Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di Bandar Lampung
80243pm
Sabtu, 28 Maret
6:01am 12:05 6:06pm

Jumat, 31 Januari 2020

Kisi kisi PH

Hari / Tanggal   : jumat, 31 januari 2020
Penilaian Harian  tema 7

PPKn
Menganalisis pengamalan nilai- nilai pancasila  dalam kehidupan sehari hari


Bahasa Indonesia
Menggali isi teks pidato yang didengar dan dibaca

IPA
Menghubungkan ciri ciri pubertas pada laki laki dan perempuan dengan kesehatan organ reproduksi

IPS

Menganalisis posisi dan peran Indonesia dalam kerjasama Asean di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, tekbologi dan pendidikan dalam lingkup Asean

SBDP
Memahami penampilan tari kreasi daerah


Rabu, 29 Januari 2020

Ringkasan

                                                          MATERI AJAR

Hari/Tanggal           : Kamis, 30 Januari 2020
Tema 7                    : Pemimpin
Subtema  3              : Ayo, memimpin !
PB                           : 5 dan 6



Ayo Membaca

Pagi itu ayah dan ibu sudah menunggu Beni di kamar makan. Mereka biasa sarapan bersama di pagi hari. Ayah memanggil nama Beni, tetapi Beni tidak menyahut. Kemudian, ibu berjalan menuju kamar Beni. Tiba di depan kamar Beni, ibu mengetuk pintunya sambil berkata, “Beni, ayo kita sarapan.”

“Iya, Bu”, jawab Beni.

Ibu membuka pintu kamar Beni. Ibu melihat Beni sudah mengenakan seragam, tetapi belum menyisir rambutnya. Beni sedang memasukkan buku-buku dan perlengkapan sekolahnya ke dalam tas.

“Kamu tadi terlambat bangun, Beni?” tanya ibu,

“Iya, Bu. Tadi malam Beni mengerjakan tugas. Beni baru tidur pukul 11 lebih” jawab Beni.

“Kapan ibu guru memberikan tugas itu?” tanya ibu.
“Sebenarnya sudah seminggu yang lalu, Bu,” jawab Beni lirih.
“Hhmmm... jika kamu dapat memimpin dirimu sendiri, pasti pagi ini kamu tidak akan terlambat bangun,” kata ibu.

“Maksud Ibu?” tanya Beni.

“Maksud Ibu, jika kamu dapat memimpin dirimu sendiri dengan mengatur waktumu dengan baik, tentu tugas itu sudah selesai dari kemarin, bukan?” kata ibu.

“Iya, Bu. Besok-besok Beni tidak akan menunda mengerjakan tugas,” kata Beni.

“Baiklah. Tapi, Ibu senang kamu telah berusaha keras dan mengerjakan tugasmu sendiri tanpa perlu bantuan orang lain. Ayo, sekarang kita sarapan. Ayah sudah menunggu,” kata ibu.

Ayo Berdiskusi

Diskusikan dengan teman dalam kelompokmu hal-hal berikut.

1. Pernahkah kamu mengalami kejadian seperti Beni?

2. Sikap apa yang tidak pantas ditiru dari cerita Beni di atas?

3. Sikap apa yang dapat ditiru dari cerita Beni di atas?

4. Tuliskan pendapatmu mengenai pelaksanaan keadilan di lingkungan sekitarmu.

Ayo Mencoba

Hari ini kamu akan berpidato dengan menggunakan teks pidato yang sudah kamu buat. Kamu pun akan mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan karena kamu akan memimpin sepuluh orang teman kelasmu.

Pilihlah tempat untuk berpidato di hadapan teman-temanmu itu. Berpidatolah dengan lantang, percaya diri, dan penuh semangat, namun tetap harus santun.


Selasa, 28 Januari 2020

Ringkasan

                                                                MATERI AJAR

 Hari / Tanggal    : Rabu, 29 Januari 2020
 Tema 7               : Pemimpin
 Subtema 3          : Ayo, memimpin !
 PB                      : 3 dan 4
 Muatan               : Bahasa Indonesia, PPKn,IPS,



Pidato Tentang Gotong Royong

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Syukur Alhamdulillah, kita ucapkan puji syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya kita dapat berkumpul bersama pada pagi hari yang cerah ini. Yang terhormat, Bapak/Ibu guru yang saya kagumi, serta teman-teman yang saya sayangi.

Perkenankanlah pada kesempatan kali ini, saya ingin memberikan satu fakta unik. Suatu fakta yang mana di negara-negara modern tidak akan ditemui hal ini. Mungkin kita kagum melihat Amerika dengan kemajuan teknologinya, mungkin kita kagum melihat Jepang dengan etos/semangat kerjanya, mungkin kita kagum dengan kehebatan arsitek orang-orang Eropa. Tapi kita sebagai orang Indonesia jangan kecil hati melihat kenyataan tersebut, karena apa? Karena orang Amerika, orang Jepang maupun orang Eropa pasti akan terkagum-kagum melihat satu fakta unik ini, suatu fakta kenyataan yang hanya dimiliki oleh orang Indonesia, tidak oleh orang Amerika, tidak oleh orang Jepang, atau negara-negara Eropa lainnya, apa itu? Hal tersebut adalah GOTONG ROYONG.

Gotong royong adalah istilah Indonesia untuk bekerja bersama-sama untuk mencapai hasil yang diinginkan. Bukankah di luar negeri juga ada bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan? Memang ada, namun kegiatan di luar negeri tersebut masih diikuti dengan yang namanya materialistis alias bersifat kebendaan. Apa-apa dinilai dengan uang. Kita ambil contoh di Indonesia, saat satu keluarga ingin membongkar rumahnya untuk direnovasi, apa yang terjadi? maka berbondong-bondong para tetangga maupun orang-orang di sekitar lingkungan itu dengan ikhlas bahu membahu membongkar rumah tersebut, tanpa diperintah, warga masyarakat bermusyawarah menentukan pembagian kerja, tidak ada upah/bayaran sama sekali, tuan rumah hanya menjamu para warga tersebut dengan makanan ala kadarnya. Bagaimana dengan  di Amerika, Jepang, atau negara-negara Eropa lainnya? Adakah bila satu keluarga hendak membongkar rumah untuk direnovasi, maka para tetangganya turut membantu? Tidak ada teman-teman. Tetangga atau orang-orang di sekitarnya akan bersikap cuek, tidak peduli, karena itu bukan masalah mereka, itu masalah yang punya rumah. Jadi ketika rumah mau dibongkar untuk direnovasi, maka pemilik rumah pasti memakai jasa kontraktor rumah untuk melakukannya, karena negara-negara di luar sana, apa-apa dinilai dengan uang.

Bersyukurlah dan berbanggalah kita hidup di Indonesia, karena uang memang penting, tapi itu bukan yang utama. Yang utama adalah kebersamaan dalam kebahagiaan dan keceriaan. Oleh karena itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus mampu mempertahankan salah satu ciri bangsa kita ini. Semangat gotong royong harus tetap kita jaga, harus tetap identik dengan bangsa Indonesia. Semangat gotong royong ini harus kita tularkan kepada sesama, karena dengan semangat gotong royong semangat kebersamaan aka tetap terjaga dan tujuan bisa tetap tercapai, "Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing"

Demikianlah sedikit kata yang bisa saya sampaikan, semoga bisa menginspirasi kita semua, jika ada kurangnya, saya mohon maaf, karena saya adalah manusia, tempat salah dan lupa. Jika ada lebihnya, semua itu semata-mata karena Tuhan Yang Maha Pemurah. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ayo Berdiskusi

1. Dari teks pidato di atas, apa yang kamu ketahui tentang koperasi?

  • Modal utama koperasi adalah kekeluargaan dan kebersamaan
  • Tujuan utama koperasi tidak mengejar keuntungan pribadi, tetapi mewujudkan kesejahteraan anggota koperasi
  • Keputusan koperasi diambil berdasarkan musyawarah
  • Anggota koperasi memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati hasil koperasi
  • Kewajiban anggota koperasi adalah peduli terhadap jalannya usaha koperasi

2. Nilai-nilai Pancasila apa sajakah yang diterapkan oleh para anggota koperasi?

  • Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, serta kewajiban setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan warna kulit (Sila ke-2)
  • Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira (Sila ke-2)
  • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika (Sila ke-3)
  • Memajukan persatuan dan kesatuan bangsa (Sila ke-3)
  • Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain (Sila ke-4)
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama (Sila ke-4)
  • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan (Sila ke-4)
  • Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah (Sila ke-4)
  • Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah (Sila ke-4)
  • Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan (Sila ke-4)
  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, mengutamakan nilai-nilai kebersamaan dan keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama (Sila ke-4)
  • Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong (sila ke-5)
  • Menjaga antara hak dan kewajiban (Sila ke-5).

Ayo Mengamati

Perhatikan gambar di bawah ini.

jawaban halaman 123 kelas 6 tema 7

Kedua gambar itu merupakan bagian dari kampus perguruan tinggi ternama. Gambar kiri merupakan kampus Nanyang Technology University (NTU) di Singapura. Gambar kanan merupakan kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok. Banyak mahasiswa NTU berasal dari Indonesia. Sebaliknya, banyak pula mahasiswa yang belajar di UI berasal dari luar negeri.
Ayo Mencoba Coba, carilah informasi bentuk-bentuk kerja sama dalam bidang pendidikan di ASEAN. Carilah informasi dari buku-buku referensi di perpustakaan sekolahmu. Jika kamu mencari informasi dari internet, mintalah Bapak/Ibu guru mendampingimu.

Kerjasama ASEAN dalam bidang Pendidikan :
  • Pembentukan 56 pusat studi ASEAN di berbagai perguruan tinggi di Indonesia
  • Implementasi ASEAN Credit Transfer System (ACTS)
  • Implementasi Plan of Action to Implement teh Phnom Penh Decalaration on the EAS Development Initiative, khususnya di bidang standarisasi mekanisme pengajaran, vocational dan technical training, mobilitas pelajar dan Interoperability mekanisme kualifikasi nasional dan regional
  • Implementasi inisiatif East Asia Vision Group II (EAVG II) diantaranya rencana pembentukan jaringan universitas di Asia Timur.

Dheda dan Lima Butir Kentang

Dahulu, ada seorang pencari kayu bakar bernama Dheda. Dia hidup bersama istri dan ketiga anaknya. Mereka keluarga miskin yang tinggal di gubuk sederhana. Sudah seminggu ini, turun hujan. Dheda pun tidak dapat pergi ke hutan mencari kayu bakar.

Istri Dheda berkata, “Suamiku, persediaan makanan kita hampir habis. Disini, hanya tersisa lima butir kentang. Itu pun tidak cukup untuk makan kita sekeluarga.”

“Aku tahu. Bersabarlah, semoga besok tidak hujan dan aku dapat pergi bekerja. Sisa kentang yang ada biarlah untuk makan anak-anak saja,” kata Dheda.

Menjelang sore, ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Dheda. Setelah dibuka, ternyata ada seorang pengemis tua. Dia basah kuyup kehujanan.

“Aku sudah berhari-hari kehujanan. Aku juga kedinginan dan kelaparan. Bolehkah aku minta sedikit makanan?” tanyanya.

Dheda kasihan melihat si Pengemis. Tapi, dia juga tidak mempunyai banyak makanan. Dheda bermusyawarah dengan istri dan anak-anaknya. Akhirnya, mereka bersepakat untuk memberikan sisa makanan kepada si Pengemis.

“Baiklah, kami akan memberikan lima butir kentang itu kepadamu. Kami sangat kasihan melihatmu,” kata Dheda kepada si pengemis.

“Tunggulah sebentar, aku akan memasaknya dulu,” kata istri Dheda.

Setelah matang, kentang pun dihidangkan. Si Pengemis makan empat  butir kentang. Kini, kentang yang tersisa tinggal satu. Sebelum pergi dia berpesan, “Jika kalian mau makan, irislah kentang ini menjadi lima. Pasti cukup untuk makan keluargamu.”

Dheda kemudian mengiris kentang itu menjadi lima. Ternyata, kelima irisan kentang itu berubah menjadi lima butir kentang. Jika sebutir kentang diiris lima lagi, maka tiap irisannya akan menjadi lima butir kentang lagi. Begitu seterusnya.

Kini, Dheda dan keluarganya tidak pernah kekurangan makanan lagi. Dheda juga membagi-bagikan kentangnya kepada tetangganya.

Sumber: http://dongengceritarakyat.com

jawaban kelas 6 tema 7 halaman 126

Senin, 27 Januari 2020

RINGKASAN

                                                            MATERI AJAR

 
Hari/Tanggal   : Selasa, 28 Januari 2020
Tema 7           : Kepemimpinan
Sub Tema 3    : Ayo, memimpin !
PB                  :  1 dan2
Muatan           : Bahasa Indonesia, PPKn, SBDP
 Apabila kamu ingin menjadi seorang pemimpin, kamu harus tahu siapa dirimu, apa kelebihan dan kekuranganmu. Hal ini akan bermanfaat agar kamu tahu kemampuan apa yang harus kamu kembangkan. Kamu bisa belajar tentang kebutuhan dasar seorang pemimpin dari cerita di bawah ini. Bacalah dalam hati teks  berikut ini.

Semut dan Belalang

Di bawah terik matahari, barisan semut berjalan rapi menuju sarang. Sudah puluhan kali barisan ini berjalan bolak-balik di bawah komando sang pemimpin. Setiap semut membawa bulir makanan di atas badannya. Tidak lebih dari satu bulir dapat dibawa semut, hingga tak cukup sekali atau dua kali mereka bolak-balik menuju sarang.

Sementara di antara hijau rumput di pinggir kolam, seekor belalang duduk santai menikmati semilir angin. Terheran-heran ia menyaksikan barisan semut bolak-balik melintas di hadapannya.
“Hai Semut-Semut! Apa sih yang kalian lakukan? Sibuk sekali sejak pagi? Tidakkah mondar-mandir di tengah terik matahari membuat kalian lelah  dan berkeringat?” seru Belalang kepada barisan semut.

Jawaban Tema 7 Kelas 6 Subtema 3 Pembelajaran 1 Halaman 105,106,111

“Kami bekerja keras mengumpulkan persediaan makanan untuk musim dingin nanti. Barisan kami memang panjang, tetapi daya angkut kami tidak banyak. Oleh karena itu, kami harus mondar-mandir”ujar Komandan Semut menjawab Belalang.

“Haaah? Mengumpulkan makanan untuk musim dingin? Repot sekali! Musim dinginkan masih lama? Sekarang nikmati saja teriknya matahari dan makanan yang berlimpah. Untuk apa sibuk dari sekarang?” ujar Belalang sambil terkekeh menertawakan Semut-Semut.

“Hai Belalang! Harusnya kamu melakukan hal yang sama. Serangga seperti kita harus bersiap-siap menghadapi musim dingin. Nanti, semua tanaman dan sumber makanan lain akan beku tertutup salju. Hembusan angin dingin juga akan membuat kita yang bertubuh kecil sulit keluar
sarang untuk mencari makan” balas Komandan Semut.

“Benar Belalang! Harusnya kamu mengumpulkan teman-temanmu untuk bekerja sama mengisi sarang dengan persediaan makanan. Justru karena musim panas masih panjang, kita masih punya banyak waktu untuk mencicil pekerjaan,” Semut kecil menambahkan dari barisan belakang.

“Ah, semua temanku juga sedang bersantai. Terserah kalian sajalah kalau ingin merepotkan diri!” tukasnya.

Begitulah adanya. Sepanjang musim panas barisan Semut sibuk bekerja, sementara Belalang santai bermalas-malasan. Hingga tiba saatnya musim dingin. Semut-semut nyaman bercengkerama di sarangnya yang berlimpah makanan. Bagaimana dengan Belalang? Ia meringkuk kedinginan dan kelaparan di balik dinginnya batu.

Jawablah pertanyaan berikut!

1. Apa yang dilakukan sekelompok Semut? Mengapa mereka harus melakukannya?
2. Bagaimana menurutmu sikap Belalang?
3. Bagaimana cara semut bekerja?
4. Nilai-nilai baik apa yang bisa kamu teladani dari cerita di atas?
pelajaran yang bisa diambil dari kisah di atas :
  • Pekerjaan akan lebih mudah dan cepat dilakukan dengan cara gotong royong/kerjasama
  • Dengan persatuan dan kesatuan, tujuan bersama akan lebih mudah tercapai
  • Dengan kepemimpinan yang baik, maka suatu perkumpulan/organisasi dalam melaksanakan aktivitasnya akan lebih baik dan mudah, serta lebih mudah dalam mencapai tujuan bersama
  • Bekerja keras pantang menyerah akan membuahkan hasil yang baik sesuai dengan yang diharapkan
  • Dengan saling menasihati satu dengan yang lain, maka keberhasilan suatu tujuan akan lebih mudah tercapai dan akan timbul rasa kekeluargaan dan kebersamaan
  • Malas dan sombong hanya akan merugikan diri sendiri


Apakah kamu tahu kelebihan dan kekuranganmu? Ayo, isi diagram berikut!

Kelebihanku : (silakan dipilih)


  • Mudah bergaul 
  • Humoris
  • Pantang menyerah
  • Rasa ingin tahu yang tinggi
  • Toleran

Kekuranganku : (silakan dipilih)

  • Pelupa
  • Menunda pekerjaan
  • Ceroboh
  • Penakut
  • Malas


Menyadari kekurangannya, Semut hidup dengan bergotong royong. Mereka sadar bahwa tidak mungkin dapat mengumpulkan makanan tanpa bekerja sama.


Kegiatan di Sekolah yang membutuhkan gotong royong :


  1. Gotong royong dalam piket kelas
  2. Gotong royong dalam persiapan upacara bendera
  3. Gotong royong dalam mengerjakan tugas kelompok
  4. Gotong royong dalam mengumpulkan dana untuk korban bencana
  5. Gotong royong dalam melaksanakan 5 K (Kebersihan, keamanan, ketertiban, keindahan dan kekeluargaan) di sekolah.


PPKn


  • Koperasi didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama para anggota
  • Anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam menikmati keuntungan koperasi
  • Kebersamaan dan Kekeluargaan merupakan modal paling penting dalam koperasi
  • Kewajiban setiap anggota untuk menjalankan koperasi demi kesuksesan koperasi, dan bukan tergantung pada ketua atau pengurus koperasi
  • Koperasi digunakan untuk memenuhi kebutuhan anggotanya, sehingga setiap anggota koperasi akan berkembang rasa kepeduliannya
  • Keputusan dalam koperasi merupakan hasil musyawarah seluruh anggotanya. 


Rancangan Teks Pidato

Topik :


 "Bermusyawarah untuk kepentingan bersama"

Salam pembuka

Berisi Kalimat Sapaan

Pendahuluan

Memaparkan tentang musyawarah mufakat

Inti

Berisi tentang bahasan topik Bermusyawarah secara lengkap, manfaat yang diperoleh, tujuan dan dampak dari musyawarah

Penutup

Penyampaian rangkuman/intisari dari Musyawarah untuk kepentingan bersama

Salam penutup

Berisi kalimat salam penutup




jawaban halaman 113 kelas 6 tema 7

Perhatikan gambar patung di atas

1. Siapakah tokoh yang diwujudkan dalam bentuk patung itu?

Tokoh proklamator, yaitu ir. Sukarno dan drs. Muhammad Hatta

2. Apa bahan pembuatannya?

Bahan pembuatannya dari batu granit/batu andesit, batu marmer, semen, pasir, baja

3. Menurut perkiraanmu, bagaimana cara pembuatan patung itu?

Batu dari bahan granit/andesit dipahat berdasarkan bagian-bagian tertentu, setelah jadi tiap bagian, kemudian direkatkan dengan semen. Jika ada bahan yang menggunakan besi/baja maka merekatkannya dengan di las (penyambungan besi dengan cara dibakar)

Diskusikan hasil pengamatan kalian, lalu ceritakan kepada kelompok lain dan Bapak/Ibu Guru ?

Tokoh yang ada pada gambar diamati adalah patung tokoh proklamator, yaitu ir. Sukarno dan drs. Muhammad Hatta. Fungsi patung tersebut adalah patung Monumen. Jenis patung tersebut adalah berbentuk figuratif, jenis Zonde Bosse (patung yang berdiri sendiri dan terlepas di kanan kirinya). Bahan patung dari bahan keras, seperti batu dan besi/baja.


1. Ciri-ciri patung
2. Jenis-jenis patung
3. Bahan pembuat patung
4. Teknik pembuatan patung

1. Ciri-ciri Patung

• Berbentuk 3 dimensi (bisa dilihat dari segala arah)
• Memiliki tekstur
• Memiliki warna
• Memiliki bentuk

2. Jenis-jenis patung
 
 - Berdasarkan bentuk :

  • Figuratif  (meniru bentuk secara alami)
  • Non Figuratif (tidak dibuat seperti bentuk figuratif/alami)

- Berdasarkan jenis :

  • Zonde Bosse (bentuk patung yang berdiri sendiri dan terlepas di kanan kirinya)
  • Relief (bentuk patung yang menempel pada permukaan dinding). Relief dibagi menjadi 3 yaitu : Baserelief (menampilkan bentuk-bentuk yang timbul kurang dari setengahnya), Demirelief (menampilkan  bentuk persis setengah dari bentuknya), Hautrelief (menampilkan bentuk yang sama dengan bentuknya).

- Berdasarkan Fungsi :

  • Patung Religi (patung dengan tujuan sebagai sarana beribadah dan bermakna religius bagi pemeluk agama tertentu
  • Patung monumen (patung untuk memperingati/mengenang peristiwa dan kejadian yang bersejarah
  • Patung arsitektur (patung yang dibuat untuk menunjang dalam konstruksi bangunan dan bernilai estetika/keindahan
  • Patung dekorasi (patung yang dibuat untuk menghias bangunan atau lingkungan/taman)
  • Patung seni (patung yang dibuat sebagai karya seni murni untuk dinikmati keindahan bentuknya)
  • Patung kerajinan (patung yang dibuat untuk dijual, biasa dibuat oleh para pengrajin)

- Berdasarkan corak

  • Corak Imitatif/realis/representatif (patung ini berdasarkan tiruan dari bentuk alam, berdasarkan bentuk fisik, baik anatomi, proporsi maupun gerak
  • Corak Deformatif (patung yang telah banyak berubah dari tiruan alam, diubah menjadi bentuk baru berdasarkan imajinasi pematung)
  • Corak Nonfiguratif/abstrak (patung yang secara umum sudah meninggalkan bentuk-bentuk alam untuk perwujudannya. Corak abstrak dipengaruhi oleh aliran konstruksi. Patung dipandang sebagai bentuk konstruksi, yaitu besi, kayu, plat, plastik, kawat, dan lain-lain).

3. Bahan pembuat patung

  • Bahan lunak (material yang digunakan lunak dan mudah dibentuk. Seperti tanah liat, plastisin, sabun dan lainnya)
  • Bahan sedang (material yang digunakan tidak lunak dan tidak keras. Misal kayu sengon, kayu waru, kayu mahoni, kayu randu dan lainnya)
  • Bahan keras (material dapat berupa kayu atau batu-batuan. Misal kayu jati, kayu ulin, batu andesit, batu granit, batu marmer dan lainnya)
  • Bahan campuran (material yang bukan berasal dari 3 jenis bahan di atas. Misal dari semen, pasir, perunggu, kuningan, emas dan lainnya).

4. Teknik pembuatan patung

  • Teknik pahat (dengan mengurangi bagian-bagian tertentu pada bahan dasar keras)
  • Teknik cor (dengan memanaskan logam hingga mencair kemudian dituangkan dalam cetakan patung yang telah dibentuk rupa patungnya)
  • Teknik butsir (dengan mengurangi bahan lunak seperti tanah liat, gips dan bahan yang berstruktur lunak lainnya)
  • Teknik modeling (dengan membuat model terlebih dahulu dan setelah itu dibentuk patung sebenarnya)
  • Teknik merakit (dengan cara merakit bahan dasar patung kemudian merangkainya/mirip permainan puzzle)
  • Teknik membentuk (dengan cara membentuk patung secara bertahap sehingga tercipta patung yang diinginkan).


RENCANA PEMBUATAN KARYA PATUNG

Bentuk patung :


Patung Topeng

Bahan :

Sabun

Teknik pembuatan :

Teknik pahat

alat :

alat pahat/pisau kecil/cutter

Cara pembuatan :

  1. Siapkan alat dan bahan
  2. Membuat sketsa/model atau desain patung pada kertas terlebih dahulu. Buat yang sederhana agar mudah membuatnya.
  3. Hilangkan motif sabun, seperti logo atau merek sabun dengan alat pahat.
  4. Potong ujung sabun dengan alat pahat sehingga tidak terlalu lancip bentuknya
  5. Buatlah garis vertikal dengan pahat yang membagi sabun menjadi kanan-kiri yang sama.
  6. Ukir sabun mengikuti pola pada sketsa sehingga membentuk patung. Gunakan garis bantu vertikal supaya bagian kanan dan kiri patung simetris
  7. Bersihkan serbuk sabun hasil pahatan dengan cara ditiup. Dapat juga menggunakan alat pahat lainnya untuk membersihkan sabun dari serbuk yang menempel
  8. Kerajinan tangan dari sabun telah jadi.
jawaban kelas 6 tema 7 halaman 115



Minggu, 26 Januari 2020

Ringkasan

 MATERI AJAR 

Hari/Tanggal :  Senin, 27 Januari 2020
Tema 7          : Kepemimpinan
Sub Tema 2  : Pemimpin Idolaku
Pebelajaran   : 5
Muatan          : SBdP, B. Indonesia, PPKN

Unsur Tari


Dalam tarian terdapat berbagai unsur yang saling mendukung sehingga

memunculkan perpaduan yang harmonis. Keharmonisan itu akan
membuat sajian tari menjadi indah dan menarik. Unsur tari terdiri atas

gerak, busana, tata rias, properti, dan iringan.
1. Gerak
Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari anggota tubuh yang
dapat dinikmati oleh orang lain. Gerak tari diperagakan berdasarkan
ruang, waktu, dan tenaga. Ciri khas gerak tari setiap daerah di Indonesia

berbeda-beda.
Gerak tari terbagi atas dua macam, yaitu gerak murni dan gerak
maknawi. Gerak tari murni yaitu gerak yang tidak mengandung arti
tetapi tetap mementingkan keindahan. Sebaliknya, gerak tari maknawi

mempunyai arti tertentu.
2. Tata busana
Tata busana tari meliputi semua pakaian yang dikenakan penari saat
mempertunjukkan suatu karya tari di atas pentas sesuai peran yang
ditampilkan. Tata busana tari disesuaikan dengan konsep, tema, karakter,
dan bentuk tarian. Tata busana membantu penonton menangkap ciri
sebuah peran atau tokoh. Tata busana juga memperlihatkan kesesuaian

hubungan antara peran dengan karakter tarian yang dibawakan
3. Tata rias
Dalam mempertunjukkan suatu tarian, penari harus merias wajahnya.
Alat-alat rias yang digunakan meliputi bedak, lipstik, pensil alis, dan
perona mata serta perona pipi. Tujuan rias wajah untuk mengubah

tampilan wajah penari sesuai dengan jenis karakter tarian yang dibawakan.

4. Iringan tari

Iringan tari merupakan bunyi-bunyian untuk mendukung suasana
penampilan tari. Iringan tari dapat berupa permainan alat-alat musik
modern atau tradisional. Iringan tari juga dapat berupa bunyi yang

berasal dari gerakan tubuh, misalnya tepuk tangan, hentakan kaki atau siulan.
5. Properti tari
Properti tari meliputi semua alat yang digunakan oleh penari dalam
melakukan gerakan tari. Properti tari dapat berupa selendang, kipas,
topeng, piring, kuda kepang, keris, tombak, tameng, atau benda-benda

lain. 
6. Tempat pertunjukan
Seni tari memerlukan tempat untuk mempertunjukkan. Tempat
pertunjukan tari biasa disebut panggung. Secara umum, jenis pentas
tari ada dua: pentas tertutup dan pentas terbuka. Pentas tertutup
diadakan di dalam ruang kelas, gedung, atau aula. Sebaliknya, pentas

terbuka dapat diadakan di lapangan,halaman rumah atau bahkan di jalan.

Ayo Diskusikan

Meningkatkan semangat kekeluargaan, bermusyawarah serta bergotong royong adalah bagian dari menjaga persatuan dan kesatuan. Apa yang telah dilakukan oleh warga sekolah Sudin merupakan pencerminan dari semangat tersebut. Dalam kelompokmu, ayo sampaikan contoh-contoh kegiatanmu yang mencerminkan ketiga semangat tersebut dengan mengisi tabel berikut.

Semangat Kekeluargaan
Bermusyawarah
Gotong Royong
  1. Membiasakan diri untuk menempatkan anggota keluarga sesuai dengan kedudukannya.
  2. Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.
  3. Terbuka terhadap suatu masalah yang dihadapi bersama.
  4. Saling membantu jika ada teman yang mengalami kesulitan
  1. Membiasakan mengatasi dan memecahkan masalah dengan jalan musyawarah mufakat.
  2. Saling menghargai perbedaan pendapat masing-masing anggota keluarga.
  3. Bijak dan santun dalam berbicara / menyampaikan pendapat rendah hati dan lemah lembut
  1. Bersama-sama membersihkan lingkungan sekolah sehingga rumah jadi bersih dan nyaman.
  2. Saling membantu dalam melaksanakan tugas rumah, sehingga tugas menjadi lebih ringan dan cepat selesai.
  3. Bergotong royong merapikan taman, sehingga taman menjadi rapi, indah, dan asri

Diskusikanlah dengan teman kelompokmu tentang kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan dengan bergotong royong dan yang harus dikerjakan sendiri. Tulislah hasilnya pada tabel berikut.

Kegiatan yang dilakukan dengan
Kegiatan yang tidak bisa dilakukan
dengan cara bergotong royong
  1. Membersihkan kelas, halaman, taman, dan lingkungan sekitar sekolah.
  2. Menjaga kebersihan dalam kelas saat melaksanakan piket harian bersama regu piket.
  3. Bergotong royong memberikan bantuan kepada teman yang mengalami musibah.
  1. Pada saat ulangan kita tidak boleh bekerja sama saat ulangan karena ulangan adalah tes sejauh mana kemampuan kita dalam mempelajari suatu materi.
  2. Saat mengerjakan soal ujian juga tidak boleh dilakukan secara bergotong royong.
  3. Pada saat memberikan suara di tempat pemungutan suara tidak boleh dilakukan secara bergotong royong karena bersifat


Simak contoh berikut. Bacalah teks ini bersama temanmu. Ikutilah instruksi gurumu saat membaca teks ini.


Pemimpin Idola, Pemimpin Yang Jujur
Ida, teman sebangku aku. Mungil, berkulit hitam manis, tidak banyak bicara, dan pandai. Ia seorang anak yang sederhana. Ayahnya sudah lama meninggal. Ia tinggal bersama ibu dan adiknya.

Ida anak yang sangat pandai. Nilai-nilainya yang selalu bagus, memberinya kesempatan meneruskan sekolah tanpa biaya. Semua buku pelajaran dan perlengkapan ditanggung oleh sekolah. Ida tak pernah malu dengan kondisi keluarganya. Bahkan ia semakin rajin belajar dan terus berprestasi. Ida juga selalu menjadi tempat bertanya jika teman-temannya mengalami kesulitan dalam pelajaran. Teman-teman memilih Ida sebagai ketua kelas. Pandai, tenang, dapat berkomunikasi dengan baik, serta mampu menjaga ketertiban kelas menjadi modal utamanya.

Hari ini, Ibu Tati secara mendadak mengadakan ulangan matematika. Sebagian siswa tidak siap. Termasuk Gugut, si jagoan bola, yang duduk di belakang kami. “Waduh, saya belum belajar, Bu! Kemarin saya seharian bermain bola sampai sore. Pulang ke rumah langsung tidur, Bu!” protesnya.

Ulangan tetap berlangsung. Gugut resah. Ia menengok ke kiri dan kekanan. Tiba-tiba, ditendangnya kursi Ida dari belakang. “Ssstt..Ida! Bantu aku dong! Geser sedikit ke kiri, agar aku bisa melihat jawaban di kertas ulanganmu!” pinta Gugut.

Ida bergeming. Ia hanya menggelengkan kepala pelan, tanpa menengok ke belakang. Gugut mengganggunya lagi.

“Ayo dong, Ida. Sekali ini saja. Nanti aku beri kamu uang sepuluh ribu rupiah. Kamu bisa jajan kue di kantin” rayunya.

Gugut tahu benar Ida tidak pernah jajan di kantin. Ibunya tidak memberinya bekal uang jajan. Ida selalu membawa sebungkus nasi dan lauk dari rumah.

Namun, di luar dugaan Gugut, Ida tidak terusik. Sekali lagi ia menggeleng pelan. Sampai waktu berakhir, Gugut terpaksa menyerahkan kertas ulangannya dengan lunglai.

Pada waktu istirahat Ida menghampiri Gugut.

“Maaf ya, Gugut. Aku bukan tidak ingin membantumu. Menyontek dan memberi contekan kepada teman, adalah perbuatan tidak jujur. Bahkan, perbuatan tersebut bisa dianggap sebagai korupsi kecil-kecilan” katanya kepada Gugut.

“Ah, Ida. Masa menyontek sekali saja dianggap korupsi? Setahuku korupsi nilainya milyaran, dan hanya dilakukan oleh pejabat berkuasa” kata Gugut.

“Gugut, justru kita harus melatih diri. Korupsi dan menyontek sama-sama mengambil hak orang lain. Bernilai kecil atau besar, tetap saja tidak jujur. Kita membiasakan diri bertingkah laku lurus, mudah-mudahan ketika besar nanti kita tidak akan tergoda untuk melakukan korupsi. Dalam bentuk apapun!” Ida menambahkan dengan panjang lebar.

Aku dan teman-teman sekelas yang ikut mendengarkan percakapan Ida dan Gugut terdiam setuju. Memang tidak salah kami memilih Ida sebagai pemimpin di kelas. Tidak sekedar pandai, Ida juga patut dijadikan teladan.

Buatlah pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang cerita di atas. Berikan pertanyaanmu kepada teman di sebelahmu untuk dijawab. 
Tulislah pertanyaanmu pada tempat di bawah ini.
1. Mengapa Ida tidak mau membantu Gugut/
2. Apa penyebab Gugut tidak siap mengikuti ulangan?
3. Sikap apa saja yang dapat kita contoh dari Ida?
4. Mengapa mencontek disebut korupsi kecil-kecilan?
5. Mengapa kita tidak boleh mencontek saat ulangan?

Ayo Berlatih
Kamu dan teman-temanmu sudah berlatih menilai pidato. Sekarang, buatlah teks pidato tentang pentingnya bergotong royong. Gunakanlah struktur yang sudah ditentukan.

Teks pidato harus memuat:
1. Salam pembuka. Berisikan kalimat sapaan (selamat pagi, selamat siang, selamat malam dan lain-
    lain)
2. Pendahuluan. Memaparkan topik permasalahan yang akan dibahas. Kali ini kamu akan membahas 
    pentingnya gotong-royong.
3. Inti. Berisikan pembahasan topik secara lengkap. Kalimat ajakan atau bujukan digunakan untuk 
    mengajak pendengar melakukan kegiatan yang diharapkan. Keterangan lengkap tentang topik 
    disampaikan secara rinci.
4. Penutup. Penyampaian rangkuman atau intisari topik yang telah disampaikan.
5. Salam penutup.Berisikan kalimat salam penutup seperti ‘terima kasih’. 


Sub Tema 2  : Pemimpin idolaku
Pebelajaran   : 6
Muatan          : B.Idonesia, SBdP

Pemimpin yang baik adalah seseorang yang dapat menilai dirinya sendiri.

Kamu dapat melakukannya agar kamu menjadi lebih baik.
Setelah berpidato di hadapan temanmu, kini saatnya kamu menuliskan pengalamanmu berpidato.

Tulisanmu harus memuat hal-hal berikut.
• Isi pidato
• Reaksi pendengar
• Waktu berpidato
• Sikap berpidato
• Rencana perbaikan saat berpidato dan perbaikan teks pidato

Tulislah pada tempat yang sudah disediakan.

Memperagakan Tari Kreasi Berpasangan


Mementaskan Tari Serampang Dua Belas


Kamis, 23 Januari 2020

Ringkasan


                                                    MATERI AJAR
 
Hari/Tanggal   : Jumat, 24 Januari  2020
Tema 7           : Kepemimpinan
Sub Tema 2    : Pemimpin idolaku 
PB                  :  3 dan 4
Muatan           : Bahasa Indonesia, PPKn, dan  IPS

Ayo Membaca

                                           Kepala  Sekolahku, Pemimpin Idolaku

Termenung Pak Welly memandang brosur di hadapannya. Lomba Pidato Anak bertema “Bersatu untuk Maju’ begitu tertulis pada  judul brosur. Beliau berpikir keras.  lngin sekali ia mengirim Sudin untuk ikut  Iomba yang  akan  diselenggarakan di kota. Tetapi, dari mana dananya?

Pak Welly, Kepala Sekolah Dasar Cemara di pelosok Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Beliau lahir di Labuha, Maluku Utara. Setelah lulus pendidikan guru ia pergi merantau ke tanah Jawa  untuk mempraktikkan ilmunya. Di sekolah ini, muridnya juga berasal dari berbagai daerah.


Pak Welly senang melihat interaksi antara murid-muridnya. Mereka belajar dan bermain bersama, tanpa mempersoalkan asal-usul. Semua unik, baik karakter maupun kecerdasannya.

Salah satu murid Pak Welly bernama Sudin. Sudin adalah penduduk asli di desa itu. Ia suka membaca, percaya diri, dan komunikatif. Pak Welly ingin Sudin memperoleh pengalaman berharga melalui Iomba pidato.

Sambil berpikir cara memperoleh dana, Pak Welly mendaftarkan Sudin sebagai peserta Iomba. la sendiri yang turun tangan melatih Sudin tiap usai sekolah. Semakin mendekati hari perIombaan, Pak Welly risau. “Andai saja gajiku cukup untuk mendanai Sudin ke kota”, pikirnya.

Hingga suatu sore, terlintas ide di benaknya. Dipandangnya kebun pisang di belakang sekolah. Hampir semua tanaman pisang sudah berbuah dan siap panen. Esok paginya Pak Welly membicarakan idenya dengan para guru. Mereka bermusyawarah mewujudkan ide Pak Welly. Setelah dicapai   kesepakatan, Pak Welly mengerahkan guru, penjaga sekolah, serta murid kelas  5 dan 6. Mereka bergotong royong memanen pisang. Kemudian, di hari Senin pagi, Pak Welly mengundang pejabat setempat untuk hadir pada upacara bendera. Bapak Bupati, Bapak Camat, Bapak Lurah, Kepala  Dinas Pendidikan, serta Ketua RW dan  Ketua RT dimintanya datang. Apa yang direncanakan Pak Welly?

Rupanya Pak Welly ingin menyelenggarakan lelang pisang di sekolah. Murid kelas 5 dan 6 sudah dilatihnya untuk menjadi petugas lelang. Siapa calon pembelinya? Pembelinya adalah para bapak dan ibu pejabat daerah yang hari itu diundang datang ke sekolah.

Sebelum lelang dimulai, Pak Welly menyampaikan bahwa uang yang diperoleh dari hasil lelang pada hari itu akan digunakan untuk mengirim Sudin mengikuti lomba pidato di kota. Para pejabat yang hadir merasa kagum dan terharu menyaksikan usaha Pak Welly, sang kepala sekolah dari timur negeri. Tekad dan usahanya mendukung kemajuan muridnya sungguh menyentuh hati. Dalam sekejap pisang-pisang habis dilelang. Dana yang terkumpul lebih dari cukup untuk memberangkatkan Sudin. Semua orang bersatu padu membantu Pak Welly mewujudkan harapannya

Didampingi Pak Seto, guru kelasnya, Sudin pun berangkat ke kota.  Tak terkira bangga dan Syukurnya Sudin. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dia berusaha tampil sebaik-baiknya. Saat pengumuman hasil lomba, ternyata Sudin berhasil mempersembahkan piala juara pertama Iomba pidato untuk sekolahnya. Tak sia-sia usaha Pak Welly dan teman-teman sekolah Sudin.

Terbukti benar tekad Pak Welly. Kita tak perlu ragu untuk maju. Selalu  ada  jalan ketika kita menggalang persatuan untuk mewujudkan mimpi dan harapan.

Ayo Berdsikusi

Kamu telah membaca teks “Kepala Sekolahku, Pemimpin Idolaku”. Diskusikan jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut dengan kelompokmu.

1. Mengapa kepala sekolah pada cerita di atas menjadi pemimpin idola
2. Apakah kepala sekolah pada cerita sudah mengamalkan nilai-nilai persatuan? Jelaskan
3. Apakah kepala sekolah sudah menerapkan nilai-nilai kerakyatan? Jelaskan!
4. Apa alasan kepala sekolah membantu Sudin untuk mengikuti lomba pidato?

5. Apa yang bisa kita teladani dari sosok kepala sekolah tersebut?
6. Apakah yang menyebabkan Sudin akhirnya dapat pergi mengikuti kompetisi? Jelaskan!
7. Bagaimana menurutmu hubungan antara kepala sekolah dengan bupati, kepala dinas, dan pejabat 
    daerah lainnya? Apa yang membuatmu menyimpulkan seperti itu?
 
  PPKn
 Kamu sudah mengetahui nilai-nilai kepemimpinan kepala sekolah Sudin yangtelah mengamalkan persatuan dan  kesatuan di lingkungan sekitar sekolah. Tulislah perilakumu  yang merupakan wujud dari nilai-nilai tersebut dan  telah kamu praktikkan di lingkungan rumahmu.


  • Akur dengan kakak dan adik
  • Bermusyawarah dengan ayah/ibu/saudara
  • Saling membantu/menolong dengan saudara dan teman
  • Tidak membeda-bedakan dalam bergaul dengan teman di sekitar rumah

Nilai-nilai yang terkandung dalam sila keempat Pancasila, yaitu “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”.

  1. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  2. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  3. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  4. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  6. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, mengutamakan nilai-nilai kebersamaan dan keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

  Peran Indonesia di ASEAN dalam berbagai bidang berikut.
  1. Pendidikan
  2. Pangan
  3. Sosial
  4. Kesehatan
  5. Pariwisata



Teks pidato harus memuat hal-hal pokok berikut.

1. Salam Pembuka


Kalimat sapaan (Assalamualaikum Wr. Wb/  Salam sejahtera/ Selamat pagi/ selamat siang/ selamat malam, dan lain sebagainya kepada kepala sekolah, dewan guru dan rekan siswa)

2. Pendahuluan

Menjelaskan topik yang akan dibahas. (Memaparkan data tentang tingkat gemar membaca di Indonesia dibandingkan negara lain)

3. Inti

Berisi bahasan topik secara lengkap. (Tentang manfaat membaca, himbauan dan ajakan membaca)

4. Penutup

Berisi ringkasan dari pembahasan topik. (Rangkuman atau ringkasan dari pidato gemar membaca)

5. Salam penutup

Berisi ucapan terima kasih dan salam

Kerja Sama Bidang Sosial Budaya Negara-Negara ASEAN

Kerja sama dalam bidang budaya negara-negara ASEAN ditandai dengan pembentukan komunitas sosial budaya negara-negara ASEAN (ASEAN Social Cultural Community/ASCC). Komunitas ini memiliki empat bagian utama sebagai berikut.
  1. Mengelola dampak-dampak sosial dari integrasi ekonomi.
  2. Membentuk masyarakat yang lebih peduli dan berbagi untuk mengatasi isu-isu kemiskinan, keadilan, dan pengembangan sumber daya manusia.
  3. Meningkatkan perlindungan lingkungan.
  4. Memperkuat dasar-dasar bagi ikatan sosial kawasan.
Kerja sama nyata dalam bidang sosial budaya negara-negara ASEAN antara lain sebagai berikut.
  1. Pertukaran kunjungan antarseniman ASEAN.
  2. Festival lagu dan lomba menyanyi negara-negara ASEAN.
  3. Kerja sama promosi pariwisata.
  4. Kerja sama budaya serumpun Melayu.
  5. Pertukaran berita dan penyiaran informasi mengenai ASEAN melalui televisi dan radio.
  6. Penyelenggaraan pesta olahraga SEA-Games setiap dua tahun sekali.
      Penyelenggaraan SEA-Games

Jawaban halaman 89 tema 7 kelas 6 negara penyelengara sea games




ringkasan

MATERI AJAR 

Hari/Tanggal  : Kamis, 23 Januari 2020
Tema 7           : Kepemimpinan
Sub Tema 2    : Pemimpin Idolaku
PB                  : 1 dan 2
Muatan           : PKN, Bahasa Indonesia, sbdp, IPA

PKN
Meneladani Sikap Pemimpin Idola
Di lingkungan sekitar, ada banyak pemimpin yang bisa kita idolakan. Kita dapat mengidolakan pemimpin yang berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Pemimpin yang kita idolakan salah satunya harus mengamalkan sila ketiga Persatuan Indonesia. Berikut ini nilai-nilai yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila :
1.       Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
2.       Cinta tanah air dan bangsa
3.       Rela berkorban

Kriteria pemimpin idola sesuai nilai sila ketiga pancasila.

1.      Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara apabila diperlukan
2.      Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air indonesia
3.       Mengembangkan persatuan indonesia atas dasar Bhineka Tunggal Ika
4.      Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa
Memajukan persatuan dan kesatuan banga


BAHASA INDONESIA 

Pidato merupakan sebuah kegiatan berbicara didepan umum dan disaksikan oleh orang banyak. Berpidato merupakan kegiatan berorasi atau menyampaikan pendapatnya dimuka umum.
Pembahasan

Langkah-langkah menyusun pidato:
1. Pembukaan / Pendahuluan      a. Salam Pembuka
       Struktur pertama yang terdapat pada teks pidato adalah pembukaan. Pada bagian pembukaan, 
       terdapat salam pembuka. Salam pembuka pasti terletak pada bagian awal teks pidato yang 
       menjadi awalan atau pembukaan pidato.
    b. Ucapan penghormatan         Ucapan penghormatan, biasanya dimulai dari penghormatan terhadap seseorang yang 
         dianggap paling penting.

      c. Ucapan syukur
          Ucapan syukur kepada Tuhan atas limpahan rahmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita semua


 2. Isi Pidato
Bagian isi adalah bagian inti dari suatu pidato. Pada bagian ini, paparan dari pembicara menduduki persentase yang paling banyak. Pembicara akan menguraikan secara rinci dan panjang lebar inti materi yang akan disampaikan kepada hadirin. Agar isi pidato dapat dengan mudah ditangkap isinya oleh pendengar, pembicara dapat menggunakan penanda, “pertama…. , ” “kedua …..”, ketiga …..” dan seterusnya. Penanda-penanda seperti itu juga akan memudahkan penulis dalam menyusun gagasan teks pidato.

3. Penutup Pidato

Penutup pidato yang baik akan menimbulkan rasa simpati dari pendengar. Penutup pidato dapat diisi dengan:
a. Simpulan pendek dari uraian sebelumnya.
b. Permintaan maaf kepada hadirin atas kekhilafan dan kesalahan yang mungkin terjadi, baik disengaja maupun yang tidak disengaja.
c. Salam penutup.

 
 SBDP
Mengenal Tokoh Pemimpin idola dapat berasal dari berbagai kalangan. Sosok pemimpin idola dapat kita temukan dari kalangan pegiat seni. Tokoh pemimpin seni tari Bagong Kussudiardja, I Wayan Rindi.

Tari Daerah berpasangan :
1.     Tari Piring (Sumatra Barat)
2.     Tari Payung (Sumatra Barat)
3.     Tari Serampang Dua Belas (Sumatra Utara)
4.     Tari Zapin (Riau)
5.     Tari Ketuk Tilu (Jawa Barat)
6.     Tari  Bambangan (Cakil-Jawa Tengah)
7.     Tari Golek Menak (DIY)
8.     Tari Gandrung (Jawa Timur)
9.     Tari Janger (Bali)

IPA
Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi pada Masa Pubertas
Saat memasuki masa pubertas, banyak perubahan yang terjadi pada tubuh kita. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, perilaku, dan emosi. Berbagai perubahan tersebut mengharuskan kita lebih peduli pada kesehatan tubuh. Tidak terkecuali pada kesehatan organ reproduksi. Untuk menjaga kesehatan organ reproduksi, kita dapat melakukan beberapa cara berikut :
1.     Mengganti pakaian dalam minimal dua kali sehat
2.     Memakai handuk yang lembut,  kering, bersih, dan tidak berbau
3.     Memakai pakaian dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat
4.     Bagi perempuan, membersihkan organ reproduksi dengan air bersih dari arah depan ke belakang
5.     Bagi perempuan, menggunakan pembalut yang bersih saat menstruasi dan menggantinya minimal dua kali sehari