Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di Bandar Lampung
80243pm
Sabtu, 28 Maret
6:01am 12:05 6:06pm

Rabu, 19 Agustus 2026

kamis, 20 Agustus 2026

 


  Identitas

Nama GuruLuthfah Laela, S.Pd
Hari / TanggalKamis, 20 Agustus 2026
Fase / KelasB / 4 Ummu Kultsum
Mata Pelajaran1. Bahasa Indonesia – Sumatif  
2. Matematika – Perkalian  
3. Seni Rupa – Seni Kriya


🎯 Capaian Pembelajaran

1. Bahasa Indonesia (Fase B)

Peserta didik mampu menyimak, membaca, memirsa, berbicara, dan menulis berbagai jenis teks fiksi maupun nonfiksi sesuai jenjangnya, serta mampu menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan santun dan percaya diri.

2. Matematika (Fase B – Bilangan)

Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman tentang bilangan cacah sampai dengan 100.000, melakukan operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian), serta menggunakannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

3. Seni Rupa (Fase B – Seni Kriya)

Peserta didik mampu mengeksplorasi dan menggunakan bahan, alat, serta teknik dalam berkarya seni rupa, termasuk memanfaatkan bahan di sekitar (limbah/daur ulang) menjadi karya seni kriya yang bernilai guna dan estetis, serta mampu mengapresiasi karya sendiri maupun karya orang lain.

🎯 Tujuan Pembelajaran

  1. Bahasa Indonesia: Peserta didik mampu mengerjakan Ulangan Harian/Sumatif secara mandiri dan jujur untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari.
  2. Matematika: Peserta didik mampu melakukan dan menyelesaikan masalah operasi perkalian bilangan cacah dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Seni Rupa: Peserta didik mampu membuat satu karya seni kerajinan (seni kriya) dengan memanfaatkan sampah plastik.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Peserta didik menyiapkan diri secara mental untuk mengerjakan Ulangan Harian/Sumatif Bahasa Indonesia, lalu mengerjakannya secara mandiri.
  2. Peserta didik mengingat kembali materi perkalian dan seni kriya dari pertemuan sebelumnya melalui 2 soal pretes.
  3. Peserta didik mengamati video pembelajaran tentang perkalian bilangan cacah, lalu memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang melalui contoh konkret.
  4. Peserta didik berlatih menyelesaikan soal perkalian, termasuk soal cerita sehari-hari, secara individu dan kelompok.
  5. Peserta didik mengamati video tutorial seni kriya dari sampah plastik, memahami tahapan dan teknik pembuatannya.
  6. Peserta didik mempraktikkan langsung pembuatan karya seni kriya dari sampah plastik yang telah dibawa dari rumah.
  7. Peserta didik mempresentasikan hasil karyanya secara singkat di depan kelas.
  8. Peserta didik mengerjakan asesmen formatif yang mencakup ketiga mata pelajaran.

⏱️ Alokasi Waktu        : 6 x 35 menit, 

🧩 Model dan Metode Pembelajaran

  • Bahasa Indonesia: Model Penilaian Langsung – metode tes tertulis individu (sumatif).
  • Matematika: Model Problem Based Learning (PBL) – metode demonstrasi, diskusi kelompok, tanya jawab, dan latihan soal.
  • Seni Rupa: Model Project Based Learning (PjBL) – metode demonstrasi, praktik langsung seni kriya, dan presentasi karya.

🎒 Media dan Alat Peraga

  • Laptop, proyektor, dan speaker untuk memutar video pembelajaran
  • Lembar soal Ulangan Harian/Sumatif Bahasa Indonesia
  • Kelereng/sedotan/kartu angka sebagai alat peraga konsep perkalian
  • Papan tulis dan spidol
  • Sampah plastik bersih (botol bekas, tutup botol, sedotan, kantong plastik)
  • Gunting, lem, tali/pita (dengan pengawasan guru)
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

🌙 Apersepsi

                                      

Anak-anak, hari ini kita akan belajar sambil mengingat tiga kebesaran Allah Swt.: Allah Maha Mencipta, Maha Memelihara, dan Maha Memberi Rezeki.

Maha Mencipta – Allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini secara berpasangan dan teratur, termasuk keteraturan bilangan yang kita pelajari dalam Matematika.

"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)." (QS. Az-Zariyat: 49)وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ - ٤٩

Arab-latin: wa ming kulli syai`in khalaqnā zaujaini la'allakum tadzakkarụn
Artinya: "Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)." (QS. Az Zariyat: 49).

Maha Memelihara – Allah memelihara bumi beserta seluruh isinya, termasuk menjaga keseimbangan alam agar barang-barang di sekitar kita, seperti plastik, tidak menumpuk merusak lingkungan bila kita ikut mengolahnya kembali.

"Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik." (QS. Al-A'raf: 56)

Maha Memberi Rezeki – Allah memberi kita akal untuk mengolah apa yang ada di bumi, termasuk mengubah barang bekas menjadi karya seni kriya yang bermanfaat dan bernilai.

"...dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya." (QS. Al-Jatsiyah: 13)

Pertanyaan pemantik:

  • Coba perhatikan sekelilingmu, benda apa saja yang polanya berulang seperti perkalian yang akan kita pelajari?
  • Menurutmu, mengapa Allah melarang kita merusak bumi, termasuk membuang sampah plastik sembarangan?
  • Bagaimana caramu mensyukuri nikmat akal yang Allah berikan, misalnya dengan mengubah sampah plastik menjadi karya seni kriya yang berguna?

🔄 Pendahuluan – Review Materi Sebelumnya

Sebelum masuk ke materi baru, peserta didik mengerjakan 2 soal pretes berikut secara lisan/tertulis:

  1. Ubahlah perkalian 3 x 4 menjadi bentuk penjumlahan berulang!
  2. Sebutkan satu contoh benda dari sampah plastik yang bisa dijadikan kerajinan!

🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Bahasa Indonesia 



Matematika – Perkalian Bilangan Cacah

Perkalian adalah penjumlahan berulang. Contoh sehari-hari: Ani membeli 4 bungkus permen, setiap bungkus berisi 5 permen. Berapa permen yang dimiliki Ani? 
Caranya: 4 x 5 = 5 + 5 + 5 + 5 = 20 permen.
  • Cerita: "Ibu membeli 3 kantong plastik. Di dalam setiap plastik, ada 5 buah apel. Berapa jumlah semua apel yang dibeli Ibu?"
  • perwakilan siswa maju ke depan untuk menggambar 3 kantong dan mengisi masing-masing kantong dengan 5 buah apel.
  • Langkah 1: Penjumlahan Berulang
    (5+5+5=15)
  • Langkah 2: Mengenalkan Konsep Wadah (\times ) Isi
    Jelaskan rumus utama perkalian kepada siswa:
  • 3 x 5 = 5 + 5 + 5 
  • Langkah 3: Mengubah ke Bentuk Perkalian
  • Dari cerita apel di atas, kita tahu:
    • Wadah (Kantong) = (3)
    • Isi = (5)
    • Maka bentuk perkaliannya: 3 x 5 = 15
▶️ Tonton video: Perkalian Bilangan Cacah Besar (Kurikulum Merdeka Kelas 4)


Seni Rupa – Seni Kriya dari Sampah Plastik

▶️ Tonton video: Ide Kreatif Tempat Pensil dari Botol Plastik Bekas

Botol plastik bekas air mineral dapat diubah menjadi gantungan kunci atau kerajinan lain sepert tempat pensil yang cantik dengan cara dipotong, dihias kertas origami, dan ditempel pita. Karya ini mengajarkan siswa untuk peduli lingkungan sekaligus berkreasi melalui seni kriya.

                     


📝 Penutup: Asesmen Formatif

  1. Sebutkan 3 unsur yang biasa ada dalam sebuah cerita!
  2. Tuliskan satu kalimat yang menggunakan huruf kapital dengan benar!
  3. Apa yang dimaksud dengan kalimat tanya? Berikan satu contoh!
  4. Ubah bentuk perkalian ini menjadi penjumlahan berulang, lalu hitung hasilnya:         5  X 3 = ... + ... + ....+....+......= ...
  5. 7 + 7 + 7 = ... X ... = ...
  6. Bentuk penjumlahan 3 + 3 + 3 + 3 jika ditulis ke dalam bentuk perkalian menjadi...
  7.  12 x 5, bentuk penjumlahan berulang dari perkalian di samping adalah  ...
  8. Sebutkan 2 jenis sampah plastik yang bisa dijadikan seni kriya!
  9. Apa manfaat mendaur ulang sampah plastik menjadi karya seni kriya?
  10. Alat apa saja yang dibutuhkan untuk membuat seni kriya dari botol plastik bekas?

✅ Kesimpulan

Hari ini peserta didik belajar tiga hal penting: mengukur pemahaman Bahasa Indonesia melalui ulangan harian/sumatif, memahami konsep perkalian bilangan cacah sebagai penjumlahan berulang dalam Matematika, serta berkreasi membuat karya seni kriya dari sampah plastik dalam Seni Rupa. Ketiga kegiatan ini mengajak siswa untuk mensyukuri kebesaran Allah Swt. yang Maha Mencipta, Maha Memelihara, dan Maha Memberi Rezeki melalui ilmu pengetahuan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Rabu, 19 Agustus 2026

 

Identitas 

👩‍🏫 Nama Guru : Luthfah Laela, S.Pd

🗓️ Hari / Tanggal : Rabu, 19 Agustus 2026

🏫 Fase / Kelas : B / 4 Ummu Kultsum

📚 Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila, Matematika, IPAS

⏱️ Alokasi Waktu : 6 x 35 menit

🔁 Pertemuan Ke- : -

🎯 Capaian Pembelajaran

1. Pendidikan Pancasila
Pada fase ini, peserta didik mampu mengenali lingkungan tempat tinggalnya (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengenal peran perangkat desa dan kelurahan dalam melayani masyarakat di lingkungannya.
2. Matematika
Peserta didik mampu membaca, menuliskan, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi hitung pada bilangan cacah sampai dengan jutaan, dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
3. IPAS
Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk energi, menjelaskan proses perubahan bentuk energi, serta memberi contoh pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

🎯 Tujuan Pembelajaran

1. Pendidikan Pancasila — Mengenal Perangkat Desa dan Kelurahan
Peserta didik dapat menyebutkan susunan perangkat desa/kelurahan beserta tugasnya masing-masing.
  • Joyful Menonton video pembelajaran tentang perangkat desa dan kelurahan sambil bertanya jawab santai.
  • Meaningful Mengaitkan tugas perangkat desa dengan pengalaman siswa saat mengurus surat di kelurahan/RT bersama orang tua.
  • Mindful Merefleksikan pentingnya kerja sama dan gotong royong dalam pemerintahan desa sebagai wujud nilai Pancasila.
2. Matematika — Sumatif Bilangan Cacah
Peserta didik dapat menunjukkan pemahamannya terhadap bilangan cacah melalui asesmen sumatif.
  • Mindful Mengerjakan soal sumatif secara mandiri, jujur, dan tenang tanpa terburu-buru.
  • Meaningful Soal dikaitkan dengan konteks nyata, misalnya jumlah uang tabungan atau jumlah penduduk desa.
  • Joyful Sesi pembahasan bersama menggunakan kartu angka sebagai permainan cepat-tepat.
3. IPAS — Mengapa Manusia Mengubah Bentuk Energi
Peserta didik dapat menjelaskan alasan manusia mengubah bentuk energi dan memberi contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Joyful Menonton video animasi perubahan bentuk energi.
  • Meaningful Mengamati alat-alat rumah tangga yang mengubah energi listrik menjadi cahaya, panas, atau gerak.
  • Mindful Merenungkan sikap hemat energi sebagai bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran

Pendidikan Pancasila

Mengamati tayangan video interaktif tentang struktur dan susunan organisasi perangkat desa/kelurahan diselingi sesi tanya jawab santai.

Menceritakan kembali pengalaman saat mendampingi orang tua mengurus administrasi/surat di kantor kelurahan atau rumah RT.

Merefleksikan pentingnya sikap gotong royong dan kerja sama perangkat desa sebagai wujud penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

 

2 Matematika

Menjawab soal-soal asesmen sumatif bilangan cacah dengan jujur, tenang, fokus, dan tidak terburu-buru.

Menyelesaikan soal cerita kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (seperti menghitung jumlah uang tabungan atau data jumlah penduduk desa).

Mengikuti kegiatan pembahasan soal bersama melalui permainan kartu angka cepat-tepat secara interaktif.

 

IPAS

Menyaksikan video animasi menarik mengenai konsep dan alasan manusia melakukan perubahan bentuk energi.

Mengidentifikasi dan menganalisis alat-alat di rumah atau sekolah yang memanfaatkan perubahan energi listrik menjadi cahaya, panas, atau gerak.

Mengrefleksikan perilaku bijak dan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk rasa syukur atas sumber daya yang tersedia.

📖 Materi

Pendidikan Pancasila: Mengenal perangkat desa dan kelurahan (kepala desa/lurah, sekretaris desa, kepala dusun, RT/RW, BPD, dan tugas-tugasnya).
Matematika: Bilangan cacah — membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, dan operasi hitung.
IPAS: Proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari (listrik ke cahaya, listrik ke panas, kimia ke gerak, dsb).

🧩 Model dan Metode Pembelajaran

MapelModelMetode
Pendidikan PancasilaProblem Based LearningDiskusi, tanya jawab, penugasan gambar struktur perangkat desa
MatematikaDirect Instruction (Asesmen Sumatif)Latihan soal mandiri, pembahasan klasikal
IPASDiscovery LearningPengamatan, demonstrasi alat, diskusi kelompok

🧰 Media dan Alat Peraga

  • Laptop, proyektor, dan speaker untuk video pembelajaran
  • Bagan/gambar struktur perangkat desa dan kelurahan
  • Senter, baterai, kabel, dan bola lampu kecil (demonstrasi energi listrik)
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk 3 mapel
  • Papan tulis dan spidol warna-warni

🌙 Pendahuluan: Apersepsi Keimanan

Sebelum belajar, mari kita renungkan kebesaran Allah Swt. Allah adalah Al-Khaliq (Maha Mencipta) yang menciptakan manusia sebagai makhluk sosial yang perlu diatur dalam pemerintahan seperti desa dan kelurahan. 

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Allah juga Al-Hafizh (Maha Memelihara) alam semesta beserta segala sumber energinya seperti matahari, angin, dan air yang dapat diubah manusia menjadi berbagai bentuk energi. Dan Allah adalah Ar-Razzaq (Maha Memberi Rezeki) yang menyediakan sumber daya alam sehingga manusia dapat hidup berkecukupan bila mengelolanya dengan bijak, termasuk melalui aturan bilangan dalam pengelolaan harta dan zakat.

🌟 Pertanyaan Pemantik:

  • Mengapa Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang membutuhkan pemimpin dan aturan di lingkungan desa/kelurahan?
  • Bagaimana caramu bersyukur atas energi (listrik, panas, cahaya) yang Allah sediakan setiap hari melalui alam?

🔁 Pembukaan: Review Materi Sebelumnya

Pretes (2 soal):
  1. Sebutkan salah satu contoh sikap yang mencerminkan sila kedua Pancasila dalam kehidupan di sekolah!
  2. Tuliskan satu contoh bilangan cacah yang terdiri dari 4 angka!

🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

1. Pendidikan Pancasila 

Desa dan Kelurahan

Desa: Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, atau hak tradisional yang diakui dalam sistem pemerintahan NKRI.

Kelurahan: Pembagian wilayah administratif di bawah kecamatan yang dipimpin oleh seorang lurah sebagai perangkat daerah kabupaten/kota, dan tidak memiliki otonomi asli.

 Perbedaan Desa dan Kelurahan

No

Pembeda

Pemerintahan Desa

Pemerintahan Kelurahan

1

Pimpinan

Kepala Desa (Kades)

Lurah

2

Status Pimpinan

Dipilih langsung oleh warga melalui Pilkades (bukan PNS)

Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat oleh bupati/walikota

3

Otonomi

Memiliki hak mengatur rumah tangga sendiri (otonom)

Tidak berotonomi, merupakan perangkat daerah langsung

4

Badan / Dewan

Memiliki Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Terdapat lembaga kemasyarakatan / dewan kelurahan

5

Pertanggungjawaban

Bertanggung jawab kepada masyarakat desa

Bertanggung jawab kepada camat


Struktur dan Perangkat Pemerintahan Desa

 Pemerintahan desa dipimpin oleh Kepala Desa dan dibantu oleh perangkat desa:

Kepala Desa: Memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sekretaris Desa: Membantu kepala desa di bidang administrasi perkantoran, keuangan, dan pelayanan dokumen.

Kepala Urusan (Kaur): Membantu sekretaris desa dalam urusan tata usaha/umum, keuangan, dan perencanaan.

Kepala Seksi (Kasi): Membantu kepala desa sebagai pelaksana kegiatan operasional, seperti Kasi Pemerintahan, Kasi Kesejahteraan, dan Kasi Pelayanan.

Kepala Dusun (Kadus): Membantu kepala desa dalam pelaksanaan tugas di wilayah bagian teritorial desa (dusun).

·         Badan Permusyawaratan Desa (BPD): Lembaga yang menyetujui peraturan desa bersama kepala desa serta menampung aspirasi warga.



2. Matematika


3, IPAS

Manusia mengubah bentuk energi karena energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, dan bentuk energi asal sering kali tidak bisa langsung dipakai. Agar bisa dipakai untuk kebutuhan hidup, bergerak, dan menggerakkan alat, manusia harus mengubahnya ke bentuk lain yang lebih berguna.

Alasan Utama Mengubah Energi

Tidak bisa membuat baru: Manusia hanya bisa mengubah bentuk energi yang sudah ada di alam.

Menyesuaikan alat: Mesin atau alat rumah tangga butuh jenis energi tertentu agar bisa menyala.

Kebutuhan tubuh: Tubuh mengubah energi makanan menjadi tenaga untuk bergerak dan berpikir.

Kemudahan pakai: Energi alam seperti angin atau surya diubah jadi listrik agar mudah disalurkan.


📝 Penutup: Asesmen Formatif

  1. Siapa yang memimpin pemerintahan di tingkat desa?
  2. Sebutkan dua tugas kepala dusun!
  3. Apa perbedaan utama antara desa dan kelurahan?
  4. Tuliskan lambang bilangan dari "dua ratus lima belas ribu tiga ratus" !
  5. Urutkan bilangan berikut dari yang terkecil: 4.520, 4.052, 4.205, 4.025.
  6. Hasil dari 12.450 + 3.780 adalah ...
  7. Apa yang dimaksud dengan perubahan bentuk energi? Berikan satu contoh!
  8. Setrika listrik mengubah energi listrik menjadi energi ...
  9. Mengapa manusia perlu mengubah bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari?
  10. Sebutkan satu sikap hemat energi yang bisa kamu lakukan di rumah!

✅ Kesimpulan

Hari ini siswa belajar bahwa kehidupan bermasyarakat memerlukan pengaturan melalui perangkat desa dan kelurahan yang saling bekerja sama, sebagaimana bilangan cacah membantu kita menghitung dan mengelola berbagai hal di sekitar, serta energi yang Allah sediakan perlu diubah bentuknya secara bijak agar bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Ketiga materi ini mengajarkan siswa untuk bersyukur, bekerja sama, dan berpikir teliti.




Kesimpulan hasil pembelajaran

Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. murid semangat mengikuti KBM. hasil sumatif ke-1 pelajaran matematika, dari 23 siswa yang hadir sebanyak 17 murid sudah memperoleh nilai di atas KKTP (80) sedangkan 5 murid masih perlu melakukan remedial. 



Selasa, 18 Agustus 2026

Selasa, 18 Agustus 2026

 

Identitas

Nama Guru

:

Luthfah Laela, S.Pd

Hari / Tanggal

:

Selasa, 18 Agustus 2026

Fase / Kelas

:

B / 4 Ummu Kultsum

Mata Pelajaran

:

IPAS, Bahasa Indonesia, Pancasila

Materi

:

Ketergantungan Makhluk Hidup pada Tumbuhan.

Menulis surat pribadi

Mengenal perangkat desa dan kelurahan

Pertemuan Ke

:

11

Alokasi Waktu

:

6 x 35 menit


                                                   

Bismillahirrahmanirrohim,

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak sholeh-sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan senantiasa ditambahkan ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian melaksanakan sholat Subuh hari ini? Jangan sampai lupa, ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang telah menciptakan tumbuh-tumbuhan untuk kita, dan Allah Maha Malik yang memelihara kita dalam sebaik-baik keadaan.

Coba perhatikan sekeliling kalian. Nasi yang kita makan, buah-buahan yang segar, udara yang kita hirup setiap hari, bahkan kayu untuk meja dan kursi kita — semuanya berasal dari tumbuhan. Hari ini kita akan belajar bagaimana tumbuhan menjadi sumber kehidupan bagi manusia dan hewan.

QS. An-Nahl (16) Ayat 10-11

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

Huwallażī anzala minas-samā'i mā'al lakum min-hu syarābuw wa min-hu syajarun fīhi tusīmụn

Artinya: “Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, yang padanya kamu menggembalakan ternakmu.”

Kaitan dengan materi: melalui ayat ini, Allah SWT menjelaskan bahwa air hujan yang diturunkan-Nya menumbuhkan berbagai tumbuhan yang menjadi sumber makanan, minuman, dan kehidupan bagi manusia serta hewan ternak. Ayat ini mengingatkan kita untuk berpikir (tafakkur) dan bersyukur atas nikmat tumbuhan sebagai penopang kehidupan di bumi.

Capaian Pembelajaran (CP)

IPAS: Peserta didik memahami proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari 

Bahasa Indonesia: Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;  dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks.

Pancasila  : Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Tujuan Pembelajaran (TP)

1.     Peserta didik mampu memprediksi dampak yang terjadi apabila tumbuhan di lingkungan sekitar berkurang atau punah.

2.  Mengenal jenis-jenis surat

3. Mengidentifikasi struktur surat

4. Menulis surat pribadi sederhana

5.  Menjelaskan pengertian desa dan kelurahan sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

6.     Peserta didik mampu mensyukuri nikmat Allah SWT berupa tumbuhan sebagai sumber kehidupan melalui sikap menjaga lingkungan.Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik mampu:

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Kriteria pembelajaran / indikator ketercapaian:

     Peserta didik dapat menyebutkan minimal 3 manfaat tumbuhan bagi makhluk hidup (manusia dan hewan).

    Peserta didik dapat menghubungkan peran tumbuhan sebagai produsen dalam rantai makanan.

     Peserta didik dapat membuat kesimpulan sebab-akibat antara keberadaan tumbuhan dan kelangsungan hidup makhluk lain melalui diskusi kelompok.     

  • Mengenal jenis-jenis surat (surat pribadi dan surat resmi) dalam kehidupan sehari-hari
  • Mengidentifikasi bagian-bagian/struktur surat pribadi dan surat resmi
  • Menulis surat pribadi sederhana sesuai struktur dan bahasa yang santun
  • Mengamati gambar/tayangan kantor desa/kelurahan dan bertanya jawab tentang pengalaman peserta       didik
  • Menggali informasi tentang perangkat desa dan kelurahan melalui diskusi kelompok

  • Model / Metode Pembelajaran

    Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) , Model Pembelajaran: Discovery Learning, latihan terbimbing menulis, penugasan individu, dan presentasi/pembacaan hasil karya.

    Metode Pembelajaran: ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, pengamatan gambar/video, dan penugasan


    Materi IPAS

    Tumbuhan sebagai Sumber Kehidupan

         Sumber makanan: buah, sayur, biji-bijian, dan umbi menjadi makanan pokok manusia dan hewan.

         Sumber oksigen: tumbuhan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan makhluk hidup untuk bernapas.

         Sumber obat-obatan: banyak tumbuhan seperti jahe, kunyit, dan daun jambu biji dimanfaatkan sebagai obat herbal.

         Tempat tinggal dan perlindungan: pohon menjadi habitat bagi burung, serangga, dan hewan lainnya.

         Bahan sandang dan papan: kapas untuk pakaian, kayu untuk rumah dan perabot.

         Menjaga keseimbangan lingkungan: akar tumbuhan menahan tanah dari erosi dan longsor, serta membantu menyimpan cadangan air.

    b. Proses Fotosintesis (Perubahan Energi Cahaya Matahari menjadi Energi Kimia)

    Fotosintesis adalah proses tumbuhan membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari. Daun tumbuhan memiliki zat hijau daun (klorofil) yang berfungsi menangkap energi cahaya matahari.

    1.     Akar menyerap air dan mineral dari dalam tanah.

    2.     Daun menyerap gas karbon dioksida (CO2) dari udara melalui stomata.

    3.     Klorofil pada daun menangkap energi cahaya matahari.

    4.     Air, karbon dioksida, dan cahaya matahari diolah menjadi makanan (glukosa) dan oksigen (O2).

    5.     Oksigen dilepaskan ke udara dan dimanfaatkan makhluk hidup lain untuk bernapas.

    Dengan proses inilah energi cahaya matahari (energi cahaya) diubah tumbuhan menjadi energi kimia yang tersimpan dalam bentuk makanan.

    c. Tumbuhan sebagai Produsen dalam Rantai Makanan

    Karena mampu membuat makanannya sendiri, tumbuhan disebut produsen. Contoh rantai makanan sederhana: padi (produsen) → tikus (konsumen 1) → ular (konsumen 2) → elang (konsumen 3). Jika jumlah tumbuhan berkurang, seluruh makhluk hidup dalam rantai makanan tersebut akan terpengaruh.

    2. Materi Bahasa Indonesia

    Pengertian Surat
    Surat adalah sarana komunikasi tertulis untuk menyampaikan pesan, informasi, kabar, atau perasaan dari pengirim kepada penerima
    Bagian-Bagian Surat Pribadi
    Karena untuk anak kelas 4 fokusnya adalah surat pribadi, berikut adalah bagian-bagian yang harus ada:
    1. Tempat dan Tanggal Surat: Menunjukkan di mana dan kapan surat itu ditulis (biasanya ditulis di pojok kanan atas).
      • Contoh: Bandar Lampung, 18 Agustus 2026.
    2. Salam Pembuka: Sapaan akrab di awal surat.
      • Contoh: Halo, Sahabatku Rani! atau Assalamu’alaikum.
    3. Isi Surat: Bagian utama yang berisi pesan atau informasi. Terdiri dari:
      • Paragraf Pembuka: Menanyakan kabar atau menyapa penerima.
      • Inti Pesan: Menceritakan pengalaman pribadi, hobi, makanan kesukaan, atau hal yang ingin disampaikan.
      • Paragraf Penutup: Harapan atau salam penutup sementara.
    4. Salam Akhir: Ungkapan penutup yang hangat.
      • Contoh: Salam manis dariku, Sampai jumpa
    5. Nama Pengirim dan Tanda Tangan: Nama orang yang menulis surat (di pojok kanan bawah)



    3. Materi Pendidikan Pancasila

    1. Pengertian Desa dan Kelurahan

    Desa dan kelurahan adalah wilayah pemerintahan terkecil di Indonesia yang berada di bawah kecamatan. Keduanya merupakan bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Desa umumnya berada di wilayah pedesaan, sedangkan kelurahan umumnya berada di wilayah perkotaan.

    2. Perangkat Desa

            Kepala Desa — pemimpin tertinggi di desa, dipilih langsung oleh masyarakat melalui Pilkades.

            Sekretaris Desa — membantu Kepala Desa dalam urusan administrasi dan surat-menyurat.

            Kepala Urusan (Kaur) — membantu di bidang keuangan, umum, dan perencanaan.

            Kepala Seksi (Kasi) — membantu di bidang pemerintahan, kesejahteraan, dan pelayanan.

            Kepala Dusun (Kadus) — memimpin wilayah dusun, bagian dari desa.

            Badan Permusyawaratan Desa (BPD) — mewakili aspirasi masyarakat dan bermusyawarah bersama Kepala Desa.

            Ketua RW dan Ketua RT — membantu pelayanan warga di tingkat rukun warga dan rukun tetangga.

    3. Perangkat Kelurahan

            Lurah — pemimpin kelurahan yang ditunjuk oleh pemerintah, berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

            Sekretaris Kelurahan — membantu Lurah dalam urusan administrasi kelurahan.

            Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan — mengurus bidang pemerintahan dan kependudukan.

            Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Rakyat — mengurus bidang sosial dan kesejahteraan warga.

            Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Umum — mengurus pelayanan administrasi bagi warga.

            Ketua RW dan Ketua RT — membantu pelayanan warga di tingkat rukun warga dan rukun tetangga.



    3. Asesmen Formatif

    A. Pilihan Ganda

    1.     Perhatikan pernyataan berikut: tumbuhan menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen. Jika seluruh tumbuhan di bumi tiba-tiba mati, apa yang paling mungkin terjadi terhadap makhluk hidup lainnya?

    a. Semua hewan akan berkembang biak lebih cepat

    b. Kadar oksigen berkurang dan rantai makanan terputus

    c. Cuaca akan menjadi lebih dingin

    d. Manusia akan hidup lebih lama

    2.     Andi menanam biji kacang hijau di dalam kotak tertutup tanpa celah cahaya. Setelah beberapa hari, tanaman itu tumbuh kurus, pucat, dan akhirnya layu. Apa penyebab paling tepat kondisi tersebut?

    a. Tanaman kekurangan air

    b. Tanaman tidak mendapat cahaya matahari untuk fotosintesis

    c. Tanaman kelebihan pupuk

    d. Media tanam terlalu padat

    3.     Dalam rantai makanan: padi → tikus → ular → elang. Jika populasi padi berkurang drastis karena kekeringan, apa dampak yang paling mungkin terjadi?

    a. Populasi elang akan meningkat pesat

    b. Populasi tikus ikut menurun karena kekurangan makanan

    c. Populasi ular akan bertambah banyak

    d. Tidak ada dampak apa pun

    4.     Seorang petani menebang seluruh pohon di lereng bukit untuk membuka lahan. Beberapa bulan kemudian, saat hujan deras, terjadi tanah longsor. Mengapa hal ini bisa terjadi?

    a. Akar pohon yang hilang tidak lagi menahan tanah dari erosi

    b. Pohon menyerap terlalu banyak air hujan

    c. Tanah menjadi lebih subur tanpa pohon

    d. Hujan deras tidak ada hubungannya dengan pohon

    5.     Manakah pasangan yang paling tepat menunjukkan manfaat tumbuhan bagi manusia?

    a. Kayu jati untuk furnitur dan daun jambu biji untuk obat diare

    b. Batu untuk bahan bakar dan plastik untuk obat

    c. Besi untuk makanan dan air untuk pakaian

    d. Semua benar


    Soal Bahasa Indonesia 

  • Surat pribadi adalah surat yang dikirimkan kepada orang lain yang bersifat ....
  • Bahasa yang digunakan dalam surat pribadi biasanya bersifat santai dan tidak ....
  • Bagian awal pada surat pribadi biasanya diawali dengan penulisan tempat dan ....
  • Contoh kata salam pembuka yang sering digunakan dalam surat pribadi kepada teman sebaya adalah ....
  • Bagian yang berisi inti atau pesan yang ingin disampaikan kepada penerima disebut ....
  • Surat pribadi tidak menggunakan kepala surat atau biasa disebut ....
  • Nama dan tanda tangan pengirim surat terletak di bagian .... surat.
  • Contoh salam penutup yang ramah dalam surat pribadi adalah ....
  • Kepada siapa biasanya kita menulis surat pribadi? (Sebutkan salah satu contohnya) ....
  • Agar sopan, meskipun bahasanya tidak formal, bahasa yang digunakan dalam surat pribadi harus tetap ...
  • Soal Pancasila 

    Soal Pilihan Ganda
    1. Pemimpin tertinggi di sebuah desa adalah...
    A. Camat
    B. Lurah
    C. Kepala Desa
    D. Bupati
    2. Perangkat desa yang membantu Kepala Desa dalam bidang administrasi dan surat-menyurat adalah...
    A. Kepala Dusun
    B. Sekretaris Desa
    C. Ketua RT
    D. Petugas Keamanan
    3. Wilayah bagian dari desa yang dipimpin oleh seorang Kepala Dusun disebut...
    A. Kecamatan
    B. Kota
    C. Dusun
    D. Provinsi
    4. Lembaga yang bekerja sama dengan Kepala Desa untuk membuat peraturan desa disebut...
    A. BPD (Badan Permusyawaratan Desa)
    B. MPR
    C. DPR
    D. Mahkamah Konstitusi
    5. Tempat atau kantor yang digunakan oleh Kepala Desa untuk melayani warga desa disebut...
    A. Istana Desa
    B. Balai Desa
    C. Gedung Serbaguna
    D. Posyandu
                  Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan.
    Jangan lupa sholat lima waktu dan istiqomh tadarrus dan murojaah surah-surah pendek 
    Tetap semangat belajar untuk meraih cita-cita
    Mari kita tutup kegiatan belajar hari ini dengan membaca hamdalah  

       

    SEE YOU TOMORROW 
       

       Kesimpulan dan Refleksi Pembelajaran
    Alhamdulillah kegiatan belajar hari ini berjalan dengan baik dan penuh semangat. Pada mapel Bahasa Indonesia, dari murid yang hadir sebanyak 20 orang, 17  murid dapat memahami materi ajar dengan baik, namun masih terdapat 3 murid yang nilainya di bawah KKTP, hingga perlu remedial.