Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di Bandar Lampung
80243pm
Sabtu, 28 Maret
6:01am 12:05 6:06pm

Senin, 14 September 2026

Senin, 14 September 2026 ( Seni Rupa)

 ✨ PEMBELAJARAN HARIAN ✨

🎨 Yuk, Berkarya Seni Rupa!

Mengenal Tekstur dalam Karya Seni πŸ–️✨


IDENTITAS 
πŸ‘©‍🏫 Nama GuruLuthfah Laela, S.Pd
🎨 MapelSeni Rupa
πŸ—“️ Hari/TanggalKamis, 10 September 2026
🏫 Fase / KelasB / 4 Ummu Kultsum
πŸ–Ό️ MateriSeni Rupa - Tekstur
πŸ” Pertemuan Ke10

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Berdasarkan rumusan capaian pembelajaran Seni Rupa Fase B terbaru, pada akhir fase ini peserta didik mampu mengenal dan menggunakan keterampilan serta pengetahuan dasar tentang unsur rupa garis, bentuk, tekstur, ruang, dan warna, dengan bahan, alat, dan prosedur yang dipilih sendiri dalam menciptakan karya dua atau tiga dimensi. Peserta didik juga mampu mengenali dan menceritakan karya yang diciptakannya, serta memberikan tanggapan pada karya orang lain.

🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menjelaskan unsur rupa yang terdapat pada karya sendiri maupun karya teman.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) - Seni Rupa

Aktivitas Mindful - Meaningful - Joyful

  1. Mindful (Fokus & Sadar): Siswa diajak meraba beberapa benda di sekitar kelas (meja, buku, penghapus, kain) sambil menutup mata untuk merasakan perbedaan permukaannya dengan tenang.
  2. Meaningful (Bermakna): Siswa menonton video dan mendengarkan penjelasan tentang tekstur nyata dan tekstur semu, dikaitkan dengan benda-benda yang sering mereka sentuh sehari-hari seperti kulit jeruk, kertas, atau kayu.
  3. Joyful (Menyenangkan): Siswa berkarya secara langsung membuat gambar tekstur dengan teknik grattage menggunakan krayon, lalu saling menceritakan dan menanggapi karya teman dengan gembira.

πŸ› ️ Model, Metode, Media, dan Alat Peraga - Seni Rupa

Model & Metode Pembelajaran

Model Project Based Learning (PjBL) dipadukan dengan metode demonstrasi, eksplorasi, dan praktik langsung (learning by doing). Model ini dipilih karena materi tekstur perlu dipahami siswa melalui pengalaman meraba dan berkarya secara nyata, bukan hanya teori.

Media dan Alat Peraga

  • Video pembelajaran tentang tekstur dalam seni rupa
  • Contoh benda bertekstur kasar dan halus (kain, batu, daun, amplas)
  • Krayon warna-warni
  • Kertas HVS/gambar
  • Benda beralur untuk teknik grattage (uang koin, daun, sisir, permukaan kasar lainnya)

🌀️ Pendahuluan

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim 🀲
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 😊

Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan selalu ditambahkan ilmu yang bermanfaat ya! Sudahkah kalian shalat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena shalat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan, dan Allah Maha Razzaq yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya.

πŸ•Œ Renungan: Coba perhatikan sekeliling kita, ada kulit kayu yang kasar, ada bulu kucing yang lembut, ada batu yang keras dan licin. Semua keragaman permukaan benda itu adalah ciptaan Allah yang begitu indah dan penuh keteraturan. Yuk, hari ini kita belajar mengenali dan meniru keindahan tekstur itu dalam karya seni kita sendiri! 🎨🀲

πŸ” Review Materi Sebelumnya (Tekstur)

Sebelum lanjut membuat karya, yuk mengingat kembali materi tekstur yang sudah kita pelajari kemarin! πŸ˜‰

1. Apa yang dimaksud dengan tekstur dalam karya seni rupa?
2. Sebutkan salah satu contoh benda dengan tekstur kasar!
3. Apa perbedaan tekstur nyata dan tekstur semu?
πŸ”‘ Kunci Jawaban Review:
  1. Tekstur adalah nilai atau ciri khas permukaan suatu benda pada sebuah karya seni, misalnya kasar, halus, licin, atau berbulu.
  2. Contoh: kulit kayu, batu, amplas, atau karpet.
  3. Tekstur nyata adalah kekasaran/kehalusan yang bisa dirasakan langsung saat diraba, sedangkan tekstur semu hanya terlihat berbeda oleh mata tetapi jika diraba permukaannya tetap sama.

🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Sebelum berkarya, yuk simak dulu video seru berikut ini! πŸŽ₯πŸ–️

▶️ Tonton Video: Mengenal Tekstur dan Teknik Grattage

*Guru dapat memilih video yang paling sesuai dari hasil pencarian di atas.

πŸ“Œ Apa itu Tekstur?

Tekstur adalah kesan permukaan suatu benda, bisa terasa kasar, halus, licin, berbulu, atau bergelombang. Tekstur ini menjadi salah satu unsur penting dalam karya seni rupa, selain garis, bentuk, ruang, dan warna. πŸ–️

Contoh sehari-hari: Saat memegang kulit jeruk, tanganmu merasakan tekstur kasar dan berbintik. Saat memegang kaca, tanganmu merasakan tekstur halus dan licin. Nah, itulah yang disebut tekstur nyata, karena bisa dirasakan langsung dengan sentuhan. 🍊

Selain tekstur nyata, ada juga tekstur semu, yaitu kesan permukaan yang terlihat berbeda oleh mata, padahal saat diraba permukaannya tetap rata/sama. Contohnya adalah gambar kulit kayu di atas kertas yang datar - terlihat kasar tapi saat diraba tetap halus seperti kertas biasa.

✨ Mengenal Teknik Grattage

Grattage berasal dari bahasa Prancis "gratter" yang artinya menggaruk/mengerok. Teknik ini dibuat dengan cara menumpuk warna krayon lalu mengerok permukaannya menggunakan benda tajam/tumpul untuk memunculkan pola dan tekstur yang unik. πŸ–️✂️

πŸ“ Penutup: Asesmen Formatif - Praktik Membuat Karya Grattage

Sekarang saatnya berkarya! Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat gambar tekstur dengan teknik grattage ya 🎨✨

🧰 Alat dan Bahan:
  • Kertas gambar/HVS
  • Krayon minimal 3 warna cerah
  • Krayon warna hitam atau gelap
  • Alat pengerok (ujung gunting tumpul, tusuk gigi, atau penggaris)
Langkah 1: Warnai seluruh permukaan kertas dengan beberapa warna krayon cerah secara tebal dan penuh, tanpa ada bagian putih yang tersisa. 🌈

Langkah 2: Setelah seluruh kertas berwarna cerah, lapisi kembali seluruh permukaannya dengan krayon warna gelap (hitam) hingga warna cerah di bawahnya tertutup rata. ⚫

Langkah 3: Gunakan alat pengerok untuk menggambar pola atau gambar pilihanmu (misalnya bunga, hewan, atau pemandangan) dengan cara menggaruk lapisan warna gelap, sehingga warna-warni di bawahnya muncul membentuk tekstur yang indah! πŸŽ‰

Langkah 4: Rapikan hasil karyamu, lalu ceritakan di depan kelas: pola apa yang kamu buat dan tekstur seperti apa yang muncul dari karyamu. πŸ—£️πŸ–Ό️
πŸ”‘ Panduan Penilaian:
  1. Karya menunjukkan seluruh permukaan tertutup warna cerah sebelum dilapisi warna gelap.
  2. Pola/gambar yang dikerok terlihat jelas dan menunjukkan munculnya tekstur warna-warni.
  3. Siswa mampu menjelaskan unsur rupa (tekstur) yang muncul pada karyanya sendiri dan memberikan tanggapan pada karya teman.

πŸ“š Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa tekstur adalah kesan permukaan suatu benda yang bisa terasa kasar, halus, licin, atau berbulu, dan terbagi menjadi tekstur nyata dan tekstur semu. Kita juga sudah mencoba teknik grattage, yaitu membuat karya seni dengan cara mengerok lapisan krayon gelap untuk memunculkan warna-warni tekstur di bawahnya. Semoga karya hari ini membuat kita semakin cinta berkarya seni ya! 🌈🎨

πŸ’– Refleksi Emosi Siswa

Bagaimana perasaanmu belajar hari ini? Lingkari emoji yang paling sesuai ya! πŸ˜„

😍
Sangat
Senang
😊
Senang
😐
Biasa
Saja
πŸ˜•
Bingung
😒
Butuh
Bantuan

Senin, 14 September 2026 (Bahas Indonesia)

 

✨ PEMBELAJARAN HARIAN ✨

πŸ—£️ Yuk, Belajar Bahasa Indonesia!

Memahami Isi Teks yang Dibacakan πŸŽ§πŸ“–


IDENTITAS 
πŸ‘©‍🏫 Nama GuruLuthfah Laela, S.Pd
πŸ“š MapelBahasa Indonesia
πŸ—“️ Hari/TanggalSenin, 13 September 2026
🏫 Fase / KelasB / 4 Ummu Kultsum
πŸ“ MateriMemahami Isi Teks yang Dibacakan
πŸ” Pertemuan Ke20

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Berdasarkan rumusan capaian pembelajaran terbaru elemen Menyimak, pada akhir Fase B peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) dari suatu pesan lisan, informasi media audio, maupun teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan), serta mampu menangkap instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi sehari-hari.

🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan).

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) - Bahasa Indonesia

Aktivitas Mindful - Meaningful - Joyful

  1. Mindful (Fokus & Sadar): Siswa diajak duduk tenang, menarik napas, dan bersiap menjadi "pendengar hebat" sebelum teks dibacakan oleh guru.
  2. Meaningful (Bermakna): Siswa mendengarkan teks yang dibacakan/diperdengarkan, lalu diajak menemukan ide pokok dengan mengaitkannya pada pengalaman sehari-hari, seperti mendengarkan pengumuman di sekolah atau cerita dari orang tua.
  3. Joyful (Menyenangkan): Siswa berlatih menjawab pertanyaan seputar isi teks secara santai melalui kuis lisan dan lembar kerja bergambar, ditutup dengan refleksi perasaan.

πŸ› ️ Model, Metode, Media, dan Alat Peraga - Bahasa Indonesia

Model & Metode Pembelajaran

Model Listening Comprehension (Menyimak Aktif) dipadukan dengan metode bercerita (storytelling), tanya jawab, dan diskusi kelompok kecil. Model ini dipilih karena fokus materi adalah melatih keterampilan menyimak dan menangkap ide pokok dari teks yang didengar.

Media dan Alat Peraga

  • Rekaman audio/video teks yang dibacakan
  • Speaker atau pengeras suara kelas
  • Kartu ide pokok bergambar
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
  • Papan tulis dan spidol warna-warni

🌀️ Pendahuluan

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim 🀲
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 😊

Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan selalu ditambahkan ilmu yang bermanfaat ya! Sudahkah kalian shalat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena shalat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan, dan Allah Maha Razzaq yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya.

πŸ•Œ Renungan: Allah mengajarkan manusia melalui firman-Nya, dan kita pun diajarkan untuk menjadi pendengar yang baik agar bisa memahami ilmu dengan sempurna. Ada banyak ayat Al-Qur'an yang mengingatkan kita untuk menyimak dengan penuh perhatian ketika ada yang berbicara, apalagi ketika sedang membacakan sesuatu yang bermanfaat. Yuk, hari ini kita berlatih menjadi pendengar yang hebat! πŸ‘‚✨

πŸ” Review Materi Sebelumnya

Sebelum lanjut ke materi baru, yuk mengingat kembali pelajaran kemarin! πŸ˜‰

1. Kalimat utama dalam sebuah paragraf biasanya berisi tentang ....
2. Sebutkan salah satu ciri kalimat transitif!
3. Apa yang dimaksud dengan ide pokok sebuah teks?
πŸ”‘ Kunci Jawaban Review:
  1. Gagasan atau inti utama yang dibahas dalam paragraf.
  2. Contoh: "Ibu memasak nasi goreng" (memiliki objek yang jelas).
  3. Gagasan utama atau inti dari sebuah teks atau paragraf.

🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Sebelum belajar, yuk simak dulu video pendek berikut ini! πŸŽ₯πŸ‘‚

▶️ Tonton Video: Menemukan Ide Pokok dari Teks yang Dibacakan

*Guru dapat memilih video yang paling sesuai dari hasil pencarian di atas.

πŸ“Œ Apa itu Teks Aural?

Teks aural adalah teks yang kita terima lewat pendengaran, misalnya teks yang dibacakan oleh guru, orang tua, atau yang didengar dari radio dan rekaman suara. Berbeda dengan membaca sendiri, saat menyimak kita harus benar-benar fokus karena teksnya tidak bisa diulang sesuka hati! πŸ‘‚

Contoh sehari-hari: Saat ibu guru membacakan pengumuman lomba 17 Agustus di depan kelas, itu adalah teks aural. Begitu juga ketika Ayah membacakan dongeng sebelum tidur, atau ketika mendengarkan berita cuaca di radio. πŸ“»

πŸ“Œ Cara Menemukan Ide Pokok dari Teks yang Dibacakan

  1. Dengarkan teks dengan tenang dari awal sampai akhir, jangan sambil bicara sendiri ya! 🀫
  2. Perhatikan kata-kata yang sering diulang, biasanya itu adalah petunjuk topik utama.
  3. Tanyakan pada diri sendiri: "Teks ini sebenarnya membahas tentang apa?"
  4. Coba ceritakan ulang dengan kalimat sendiri secara singkat.
Contoh: Jika guru membacakan teks tentang "Kebersihan Lingkungan Sekolah", maka ide pokoknya adalah pentingnya menjaga kebersihan sekolah, meskipun ada banyak kalimat pendukung seperti membuang sampah pada tempatnya, menyapu kelas, dan merawat tanaman. 🌳🧹

πŸ“ Penutup: Asesmen Formatif

Sekarang saatnya menguji seberapa hebat kamu menyimak! Semangat ya πŸ’ͺ

1. Teks yang kita terima lewat pendengaran disebut teks .... 
A. Visual   B. Aural   C. Digital   D. Tertulis
2. Saat menyimak teks yang dibacakan, sikap yang tepat adalah .... 
A. Sambil bermain hp   B. Sambil mengobrol   C. Duduk tenang dan fokus   D. Sambil tiduran
3. Ibu guru membacakan teks tentang "Manfaat Olahraga Pagi". Ide pokok teks tersebut adalah .... 
A. Cara memasak sehat   B. Pentingnya olahraga pagi   C. Jadwal pelajaran   D. Jenis-jenis makanan
4. Saat mendengarkan teks yang dibacakan, kita perlu memperhatikan kata yang sering ______ karena bisa menjadi petunjuk ide pokok. 
5. Dengarkan/bayangkan teks berikut yang dibacakan gurumu: "Setiap pagi, warga Desa Sukamaju bergotong royong membersihkan selokan agar tidak banjir saat musim hujan. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari Minggu." Menurutmu, apa ide pokok dari teks tersebut? Jelaskan dengan kalimatmu sendiri! 
πŸ”‘ Kunci Jawaban:
  1. B. Aural
  2. C. Duduk tenang dan fokus
  3. B. Pentingnya olahraga pagi
  4. diulang
  5. Ide pokoknya adalah kegiatan gotong royong warga Desa Sukamaju membersihkan selokan setiap hari Minggu untuk mencegah banjir saat musim hujan. (Jawaban siswa dapat bervariasi asal sesuai inti teks)

πŸ“š Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa teks aural adalah teks yang kita terima lewat pendengaran, dan untuk memahaminya kita perlu menyimak dengan fokus penuh. Ide pokok adalah gagasan utama yang menjadi inti dari sebuah teks. Dengan menjadi pendengar yang baik, kita bisa memahami informasi dengan lebih cepat dan tepat, baik di sekolah maupun di kehidupan sehari-hari. Yuk, terus berlatih menyimak dengan penuh perhatian! πŸŒˆπŸ‘‚

πŸ’– Refleksi Emosi Siswa

Bagaimana perasaanmu belajar hari ini? Lingkari emoji yang paling sesuai ya! πŸ˜„

😍
Sangat
Senang
😊
Senang
😐
Biasa
Saja
πŸ˜•
Bingung
😒

Minggu, 13 September 2026

 

πŸ“˜ Modul Ajar Matematika



IDENTITAS

πŸ‘©‍🏫 Nama GuruLuthfah Laela, S.Pd
πŸ“š MapelMatematika
πŸ—“️ Hari/TanggalKamis, 10 September 2026
🏫 Fase / KelasB / 4 Ummu Kultsum
πŸ”’ MateriKelipatan dan Faktor
πŸ“– Pertemuan Ke- 20

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Peserta didik mampu melakukan operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah, serta mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kelipatan dan faktor suatu bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)

  • Peserta didik mampu mengenal dan menjelaskan pengertian kelipatan suatu bilangan.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Aktivitas Mindful - Meaningful - Joyful

  1. Mindful (Fokus & Sadar): Siswa diajak tenang sejenak, mengucap basmalah, lalu mengingat kembali materi pembagian porogapit melalui tanya jawab ringan agar pikiran siap menerima materi baru.
  2. Meaningful (Bermakna): Siswa menonton video pembelajaran dan mendengarkan penjelasan guru tentang kelipatan, dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari seperti membagi kue, menyusun kursi, atau jadwal piket kelas, agar konsep terasa dekat dan mudah dipahami.
  3. Joyful (Menyenangkan): Siswa mengerjakan soal-soal secara bertahap dari mudah ke sukar dengan suasana santai, diselingi semangat dan apresiasi, lalu ditutup dengan refleksi perasaan.

πŸ› ️ Model, Metode, Media, dan Alat Peraga

Model & Metode Pembelajaran

Model Problem Based Learning (PBL) dipadukan dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi, dan latihan soal (drill) bertahap. Model ini cocok karena siswa perlu memahami konsep melalui contoh konkret sebelum berlatih soal mandiri.

Media dan Alat Peraga

  • Video pembelajaran (tautan YouTube)
  • Papan tulis dan spidol warna-warni
  • Kartu bilangan / kartu angka
  • Biji-bijian, sedotan, atau kelereng untuk peraga menghitung kelompok bilangan
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

🌀️ Pendahuluan

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim 🀲
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 😊

Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan selalu ditambahkan ilmu yang bermanfaat ya! Sudahkah kalian shalat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena shalat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang menciptakan kita, dan Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

πŸ•‹ Renungan: Allah adalah Al-Muhsi, Dzat yang mengetahui dan menghitung segala sesuatu di alam semesta ini dengan sangat teliti, sekecil apa pun itu. Nah, hari ini kita juga akan belajar "menghitung" dengan cara yang seru, yaitu mengenal kelipatan dan faktor bilangan! πŸ”’✨

πŸ” Review Materi Sebelumnya (Pembagian Porogapit)

Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita mengingat kembali pembagian porogapit! Coba kerjakan dulu ya πŸ˜‰

1. 84 : 4 = ....
2. 96 : 6 = ....
3. 128 : 8 = ....

🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Yuk, tonton dulu video pembelajaran berikut ini agar lebih semangat belajar! πŸŽ₯

▶️ Tonton Video: Kelipatan dan Faktor Bilangan

*Guru dapat memilih video yang paling sesuai dari hasil pencarian di atas.

πŸ“Œ Apa itu Kelipatan?

Kelipatan suatu bilangan adalah hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, 4, ...). Cara mudah mencarinya adalah dengan menambahkan bilangan itu terus-menerus, seperti melompat-lompat! 🐸

Contoh sehari-hari: Bu guru membagikan permen setiap 3 buah ke setiap anak. Jika terus ditambah, jumlah permen yang mungkin adalah: 3, 6, 9, 12, 15, ... Itulah kelipatan 3! 🍬

Contoh lain: Jadwal piket kelas dilakukan setiap 2 hari sekali. Maka piket akan jatuh pada hari ke-2, 4, 6, 8, ... itu juga kelipatan! 🧹

πŸ“Œ Apa itu Faktor?

Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang bisa membagi habis bilangan tersebut (tidak bersisa). Faktor selalu berpasangan! πŸ‘¬

Contoh sehari-hari: Ibu punya 12 kue dan ingin membagikannya sama rata ke beberapa piring. Piring yang bisa digunakan tanpa sisa kue adalah 1, 2, 3, 4, 6, atau 12 piring. Nah, angka-angka itulah faktor dari 12! πŸͺ

Contoh lain: 24 siswa akan dibariskan untuk upacara dengan jumlah baris yang sama rata. Baris yang mungkin adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, atau 24 baris, karena semua itu adalah faktor dari 24. 🚩

πŸ’‘ Perbedaan Kelipatan dan Faktor

Kelipatan itu hasil mengalikan (jumlahnya bisa banyak sekali, tidak terbatas), sedangkan faktor itu bilangan pembagi habis (jumlahnya terbatas, sesuai bilangan itu sendiri). Ingat ya: Kelipatan = "melompat maju", Faktor = "membagi rata"! 🐾

πŸ“ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu dengan 5 soal berikut ini! Semangat mengerjakan dari yang mudah dulu ya πŸ’ͺ

  1. Empat kelipatan pertama dari bilangan 4 adalah ...
  • a. 4, 8, 12, 16
  • b. 1, 2, 4, 8
  • c. 4, 6, 8, 10
  • d. 2, 4, 6, 8

  1. Bilangan yang merupakan kelipatan dari 5 di bawah ini adalah ...
  • a. 12
  • b. 18
  • c. 25
  • d. 32

  1. Kelipatan bilangan 3 yang kurang dari 15 adalah ...
  • a. 3, 6, 9, 12
  • b. 3, 6, 9, 12, 15
  • c. 6, 9, 12, 15
  • d. 3, 6, 9, 15

  1. Bilangan kelipatan 2 yang terletak antara 5 dan 13 adalah ...
  • a. 6, 8, 10, 12
  • b. 5, 7, 9, 11
  • c. 8, 10, 12, 14
  • d. 6, 8, 10

  1. Angka berapa selanjutnya dari pola kelipatan 6 berikut: 6, 12, 18, ... ?
  • a. 22
  • b. 24
  • c. 26
  • d. 28

πŸ“š Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa kelipatan adalah hasil kali suatu bilangan yang jumlahnya bisa terus bertambah tanpa batas, sedangkan faktor adalah bilangan-bilangan yang membagi habis suatu bilangan dan jumlahnya terbatas. Kedua konsep ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, menyusun barisan, atau membuat jadwal. Yuk, terus berlatih agar semakin mahir! 🌈

πŸ’– Refleksi Emosi Siswa

Bagaimana perasaanmu belajar hari ini? Lingkari emoji yang paling sesuai ya! πŸ˜„

😍
Sangat
Senang
😊
Senang
😐
Biasa
Saja
πŸ˜•
Bingung
😒
Butuh
Bantuan