Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di Bandar Lampung
80243pm
Sabtu, 28 Maret
6:01am 12:05 6:06pm

Kamis, 29 Februari 2024

Kamis,29 FEBRUARI 2024

 



HARI/TANGGAL                      : KAMIS, 29 FEBRUARI 2024

KEGIATAN PEMBELAJARAN    : P5 ( PROJEK PENGUATAN PROFIL 

                                                   PELAJAR PANCASILA )

TEMA                                        : KEWIRAUSAHAAN

JUDUL                                      : KREASI PERCA BUATANKU


TUJUAN KEGIATAN P5 


    Membentuk karakter Pelajar Pancasila (berkebhinekaan global, gotong royong, dan bernalar kritis) 
Anak dapat mengolah bahan bekas menjadi berdaya guna dan bernilai
      Peserta didik mampu 
menjalin interaksi sosial yang positif dalam lingkungan keluarga dan sekolah
      Peserta didik terbiasa bekerja bersama dalam 
melakukan kegiatan dengan kelompok 
(melibatkan dua atau lebih orang)
      Peserta didik berani mencoba, tidak mudah 
menyerah saat mendapatkan tantangan, dan
adaptif dalam situasi baru, dan mencoba untuk
      Peserta didik dapat mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiradan/perasaannya  dalabentukarydan  ataTindakasederhansertmengapresiaskarydaTindakayandihasilkan      Peserta didik berani bertanya untuk memenuhi rasa ingin tahu terhadap diri dan lingkungannya.

Tujuan Pembelajaran :

-Peserta didik dapat mengetahui cara memanfaatkan kain sisa/perca 

- Peserta didik dapat mengembangkan dimensi profil pelajar Pancasila saat proyek  kegiatan berlangsung.

Tujuan, Alur dan Pecapaian Projek Melalui tema “Kewirausahaan” dan mengacu kepada dimensi Profil Pelajar Pancasila, Projek “Kreasi Perca Buatanku” ini bertujuan untuk membentuk pelajar yang mempunyai kesadaran untuk menjalani hidup yang lebih hemat dan dapat memanfaatkan kembali barang bekas/limbah yang tidak terpakai. Projek ini dimulai dengan tahap pengenalan, dimana pelajar akan mengeksplorasi permasalahan yang ada sekitar dirinya dan lingkungan terdekat, misalnya di rumah dan di sekolah seputar barang-barang bekas yang tidak terpakai. Dalam tahapan ini pelajar akan mengidentifikasi awal permasalahan yang akan menjadi acuan dalam tahapan-tahapan selanjutnya.


Apa kabar anak-anak Bu Guru hari ini? semoga anak sholih sholihah semua selalu dalam keadaan sehat wal’afiyat dan tetap dalam lindungan Allah SWT ya, amiin ....
Tujuan Pembelajaran hari ini adalah perserta didik dapat membuat kerajinan dari kain perca (taplak meja)

Kerajinan taplak meja  dari Kain Perca.
Taplak meja adalah salah satu produk home decor yang biasa digunakan untuk menutupi serta membantu melindungi meja dari goresan dan noda, serta untuk menambah nilai estetika pada suatu ruangan.

Taplak meja bisa dibuat dari berbagai bahan, salah satunya adalah kain perca yang tidak terpakai. Taplak meja dari kain perca memiliki tampilan yang unik dan eksklusif, termasuk ke dalam produk kerajinan yang bernilai seni, dan memiliki nilai jual yang tinggi.

sebelum melakukan aksi ayo kita tonton video berikut ....




Alat dan Bahan Membuat Taplak Meja

kain perca
alat jahit : benang, jarum jahit
gunting
kertas karton
kapur/pensil

Langkah-langkah Cara Membuat Taplak Meja Dari Kain Perca

Cara membuat taplak meja dari kain perca sangatlah mudah. Berikut ini beberapa langkah membuat taplak meja dari kain perca yang dibisa diikuti:
  1. Pertama - tama adalah menentukan ukuran taplak meja. Tentukan terlebih dahulu seberapa besar ukuran taplak meja yang ingin dibuat.
  2. Kemudian adalah memembuat pola pada karton. Buat pola jiplakan berbentuk geometris seperti segitiga, segiempat, segilima atau bentuk-bentuk lainnya yang terukur pada kain karton.
  3. Kemudian adalah memotong kain perca. Jiplaklah pola pada kain perca dengan menggunakan kapur kain atau pensil kain lalu potong kain perca sesuai ukuran dan bentuk yang diinginkan. Saat memotong kain jangan lupa tambahkan ruang atau lebihkan kain sebesar 1/4 inchi diluar batas jahitan untuk menyambungnya.
  4. Tahap terakhir adalah menyambung kain perca. Susunlah potongan kain perca dengan motif yang berbeda-beda di atas lantai atau meja kerja kemudian gabungkan satu persatu dengan mesin jahit hingga membentuk lembaran kain berukuran besar sesuai ukuran taplak meja yang diinginkan.




Rabu, 28 Februari 2024

Rabu, 28 Februari 2014

 


Hari/Tanggal                                    : Rabu, 28 Februari  2024

Muatan  Pembelajaran                

1. Matematika                   Pengukuran Volume 

3. Bahasa Indonesia         : Satu titik

Capaian Pembelajaran Matematika

Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku. Mereka dapat menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m). Mereka dapat mengukur dan mengestimasi luas dan volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah.

Si Capaian Bahasa Indonesia

Si    1.  Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio, teks   aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi.

2.       Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.

3.       Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik.

4.       Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf yang telah dikenalinya dengan fasih.

5.       Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informatif.

6.       Peserta didik mampu menjelaskan hal-hal yang dihadapi oleh tokoh cerita pada teks narasi.

7.       Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa sesuai dengan topik.

8.       Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks.

9.       Peserta didik mengajukan dan menanggapi pertanyaan, jawaban, pernyataan, penjelasan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan aktif.

10.   Peserta didik mampu mengungkapkan gagasan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan mematuhi tata caranya.

11.   Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi dengan topik yang beraneka ragam.

     Peserta didik mampu menulis teks narasi, teks deskripsi, teks rekon, teks prosedur, dan teks eksposisi dengan rangkaian kalimat yang beragam, informasi yang rinci dan akurat dengan topik yang beragam. 



Apa kabar anak sholih sholihah.........
Semoga kalian semua dalam keadaan sehat walaf'iyah ....
Anak sholih sholihah, tujuan pembelajaran hari ini : peserta didik dapat mengukur volume kubus dan balok, dan  mengenal majas

MATEMATIKA
Volume Kubus dan Balok
Kubus merupakan salah satu macam dari bangun ruang. 
volume kubus = r x r x r 
Contoh soal Tentukan volume kubus berikut!
Pembahasan
V = r x r x r
V = 23 cm x 23 cm x 23 cm
V = 12167 cm³

Volume Balok

Keterangan:

V = volume  balok.

p = panjang  balok.

l = lebar  balok.

t = tinggi  balok.




contoh soal 



Sebuah kolam berbentuk balok berukuran panjang 5 m, lebar 3 m, dan dalam 2 m. Tentukan banyak air maksimal yang dapat ditampung kolam tersebut.

Pembahasan:
Panjang kolam (p) = 5 m
Lebar kolam (l) = 3 m
Tinggi kolam (t) = 2 m
Volume kolam (V) = p x l x t
                               = 5 x 3 x 2
                               = 30
Jadi, banyak air maksimal yang dapat ditampung kolam tersebut adalah 30m³ atau 30.000 liter.
Hitunglah volume berikut!
1. 
a
b.


2.

3. 
4. 
5. a. Andi membuat enam potongan kertas berbentuk persegi. ukuran persegi tersebut adalah 10 cm. Andi merekatkannya menjadi sebuah kubus. Tentukan volume kubus yang dibuat oleh Andi.

    b.Diketahui panjang sebuah balok adalah tiga kali lebarnya, lebar = 8 cm, dan tinggi 12 cm. berapakah volume balok tersebut ?


Bahasa Indonesia

Majas Metafora

Majas metafora adalah majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda.

Contoh: 

  • Fahri dikenal sebagai kutu buku saat ia duduk di bangku kuliah
  • Ia dulu sempat dikenal sebagai sampah masyarakat
  • Janganlah engkau berkecil hati jika mengalami kegagalan

Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang menggunakan ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal.

Contoh: 

  • Suara lantang itu menggelegar membelah langit.
  • Pujian dari orang lain membuatnya melambung tinggi ke angkasa.
  • Kata-kata dari pelatih membakar semangat kami menjalani laga final.


Majas Personifikasi

Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan antara manusia dengan benda mati, seolah-olah benda tersebut memiliki sifat layaknya manusia.

Contoh: 

  • Deburan ombak di lautan memecah batu karang.
  • Sinar matahari menghangatkan tubuhku.
  • Sepatu coklat ini selalu menemaniku saat belajar.


Selasa, 27 Februari 2024

Selasa, 27 Februari

 


Hari/Tanggal                     : Selasa, 27 Februari 2024

Muatan  Pembelajaran      :  

1. IPAS Bab 6                     : Indonesia Kaya Budaya

2. Pend. Pancasila             : Negaraku 

4. Bahasa Indonesia          : Satu Titik

Capaian Pembelajaran IPAS

1.Peserta didik mengidentifikasi ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat.

2.Peserta didik mendeskripsikan terjadinya siklus air dan mampu menunjukkan letak kota/kabupaten dan provinsi tempat ia tinggal pada peta konvensional/digital.


Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia

1. Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio, teks   aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi.

2. Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.

3. Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik.

4. Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf yang telah dikenalinya dengan fasih.

5. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informatif.

6. Peserta didik mampu menjelaskan hal-hal yang dihadapi oleh tokoh cerita pada teks narasi.

7. Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa sesuai dengan topik.

8. Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks.

9. Peserta didik mengajukan dan menanggapi pertanyaan, jawaban, pernyataan, penjelasan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan aktif.

10.Peserta didik mampu mengungkapkan gagasan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan mematuhi tata caranya.

11.Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi dengan topik yang beraneka ragam.

 12.Peserta didik mampu menulis teks narasi, teks deskripsi, teks rekon, teks prosedur, dan teks eksposisi dengan rangkaian kalimat yang beragam, informasi yang rinci dan akurat dengan topik yang beragam.

                                                
Apa kabar anak sholih sholihah.........
Semoga kalian semua dalam keadaan sehat wal afiyah ya....
Anak sholih sholihah, tujuan pembelajaran hari ini adalah peserta didik dapat mendeskripsikan keragaman budaya dan kearifan lokal di daerahnya masing-masing. menunjukkan sikap bangga sebagai bangsa Indonesia, dan mengenal puisi serta membuat puisi tentang alam.

IPAS



Kearifan lokal adalah kumpulan nilai-nilai, norma, pengetahuan, dan tradisi yang terkandung dalam suatu komunitas atau masyarakat tertentu. Kearifan lokal erat kaitannya dengan kebudayaan.

Kearifan lokal biasanya diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi melalui cerita dari mulut ke mulut.

Bangsa kita Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang memiliki banyak sekali kebudayaan. Bangsa kita mempunyai beraneka ragam suku bangsa, budaya, agama, dan adat istiadat. Semua itu dapat kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Misalnya dalam upacara adat, rumah adat, baju adat, nyanyian dan tarian daerah, alat musik, dan makanan khas. Kekayaan budaya tersebut perlu dipelajari dalam rangka meningkatkan kecintaan dan kebanggaan terhadap tanah air. Sikap toleransi dalam menghadapi perbedaan perlu dikembangkan melalui kegiatan sehari-hari.

Kekayaan budaya bangsa harus kita syukuri sebagai anugerah tuhan yang maha kuasa kepada bangsa kita. Keragaman budaya yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara akan menjadikan bangsa yang besar dan kuat. Dalam bidang bahasa, kebudayaan daerah yang berwujud dalam bahasa daerah dapat memperkaya perbedaharaan istilah dalam bahasa Indonesia. Dalam bidang pariwisata, potensi keberagaman budaya dapat dijadikan objek dan tujuan pariwisata di Indonesia yang bisa mendatangkan devisa. Keragaman budaya bangsa Indonesia dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
keragaman budaya

Sikap toleransi berarti sikap yang rela menerima dan menghargai perbedaan dengan orang atau kelompok lain. Empati adalah sikap yang secara ikhlas mau merasakan pikiran dan perasaan orang lain. toleran dan empati ini sangat penting ditumbuh kembangkan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk seperti di Indonesia. Cara pikir seperti ini akan membawa kita pada sikap dan tindakan untuk tidak memperbesar perbedaan, tetapi mencari nilai-nilai universal yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia.

1. Apakah pakaian adat yang mereka gunakan sama? Jelaskan!
Pakaian adat masing-masing suku bangsa yang ada di Indonesia berbeda-beda. Pakaian adat dipakai pada acara khusus. Contoh pakaian adat antara lain: Blangkong dan Baju Beskap (Jawa Tengah), Baju Surjan dan balngkon (Yogyakarta), baju teluk belangan dan daster (Riau), Ulos dan Sabe-sabe (Sumut).

2. Apakah rumah adat yang kamu lihat sama? Jelaskan!
Setiap suku di Indonesia memiliki rumah adat yang berbeda dengan suku yang lainnya. Seperti contoh Rumah adat Bolon (Sumut), Gadang (Sumbar), Joglo (Jawa), Lamin (Kaltim), Tongkonan (Sulsel dan Sulbar), dan Honai (Papua)dan masih banyak yang lainnya.

3. Bagaimanakah tarian adat yang kamu lihat? Jelaskan!
Tarian adat yang ada di Nusantara berbeda antara satu dengan yang lainnya. Contoh tarian tradisional: Saudati dan Saman (Aceh), Serampang dua belas dan Tor-tor (Sumut), Piring dan Payung (Sumbar), Gending Sriwijaya (Sumsel), Topeng, Ondel-ondel dan Ronggeng (DKI Jakarta).

4. Apa lagi yang kamu ketahui tentang keragaman budaya Indonesia?
  • Senjata Tradisional. Saat ini senjata tradisional dipakai sebagai pelengkap dalam pakaian adat. Contoh Rencong (Aceh), Keris (Jawa), Mandau (Kalimantan), Badik (Betawi), Clurit (Madura) Badik (Sulsel), Jenawi (Riau) dan Trisula (Sumsel).
  • Makanan Khas. Contoh makan khas daerah yang ada di Indonesia antara lain ; Gudeg (Yogyakarta), Rendang (Padang), Pempek (Palembang), Rujak Cingur (Surabaya), Ayam Betutu (Bali), Pepeda (Maluku dan Papua).
  • Upacara Adat. Uapacara adat berhubungan dengan adat istiadat dan kepercayaan suatu masyarakat. Contoh upacara adat yang ada di Indonesia antara lain : Upacara Kasodo(Tengger), Lompat batu (Nias), Grebeg Suro (Solo), Ngaben (Bali).
Mengenal Suku Minang
Suku Minang sering disebut sebagai orang Padang atau Urang Awak. Mereka adalah kelompok etnis Nusantara yang berada di Sumatra Barat.

Selain bahasa Padang, orang Minang juga menggunakan bahasa Melayu. Alat musik tradisional Minang adalah talempong. Talempong dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik khas Minang lainnya yang dimainkan dengan cara ditiup adalah saluang. 
Masyarakat Minang juga memiliki banyak jenis tarian, di antaranya adalah tari Pasambahan dan tari Piring. Tari Pasambahan biasanya ditampilkan dalam pesta adat. Rumah adat Minang disebut rumah gadang yang terbuat dari bahan kayu.

Rendang merupakan salah satu masakan tradisional Minang yang terkenal, bahkan telah dikenal di negara lain. Makanan khas masyarakat Minang lainnya yang juga digemari adalah sate padang dan dendeng balado.

Orang Minang gemar berdagang dan merantau ke daerah lain. Legenda yang terkenal adalah cerita “Si Malin Kundang”.

Apa yang anda ketahui tentang daerahmu?
Apa nama rumah adat Lampung?
Apa bahasa yang digunakan oleh suku Lampung?
Apa makanan tradisional Lampung?
Apa alat musik tradisional suku Lampung?
Apa tarian tradisional suku Lampung?

Menyikapi perbedaan budaya yang ada bukanlah hal yang mudah dan bukan pula hal yang susah bila kita mau berusaha. Perbedaan budaya adalah bukan pemicu pertengkaran dan perselisihan tapi perbedaan budaya sesungguhnya kekayaan yang sangat luar biasa. Perbedaan budaya dapat menimbulkan masalah  yang ada dalam masyarakat.  Pada dasarnya setiap masyarakat memiliki pola dan corak kebudayaan yang berbeda satu sama lain. Sehingga mereka cenderung memperlakukan sama pada setiap bentuk kebudayaan. Padahal budaya itu sendiri berbentuk sesuai dengan corak masyarakat yang bersangkutan. sikap seperti inilah sering kali memicu kesalahpahaman.
Pendidikan Pancasila 
Perilaku yang Menunjukkan Sikap Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Sebagai makhluk yang berbangsa, tentunya juga harus ikut berusaha dalam mempertahankan kebangsaan tersebut. Semua warga negara harus ikut berpartisipasi dan ikut menjaga keutuhan dari negara tersebut. Berikut ini beberapa contoh perilaku yang menunjukkan sikap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam berbagai lingkungan kehidupan :

1. Dalam Kehidupan di Rumah, di antaranya sebagai berikut:
  • Rukun dengan anggota keluarga yang lain, misalnya rukun dengan saudara.
  • Menjaga nama baik keluarga ketika bergaul dengan orang lain.
  • Tidak memaksakan kehendak kepada anggota keluarga yang lain.
  • Menghargai perbedaan pendapat.
  • Saling menghormati dan menyayangi dengan anggota keluarga yang lain.

2. Dalam Kehidupan di Sekolah, di antaranya sebagai berikut:
Rukun dengan semua teman.
  • Tidak membedakan-bedakan teman dalam bergaul.
  • Menghargai dan menghormati pendapat teman.
  • Menghormati guru.
  • Saling tolong dan saling berbagi dengan teman.

3. Dalam Kehidupan di Masyarakat, di antaranya sebagai berikut:
  • Saling menghormati dengan anggota masyarakat lainnya.
  • Ikut serta dalam kegiatan gotong royong.
  • Menolong tetangga yang tertimpa musibah.
  • Tidak memaksakan kehendak kepada anggota masyarakat lainnya.
  • Menghormati dan menghargai hak orang lain.
4. Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, di antaranya sebagai berikut:
  • Melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menghormati dan menghargai keberadaan suku bangsa lain.
  • Melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Tidak membeda-bedakan suku, agama, dan daerah.
  • Mau bekerja keras untuk membangun bangsa.

D. Bangga Menjadi Anak Indonesia
Rasa bangga sebagai bangsa Indonesia dapat mempertinggi harga diri bangsa. Harga diri bangsa akan rendah atau merosot jika warganya tidak mempunyai rasa bangga terhadap bangsanya sendiri.Bangsa Indonesia mempunyai kekayaan yang melimpah ruah, mempunyai ribuan pulau, terdiri dari berbagai suku bangsa dan budaya serta agama. Beberapa perilaku harus ditampilkan sebagai bukti bangga sebagai anak Indonesia adalah :
  •  Belajar dengan rajin
  • Giat bekerja sesuai dengan kemampuan
  • Mengembangkan bakat yang dimiliki dengan giat berlatih
  • Mencintai buatan/produk Indonesia
  • Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
  • Menghormati bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya
  • Menyukai lagu-lagu Indonesia,
  • Bangga akan jasa para pahlawan kusuma bangsa.

Bahasa Idonesia 

 Puisi

Raja Ampatku
oleh B.E. Priyanti

Dari atas mata memandang
Gugusan pulaumu berdaratan
Laksana untaian mutiara di lautan
Sungguh indah dan menawan

Dari bawah mata menyelam
Airmu beriak tenang membahagiakan
Lambaian terumbu karang dan ikan
Manyapa hangat kehadiran para penyelam

Kalian mungkin bisa menebak bahwa teks “Raja Ampatku” di atas adalah puisi. Ada puisi yang termasuk ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Ada pula puisi bebas yang cara penulisannya lebih bebas, tidak terikat rima, jumlah kata, ataupun jumlah larik.

Puisi merupakan salah satu cara mengungkapkan perasaan atau pikiran melalui tulisan. Kata-kata dipilih dengan tepat dan dirangkai dengan indah. Biasanya perasaan tersebut diungkapkan melalui perumpamaan atau majas.

Contoh: 
  1. Laksana untaian mutiara di lautan (gugusan pulau diumpamakan untaian mutiara)
  2. Lambaian terumbu karang dan ikan menyapa … (karang dan ikan dipersonifikasi seolah-olah seperti manusia)

Dapatkah kalian membayangkan Raja Ampat seperti yang digambarkan pengarang puisi tersebut? Sekarang bayangkan suatu tempat di daerah kalian. Ceritakan keindahannya dalam bentuk puisi.Tahap yang dapat kalian lakukan adalah sebagai berikut.
  1. Tentukan tema puisi kalian. 
  2. Buat daftar kata yang sesuai untuk tempat tersebut. Contoh: jernih, gemericik, dan sejuk → puisi tentang air terjun
  3. Carilah perumpamaan atau majas untuk menggambarkan tempat itu atau suasananya.Contoh: bunyi hempasan ombak → seperti alunan musik 
  4. Tulislah puisi kalian di buku tulis.
  5. Bacalah puisi tulisan kalian dengan nyaring. Rasakan keindahannya.Jika ada kata-kata yang terasa janggal atau belum sesuai, kalian dapat mengubahnya lagi.

Contoh :
Tema : Keindahan alam pantai
Daftar kata : Ombak, pasir, ikan, camar
Pantai
Alam Indah Tepi Pantai
Sang ombak menari-nari di tepian pantai
Menyapa pasir yang terhampar luas
Camar berterbangan di atas ombak
Berharap ikan segar bertemu mereka

Ombak mengusap kedua mata kaki
Terasa dingin hingga ke relung dada
Ikan-ikan kecil genit menggigit telapak kaki
Menambah perasaan suka pada alam ini

Kupandangi kaki langit yang kemerahan
Terasa indah di pandang mata
Kurasa sinar mentari indah inilah
Yang menyatukan langit biru dan laut luas