap bungkus berisi 5 permen. Berapa permen yang dimiliki Ani? 
Caranya: 4 x 5 = 5 + 5 + 5 + 5 = 20 permen.
  • Cerita: "Ibu membeli 3 kantong plastik. Di dalam setiap plastik, ada 5 buah apel. Berapa jumlah semua apel yang dibeli Ibu?"
  • perwakilan siswa maju ke depan untuk menggambar 3 kantong dan mengisi masing-masing kantong dengan 5 buah apel.
  • Langkah 1: Penjumlahan Berulang
    (5+5+5=15)
  • Langkah 2: Mengenalkan Konsep Wadah (\times ) Isi
    Jelaskan rumus utama perkalian kepada siswa:
  • 3 x 5 = 5 + 5 + 5 
  • Langkah 3: Mengubah ke Bentuk Perkalian
  • Dari cerita apel di atas, kita tahu:
    • Wadah (Kantong) = (3)
    • Isi = (5)
    • Maka bentuk perkaliannya: 3 x 5 = 15
▶️ Tonton video: Perkalian Bilangan Cacah Besar (Kurikulum Merdeka Kelas 4)


Seni Rupa – Seni Kriya dari Sampah Plastik

▶️ Tonton video: Ide Kreatif Tempat Pensil dari Botol Plastik Bekas

Botol plastik bekas air mineral dapat diubah menjadi gantungan kunci atau kerajinan lain sepert tempat pensil yang cantik dengan cara dipotong, dihias kertas origami, dan ditempel pita. Karya ini mengajarkan siswa untuk peduli lingkungan sekaligus berkreasi melalui seni kriya.

                     


📝 Penutup: Asesmen Formatif

  1. Sebutkan 3 unsur yang biasa ada dalam sebuah cerita!
  2. Tuliskan satu kalimat yang menggunakan huruf kapital dengan benar!
  3. Apa yang dimaksud dengan kalimat tanya? Berikan satu contoh!
  4. Ubah bentuk perkalian ini menjadi penjumlahan berulang, lalu hitung hasilnya:         5  X 3 = ... + ... + ....+....+......= ...
  5. 7 + 7 + 7 = ... X ... = ...
  6. Bentuk penjumlahan 3 + 3 + 3 + 3 jika ditulis ke dalam bentuk perkalian menjadi...
  7.  12 x 5, bentuk penjumlahan berulang dari perkalian di samping adalah  ...
  8. Sebutkan 2 jenis sampah plastik yang bisa dijadikan seni kriya!
  9. Apa manfaat mendaur ulang sampah plastik menjadi karya seni kriya?
  10. Alat apa saja yang dibutuhkan untuk membuat seni kriya dari botol plastik bekas?

✅ Kesimpulan

Hari ini peserta didik belajar tiga hal penting: mengukur pemahaman Bahasa Indonesia melalui ulangan harian/sumatif, memahami konsep perkalian bilangan cacah sebagai penjumlahan berulang dalam Matematika, serta berkreasi membuat karya seni kriya dari sampah plastik dalam Seni Rupa. Ketiga kegiatan ini mengajak siswa untuk mensyukuri kebesaran Allah Swt. yang Maha Mencipta, Maha Memelihara, dan Maha Memberi Rezeki melalui ilmu pengetahuan dan kepedulian terhadap lingkungan.


Alhamdulillah Kegiatan belajar hari ini berjalsn dengan lancar. Para murid antusias mengikuti pembelajaran. Pada Sumatif Bahasa Infonesia, Dari21 murid yang mengikuti  simayif, sebagian besar sudah mengerjaksn soal dengan baik, namun masih terdapat 4 siswa yang memperoleh nilai di bawah KKTP sehingga perlu remedial





Rabu, 19 Agustus 2026

 

Identitas 

👩‍🏫 Nama Guru : Luthfah Laela, S.Pd

🗓️ Hari / Tanggal : Rabu, 19 Agustus 2026

🏫 Fase / Kelas : B / 4 Ummu Kultsum

📚 Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila, Matematika, IPAS

⏱️ Alokasi Waktu : 6 x 35 menit

🔁 Pertemuan Ke- : -

🎯 Capaian Pembelajaran

1. Pendidikan Pancasila
Pada fase ini, peserta didik mampu mengenali lingkungan tempat tinggalnya (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengenal peran perangkat desa dan kelurahan dalam melayani masyarakat di lingkungannya.
2. Matematika
Peserta didik mampu membaca, menuliskan, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi hitung pada bilangan cacah sampai dengan jutaan, dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
3. IPAS
Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk energi, menjelaskan proses perubahan bentuk energi, serta memberi contoh pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

🎯 Tujuan Pembelajaran

1. Pendidikan Pancasila — Mengenal Perangkat Desa dan Kelurahan
Peserta didik dapat menyebutkan susunan perangkat desa/kelurahan beserta tugasnya masing-masing.
  • Joyful Menonton video pembelajaran tentang perangkat desa dan kelurahan sambil bertanya jawab santai.
  • Meaningful Mengaitkan tugas perangkat desa dengan pengalaman siswa saat mengurus surat di kelurahan/RT bersama orang tua.
  • Mindful Merefleksikan pentingnya kerja sama dan gotong royong dalam pemerintahan desa sebagai wujud nilai Pancasila.
2. Matematika — Sumatif Bilangan Cacah
Peserta didik dapat menunjukkan pemahamannya terhadap bilangan cacah melalui asesmen sumatif.
  • Mindful Mengerjakan soal sumatif secara mandiri, jujur, dan tenang tanpa terburu-buru.
  • Meaningful Soal dikaitkan dengan konteks nyata, misalnya jumlah uang tabungan atau jumlah penduduk desa.
  • Joyful Sesi pembahasan bersama menggunakan kartu angka sebagai permainan cepat-tepat.
3. IPAS — Mengapa Manusia Mengubah Bentuk Energi
Peserta didik dapat menjelaskan alasan manusia mengubah bentuk energi dan memberi contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Joyful Menonton video animasi perubahan bentuk energi.
  • Meaningful Mengamati alat-alat rumah tangga yang mengubah energi listrik menjadi cahaya, panas, atau gerak.
  • Mindful Merenungkan sikap hemat energi sebagai bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran

Pendidikan Pancasila

Mengamati tayangan video interaktif tentang struktur dan susunan organisasi perangkat desa/kelurahan diselingi sesi tanya jawab santai.

Menceritakan kembali pengalaman saat mendampingi orang tua mengurus administrasi/surat di kantor kelurahan atau rumah RT.

Merefleksikan pentingnya sikap gotong royong dan kerja sama perangkat desa sebagai wujud penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

 

2 Matematika

Menjawab soal-soal asesmen sumatif bilangan cacah dengan jujur, tenang, fokus, dan tidak terburu-buru.

Menyelesaikan soal cerita kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (seperti menghitung jumlah uang tabungan atau data jumlah penduduk desa).

Mengikuti kegiatan pembahasan soal bersama melalui permainan kartu angka cepat-tepat secara interaktif.

 

IPAS

Menyaksikan video animasi menarik mengenai konsep dan alasan manusia melakukan perubahan bentuk energi.

Mengidentifikasi dan menganalisis alat-alat di rumah atau sekolah yang memanfaatkan perubahan energi listrik menjadi cahaya, panas, atau gerak.

Mengrefleksikan perilaku bijak dan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk rasa syukur atas sumber daya yang tersedia.

📖 Materi

Pendidikan Pancasila: Mengenal perangkat desa dan kelurahan (kepala desa/lurah, sekretaris desa, kepala dusun, RT/RW, BPD, dan tugas-tugasnya).
Matematika: Bilangan cacah — membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, dan operasi hitung.
IPAS: Proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari (listrik ke cahaya, listrik ke panas, kimia ke gerak, dsb).

🧩 Model dan Metode Pembelajaran

MapelModelMetode
Pendidikan PancasilaProblem Based LearningDiskusi, tanya jawab, penugasan gambar struktur perangkat desa
MatematikaDirect Instruction (Asesmen Sumatif)Latihan soal mandiri, pembahasan klasikal
IPASDiscovery LearningPengamatan, demonstrasi alat, diskusi kelompok

🧰 Media dan Alat Peraga

  • Laptop, proyektor, dan speaker untuk video pembelajaran
  • Bagan/gambar struktur perangkat desa dan kelurahan
  • Senter, baterai, kabel, dan bola lampu kecil (demonstrasi energi listrik)
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk 3 mapel
  • Papan tulis dan spidol warna-warni

🌙 Pendahuluan: Apersepsi Keimanan

Sebelum belajar, mari kita renungkan kebesaran Allah Swt. Allah adalah Al-Khaliq (Maha Mencipta) yang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial yang perlu diatur dalam pemerintahan seperti desa dan kelurahan. 

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Allah juga Al-Hafizh (Maha Memelihara) alam semesta beserta segala sumber energinya seperti matahari, angin, dan air yang dapat diubah manusia menjadi berbagai bentuk energi. Dan Allah adalah Ar-Razzaq (Maha Memberi Rezeki) yang menyediakan sumber daya alam sehingga manusia dapat hidup berkecukupan bila mengelolanya dengan bijak, termasuk melalui aturan bilangan dalam pengelolaan harta dan zakat.

🌟 Pertanyaan Pemantik:

  • Mengapa Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang membutuhkan pemimpin dan aturan di lingkungan desa/kelurahan?
  • Bagaimana caramu bersyukur atas energi (listrik, panas, cahaya) yang Allah sediakan setiap hari melalui alam?

🔁 Pembukaan: Review Materi Sebelumnya

Pretes (2 soal):
  1. Sebutkan salah satu contoh sikap yang mencerminkan sila kedua Pancasila dalam kehidupan di sekolah!
  2. Tuliskan satu contoh bilangan cacah yang terdiri dari 4 angka!

🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

1. Pendidikan Pancasila 

Desa dan Kelurahan

Desa: Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, atau hak tradisional yang diakui dalam sistem pemerintahan NKRI.

Kelurahan: Pembagian wilayah administratif di bawah kecamatan yang dipimpin oleh seorang lurah sebagai perangkat daerah kabupaten/kota, dan tidak memiliki otonomi asli.

 Perbedaan Desa dan Kelurahan

No

Pembeda

Pemerintahan Desa

Pemerintahan Kelurahan

1

Pimpinan

Kepala Desa (Kades)

Lurah

2

Status Pimpinan

Dipilih langsung oleh warga melalui Pilkades (bukan PNS)

Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat oleh bupati/walikota

3

Otonomi

Memiliki hak mengatur rumah tangga sendiri (otonom)

Tidak berotonomi, merupakan perangkat daerah langsung

4

Badan / Dewan

Memiliki Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Terdapat lembaga kemasyarakatan / dewan kelurahan

5

Pertanggungjawaban

Bertanggung jawab kepada masyarakat desa

Bertanggung jawab kepada camat


Struktur dan Perangkat Pemerintahan Desa

 Pemerintahan desa dipimpin oleh Kepala Desa dan dibantu oleh perangkat desa:

Kepala Desa: Memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sekretaris Desa: Membantu kepala desa di bidang administrasi perkantoran, keuangan, dan pelayanan dokumen.

Kepala Urusan (Kaur): Membantu sekretaris desa dalam urusan tata usaha/umum, keuangan, dan perencanaan.

Kepala Seksi (Kasi): Membantu kepala desa sebagai pelaksana kegiatan operasional, seperti Kasi Pemerintahan, Kasi Kesejahteraan, dan Kasi Pelayanan.

Kepala Dusun (Kadus): Membantu kepala desa dalam pelaksanaan tugas di wilayah bagian teritorial desa (dusun).

·         Badan Permusyawaratan Desa (BPD): Lembaga yang menyetujui peraturan desa bersama kepala desa serta menampung aspirasi warga.



2. Matematika


3, IPAS

Manusia mengubah bentuk energi karena energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, dan bentuk energi asal sering kali tidak bisa langsung dipakai. Agar bisa dipakai untuk kebutuhan hidup, bergerak, dan menggerakkan alat, manusia harus mengubahnya ke bentuk lain yang lebih berguna.

Alasan Utama Mengubah Energi

Tidak bisa membuat baru: Manusia hanya bisa mengubah bentuk energi yang sudah ada di alam.

Menyesuaikan alat: Mesin atau alat rumah tangga butuh jenis energi tertentu agar bisa menyala.

Kebutuhan tubuh: Tubuh mengubah energi makanan menjadi tenaga untuk bergerak dan berpikir.

Kemudahan pakai: Energi alam seperti angin atau surya diubah jadi listrik agar mudah disalurkan.


📝 Penutup: Asesmen Formatif

  1. Siapa yang memimpin pemerintahan di tingkat desa?
  2. Sebutkan dua tugas kepala dusun!
  3. Apa perbedaan utama antara desa dan kelurahan?
  4. Tuliskan lambang bilangan dari "dua ratus lima belas ribu tiga ratus" !
  5. Urutkan bilangan berikut dari yang terkecil: 4.520, 4.052, 4.205, 4.025.
  6. Hasil dari 12.450 + 3.780 adalah ...
  7. Apa yang dimaksud dengan perubahan bentuk energi? Berikan satu contoh!
  8. Setrika listrik mengubah energi listrik menjadi energi ...
  9. Mengapa manusia perlu mengubah bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari?
  10. Sebutkan satu sikap hemat energi yang bisa kamu lakukan di rumah!

✅ Kesimpulan

Hari ini siswa belajar bahwa kehidupan bermasyarakat memerlukan pengaturan melalui perangkat desa dan kelurahan yang saling bekerja sama, sebagaimana bilangan cacah membantu kita menghitung dan mengelola berbagai hal di sekitar, serta energi yang Allah sediakan perlu diubah bentuknya secara bijak agar bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Ketiga materi ini mengajarkan siswa untuk bersyukur, bekerja sama, dan berpikir teliti.




Kesimpulan hasil pembelajaran

Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. murid semangat mengikuti KBM. hasil sumatif ke-1 pelajaran matematika, dari 23 siswa yang hadir sebanyak 17 murid sudah memperoleh nilai di atas KKTP (80) sedangkan 5 murid masih perlu melakukan remedial.