Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di Bandar Lampung
80243pm
Sabtu, 28 Maret
6:01am 12:05 6:06pm

Jumat, 30 Oktober 2020

Kisah sahabat Nabi : Khubaib bin Adi yang Disalib hingga Ditelan Bumi

 KHUBAIB BIN ADI RADHIYALLAHU ANHU 

 

 

 https://www.youtube.com/watch?v=_xU91BZbhHY

 

  Suatu hari sekelompok orang kafir datang menemui Rasulullah dan berkata bahwa mereka telah memeluk Islam. Kemudian Rasulullah mengirimkan sepuluh sahabat kepada mereka untuk mengajari Al Qur’an.

Ternyata sekelompok kafir tersebut membunuh para utusan Rasulullah tersebut, kecuali Khubaib bin Adi yang berhasil melarikan diri dan bersamanya ada seorang sahabat bernama Zaid bin Datsinah. Namun sayangnya aksi pelarian tersebut gagal dan keduanya ditawan. Orang yang menawannya tahu bahwa Khubaib merupakan orang yang membunuh Abu Aqabah Al Harits di perang Badar.

Khubaib akhirnya dijual kepada Ibnu Aqabah sebagai bentuk balas dendam terhadap sang sang ayah. Ia hendak dibunuh secara perlahan dengan cara disalib hidup-hidup.

Pada saat yang sama di Madinah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang bisa menurunkan Khubaib dari kayunya (penyalibnya) maka dia mendapatkan surga.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Abu Daud).

Di antara orang yang hadir, Zubair bin Awwam benjawab, “Aku, wahai Rasulullah!”

Kemudian seorang sahabat lain, yakni Miqdad berkata, “Aku bersamanya, wahai Rasulullah.”

Kemudian Zubair dan Miqdad berangkat ke Mekkah dan mendapati Khubaib di atas kayu salibnya. Sayangnya, Khubaib saat itu telah meninggal dunia. Tubuhnya dikelilingi dan dijaga oleh 40 orang Quraisy. Kedua sahabat tersebut kemudian menunggu hingga orang-orang Quraisy lalai. Setelah dirasa cukup lenggang, keduanya berusaha menurunkan jasad Khubaib.

Ketika akhirnya orang Quraisy sadar, mereka mencari jasad Khubaib dengan mengikuti jejak kaki orang yang telah mengambil jasad tersebut. Mereka kemudian bertemu dengan Zubair dan Miqdad. Kedua sahabat tersebut merasa telah ketahuan sehingga meletakkan jasad Khubaib di atas tanah.

Tak disangka, jasad Khubaib justru ditelan tanah dan menghilang. Persitiwa ini juga disebut sebagai Baliul ardh atau orang yang ditelan bumi.

Setelah itu Zubair melepeaskan sorban yang digunakan untuk menyembunyikan dirinya. Dia berkata, “Aku adalah Zubair bin Awwam. Ibuku adalah Shafiah binti Abdul Muthalib. Temanku adalah Miqdad. Jika kalian ingin, aku bisa menyombongkan diri—setiap keduanya menyombongkan diri. Aku juga bisa membunuh kalian atau jika kalian ingin pergi, pergilah.”

Orang Quraisy tersebut berkata, “Kami hendak pergi.” Kemudian pergilah mereka.

Miqdad dan Zubair pun kembali ke Madinah dan menceritakan apa yang dialami mereka juga dengan jasad Khubaib. Kedatangan mereka ternyata disambut dengan kabar gembira bahwa keduanya akan mendapat surga, begitu pula dengan Khubaib.

Kejadian ini disebut-sebut sebagai sebab turunnya firman Allah dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 207. Adalah Khubaib yang menjual dirinya dengan surga.

Allah berfirman, “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS. Al Baqarah: 207).

Pada saat orang Quraisy hendak membunuhnya, Khubaib berkata, “Tunggulah! Aku ingin shalat dua rakaat.”

Setelah selesai, Khubaib melihat orang Quraisy seraya berkata, “Demi Allah, jika bukan karena aku takut kalian bunuh, maka aku akan menambah shalat sehingga waktu eksekusi pembunuhanku akan berlangsung lama.”

Kemudian Khubaib berdoa, “Ya Allah, hitunglah jumlah mereka. Bunuhlah mereka satu per satu, jangan biarkan satupun dari mereka.”

Di tengah keadaannya yang tersalib dan dihujani anak panah, seorang pemuka Quraisy mendatanginya dan berkata, “Sukakah engkau bila Muhammad menggantikanmu sementara engkau sehat bersama keluargamu?”

Khubaib menjawab, “Demi Allah! Tak sudi aku bersama anak istriku selamat menikmati kesenangan dunia, sementara Rasulullah terkena musibah walau oleh sepotong duri!”

Sebelum akhirnya dibunuh, Khubaib berbisik, “Aku tidak peduli ketika aku dibunuh dalam keadaan muslim, di tempat mana saja nyawaku hilang karena Allah. Demikian ini karena Allah, kalau Dia berkehendak, akan memberkahi seluruh anggota tubuh yang terkoyak.”

Demikianlah keteguhan Khubaib dalam menjaga iman dan Rasul-Nya. Balasan surga dan segala keindahan di dalamnya telah menanti Khubaib.

Wallahu ‘alam bisshawab

 

 

 

Kamis, 29 Oktober 2020

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awwal 1442 H ( 29 Okt 2020)

Dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW 

Semoga kita termasuk dalam golongan yang disebutkan baginda Nabi sebagai "Ikhwani" , yaitu orang-orang yang percaya akan kerasulannya dan  mencintainya, meskipun belum pernah bertemu dengan beliau.

Mari perbanyak bershalawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW, semoga kita akan mendapat syafaatnya kelak. aamiin ya robbal 'aalamiin

 Peristiwa Besar Jelang Kelahiran Rasulullah 

 
 
 
 
 

Fadhilah Istighfar

 Cerita para ulama 

ISTIGHFAR 

Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. Di masa akhir hidupnya beliau bercerita;

Suatu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Iraq. Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada keperluan.

Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita;

Begitu tiba di sana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat.

Begitu selesai solat dan jamaah bubar, Imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba penjaga masjid datang menemui Imam Ahmad sambil bertanya; "Kenapa kamu di sini, syaikh?."

Penjelasan

Kata "syaikh" boleh digunakan untuk 3 panggilan:

1⃣untuk orang tua,

2⃣orang kaya atau pun

3⃣orang yg berilmu. 

Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena penjaga tu memanggil hanya sebagai orang tua.

Penjaga masjid itu tidak tau yang lelaki itu adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan dirinya. Di Iraq, semua orang kenal siapa Imam Ahmad, seorang ulama besar & ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih & zuhud. Zaman itu tidak ada kamera / gambar sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.

Imam Ahmad menjawab, "Saya ingin istirahat, saya musafir."

Kata penjaga tu, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid."

Imam Ahmad bercerita,

"Saya diusir oleh orang itu, disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di birai masjid."

Ketika sudah berbaring di birai masjid Penjaganya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Kamu nak apa lagi syaikh?". Kata penjaga itu. 

Sy nak tidur, saya musafir", kata Imam Ahmad.

Lalu penjaga masjid berkata;

"Di dalam masjid tidak boleh, di birai masjid juga gak boleh." Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita, "Saya diusir sampai jalanan."

Di samping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat & menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adunan, sambil melihat kejadian imam Ahmad diusir oleh penjaga masjid tadi. 

Ketika Imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh; "Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meski pun kecil."

Kata Imam Ahmad, "Baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk di belakang penjual roti yg sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).

Penjual roti ini punya perilaku baik dan memuliakan tamu.dia terus membuat adunan roti sambil *(terus-menerus)* melafazkan *ISTIGHFAR.* _"Astaghfirullah"_

Saat meletakkan garam, _astaghfirullah_, memecah telur, _astaghfirullah_ , mencampur gandum _astaghfirullah_. Dia senantiasa mengucapkan _istighfar_. Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad terus memerhatiknnya.

Lalu imam Ahmad bertanya, _"Sudah berapa lama kamu lakukan ini?"_

Orang itu menjawab; 

"Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan."

Imam Ahmad bertanya;

"Apa hasil dari perbuatan mu ini?"

Orang itu menjawab;

"(lantaran wasilah istighfar) Tidak ada hajat / keinginan yg saya minta, kecuali PASTI dikabulkan Allah. Semua yg saya minta ya Allah... pasti saya akan dapat"

Rasulullah

صلى الله عليه وسلم 

pernah bersabda;

"Siapa yg menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rezeki dari jalan yg tidak disangka-sangkanya."

Lalu orang itu melanjutkan, "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yg belum Allah beri."

Imam Ahmad penasaran lantas bertanya;

"Apa itu?"

Kata orang itu;

"Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad."

Seketika itu juga Imam Ahmad bertakbir, "Allahu Akbar..! 

Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan - sampai diusir oleh penjaga masjid - Sampai ke jalanan, ternyata karena ISTIGHFAR MU."

Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah, ternyata yg di depannya adalah Imam Ahmad.

Ia pun langsung memeluk  Imam Ahmad.


(SUMBER: Kitab Manakib Imam Ahmad)


Wallahu a'lam

Selasa, 27 Oktober 2020

T4 ST 1 PB 4 TUESDAY, 27 OCT 2020

 

Apa kabar anak sholih sholihah ? semoga anak-anak bu guru di rumah selalu dalam keadaan sehat wal’afiyah dan tetap dalam lindungan Allah SWT. 

 

Anak sholih sholihah, di masa pandemi covid ini kalian harus tetap waspada, pakailah masker terutama saat berada di luar rumah, rajinlah mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan  kegiatan. makanlah makanan bergizi dan istirahat yang cukup, supaya kalian tetap sehat.  

 

Anak sholih sholihah, mari awali kegiatan hari ini dengan membaca doa, dilanjutkan murojaah, dan sholat duha. Setelah duha, mari kita bersiap memulai pembelajaran hari ini. Mintalabantuan kepada bunda/ mama untuk mendampingi Ananda selama melakukan kegiatan pembelajaran ya! Jangan lupa ucapkan tolong bila minta bantuan, ucapkan maaf apabila melakukan kesalahan, dan ucapkan terima kasih setelah mendapatkan bantuan.

    

Anak sholih sholihah 

Pembelajaran hari ini Tema 4 Globalisasi Subtema 1 Globalisasi di sekitar kita 

Pembelajaran 4.

Adapun tujuan pembelajaran hari ini : siswa mampu menyebutkan informasi penting dari

teks ekplanasi yang dibaca, menjelaskan sikap yang perlu dikembangkan

dalam hal keberagaman ekonomi.

     Baiklah anak sholih sholihah, langsung saja Ananda tonton dan simak video pembelajaran  matematika berikut ya


Anak sholih sholihah, bagaimana dengan penjelasan materi dalam video pembelajaran di atas, Bu Guru berharap anak-anak sudah bisa memahaminya dengan baik ya. Untuk mengetahui pemahaman anak-anak tentang materi hari ini bu guru siapkan latihan di bawah ini

 https://forms.gle/4dXtLLvN6ha2XUsE9

 Demikian pembelajaran hari ini, semoga ilmu yang anak-anak  peroleh hari ini bermanfaat 

dan dapat menambah wawasan baru.

 
Tetap semangat belajar di rumah ya ......
 
Kerjakan sholat lima waktu ON TIME
 
Biasakan murojaah / tadarrus ba'da maghrib dan shubuh

 Patuhi nasehat Ayah Bunda/Mama Papa

 
Anak sholih shilhah 
Mari akhiri pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah


See you tomorrow ........and happy day .......