A. 16 satuan luas
B. 18 satuan luas
C. 20 satuan luas
D. 24 satuan luas
A. 8 satuan luas
B. 9 satuan luas
C. 14 satuan luas
D. 16 satuan luas
A. 6 satuan luas
B. 10 satuan luas
C. 12 satuan luas
D. 14 satuan luas
A. 36 cm2
B. 42 cm2
C. 49 cm2
D. 56 cm2
A. 12 cm
B. 13 cm
C. 14 cm
D. 16 cm
A. 8 cm
B. 9 cm
C. 10 cm
D. 11 cm
A. 30 cm2
B. 40 cm2
C. 50 cm2
D. 60 cm2
A. 26 cm2
B. 60 cm2
C. 120 cm2
D. 576 cm2
A. 100 cm2
B. 121 cm2
C. 144 cm2
D. 154 cm2
A. 44 cm2
B. 88 cm2
C. 176 cm2
D. 252 cm2
Skimming
Cara cepat yang pertama adalah skimming, ya skimming! Bukan berenang ya, kalau itu swimming, hehe. Nah, dalam bahasa Indonesia memiliki artian sekilas. Teknik membaca ini digunakan saat kita ingin menemukan ide utama secara keseluruhan dari sebuah buku. Dengan cara ini, berarti kita tidak membaca buku kata satu demi satu kata melainkan berlompatan dari satu bagian ke bagian lain untuk melihat pokok pikiran utama dari topik yang dibaca. Nah, dari situ, kita bisa menentukan nih isi tulisan mana saja yang perlu dibaca lebih lanjut secara detail, kebayang, kan?
Oh ya, dengan skimming, kita jadi bisa membaca 3-4 kali lebih cepat dari membaca biasa lho! Belajar jadi lebih hemat waktu dan ngga bosenin! Terus, bagaimana dong caranya melakukan skimming? Yuk, ikuti langkah-langkah ini:
1. Perhatikan judul dan sub judul
Saat mulai membuka buku dan akan membaca halaman pertama, pasti kamu akan menemukan baris utama seperti judul atau sub judul, bukan? Nah, saat melakukan skimming, menyimak dua hal tersebut bisa membantu kamu untuk mengetahui apa-apa saja materi pada buku. Kamu bisa simak khusus di bagian yang ingin kamu pelajari dengan mengetahui judul dan sub judul dalam buku, ya!
2. Tidak perlu membaca kata demi kata
Fungsi utama dari skimming, ialah agar membaca bisa lebih cepat, dan kamu jadi tau apakah teks tersebut patut dibaca lebih lanjut atau tidak. Maka dari itu, jika kamu ingin cepat bisa memutuskan buku tersebut cocok untukmu, maka kamu bisa lebih cepat untuk melangkahi ke beberapa bagian, dan menilai apakah isi dari buku tersebut kamu butuhkan atau tidak.
3. Simak paragraf akhir
Pendidikan Pancasila
- Mempelajari Budaya: Mempelajari tarian, alat musik, atau seni tradisional daerah.
- Penggunaan Produk Lokal: Menggunakan pakaian adat, kain tradisional (seperti batik/tenun), dan mengonsumsi makanan khas daerah.
- Menghormati Perbedaan: Bersikap toleran terhadap budaya lain dan tidak merendahkannya, sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
- Aksi Nyata: Mengikuti atau menyelenggarakan festival budaya, pawai adat, dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.
- Selektif Budaya Asing: Menyaring budaya luar agar tidak menggeser nilai-nilai kebudayaan lokal.
- Salah satu cara melestarikan budaya daerah agar tidak punah adalah ...
- a. Meniru budaya asing yang masuk.
- b. Mempelajari dan mempraktikkan tari tradisional.
- c. Mengabaikan pertunjukan seni daerah.
- d. Lebih menyukai produk luar negeri.
- Tindakan yang menunjukkan sikap menghargai keragaman suku bangsa di sekolah adalah ...
- a. Berteman dengan siapa saja tanpa membedakan suku.
- b. Hanya bermain dengan teman satu suku.
- c. Mengejek pakaian adat daerah lain.
- d. Membuat geng berdasarkan daerah asal.
- Festival budaya daerah biasanya diadakan untuk ...
- a. Mencari keuntungan pribadi.
- b. Mengenalkan dan melestarikan budaya ke generasi muda.
- c. Memamerkan kekayaan.
- d. Membandingkan budaya yang paling bagus.
- Berikut yang merupakan contoh perilaku menjaga keragaman di tengah masyarakat adalah ...
- a. Menutup diri dari pergaulan.
- b. Memaksakan budaya sendiri kepada orang lain.
- c. Mengikuti gotong royong tanpa membedakan agama.
- d. Mengganggu ibadah agama lain
- 5. Salah satu cara sederhana melestarikan bahasa daerah adalah …
a. Hanya menggunakan bahasa asing
b. Malu berbicara bahasa daerah di rumah
c. Menggunakannya saat berkomunikasi dengan keluarga
d. Menghapus pelajaran bahasa daerah di sekolah











Tidak ada komentar:
Posting Komentar