Powered by DaysPedia.com
Waktu Saat Ini di Bandar Lampung
80243pm
Sabtu, 28 Maret
6:01am 12:05 6:06pm

Senin, 14 September 2026

Senin, 14 September 2026 (Bahas Indonesia)

 

✨ PEMBELAJARAN HARIAN ✨

πŸ—£️ Yuk, Belajar Bahasa Indonesia!

Memahami Isi Teks yang Dibacakan πŸŽ§πŸ“–


IDENTITAS 
πŸ‘©‍🏫 Nama GuruLuthfah Laela, S.Pd
πŸ“š MapelBahasa Indonesia
πŸ—“️ Hari/TanggalSenin, 13 September 2026
🏫 Fase / KelasB / 4 Ummu Kultsum
πŸ“ MateriMemahami Isi Teks yang Dibacakan
πŸ” Pertemuan Ke20

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Berdasarkan rumusan capaian pembelajaran terbaru elemen Menyimak, pada akhir Fase B peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) dari suatu pesan lisan, informasi media audio, maupun teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan), serta mampu menangkap instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi sehari-hari.

🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan).

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) - Bahasa Indonesia

Aktivitas Mindful - Meaningful - Joyful

  1. Mindful (Fokus & Sadar): Siswa diajak duduk tenang, menarik napas, dan bersiap menjadi "pendengar hebat" sebelum teks dibacakan oleh guru.
  2. Meaningful (Bermakna): Siswa mendengarkan teks yang dibacakan/diperdengarkan, lalu diajak menemukan ide pokok dengan mengaitkannya pada pengalaman sehari-hari, seperti mendengarkan pengumuman di sekolah atau cerita dari orang tua.
  3. Joyful (Menyenangkan): Siswa berlatih menjawab pertanyaan seputar isi teks secara santai melalui kuis lisan dan lembar kerja bergambar, ditutup dengan refleksi perasaan.

πŸ› ️ Model, Metode, Media, dan Alat Peraga - Bahasa Indonesia

Model & Metode Pembelajaran

Model Listening Comprehension (Menyimak Aktif) dipadukan dengan metode bercerita (storytelling), tanya jawab, dan diskusi kelompok kecil. Model ini dipilih karena fokus materi adalah melatih keterampilan menyimak dan menangkap ide pokok dari teks yang didengar.

Media dan Alat Peraga

  • Rekaman audio/video teks yang dibacakan
  • Speaker atau pengeras suara kelas
  • Kartu ide pokok bergambar
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
  • Papan tulis dan spidol warna-warni

🌀️ Pendahuluan

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim 🀲
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 😊

Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan selalu ditambahkan ilmu yang bermanfaat ya! Sudahkah kalian shalat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena shalat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan, dan Allah Maha Razzaq yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya.

πŸ•Œ Renungan: Allah mengajarkan manusia melalui firman-Nya, dan kita pun diajarkan untuk menjadi pendengar yang baik agar bisa memahami ilmu dengan sempurna. Ada banyak ayat Al-Qur'an yang mengingatkan kita untuk menyimak dengan penuh perhatian ketika ada yang berbicara, apalagi ketika sedang membacakan sesuatu yang bermanfaat. Yuk, hari ini kita berlatih menjadi pendengar yang hebat! πŸ‘‚✨

πŸ” Review Materi Sebelumnya

Sebelum lanjut ke materi baru, yuk mengingat kembali pelajaran kemarin! πŸ˜‰

1. Kalimat utama dalam sebuah paragraf biasanya berisi tentang ....
2. Sebutkan salah satu ciri kalimat transitif!
3. Apa yang dimaksud dengan ide pokok sebuah teks?
πŸ”‘ Kunci Jawaban Review:
  1. Gagasan atau inti utama yang dibahas dalam paragraf.
  2. Contoh: "Ibu memasak nasi goreng" (memiliki objek yang jelas).
  3. Gagasan utama atau inti dari sebuah teks atau paragraf.

🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Sebelum belajar, yuk simak dulu video pendek berikut ini! πŸŽ₯πŸ‘‚

▶️ Tonton Video: Menemukan Ide Pokok dari Teks yang Dibacakan

*Guru dapat memilih video yang paling sesuai dari hasil pencarian di atas.

πŸ“Œ Apa itu Teks Aural?

Teks aural adalah teks yang kita terima lewat pendengaran, misalnya teks yang dibacakan oleh guru, orang tua, atau yang didengar dari radio dan rekaman suara. Berbeda dengan membaca sendiri, saat menyimak kita harus benar-benar fokus karena teksnya tidak bisa diulang sesuka hati! πŸ‘‚

Contoh sehari-hari: Saat ibu guru membacakan pengumuman lomba 17 Agustus di depan kelas, itu adalah teks aural. Begitu juga ketika Ayah membacakan dongeng sebelum tidur, atau ketika mendengarkan berita cuaca di radio. πŸ“»

πŸ“Œ Cara Menemukan Ide Pokok dari Teks yang Dibacakan

  1. Dengarkan teks dengan tenang dari awal sampai akhir, jangan sambil bicara sendiri ya! 🀫
  2. Perhatikan kata-kata yang sering diulang, biasanya itu adalah petunjuk topik utama.
  3. Tanyakan pada diri sendiri: "Teks ini sebenarnya membahas tentang apa?"
  4. Coba ceritakan ulang dengan kalimat sendiri secara singkat.
Contoh: Jika guru membacakan teks tentang "Kebersihan Lingkungan Sekolah", maka ide pokoknya adalah pentingnya menjaga kebersihan sekolah, meskipun ada banyak kalimat pendukung seperti membuang sampah pada tempatnya, menyapu kelas, dan merawat tanaman. 🌳🧹

πŸ“ Penutup: Asesmen Formatif

Sekarang saatnya menguji seberapa hebat kamu menyimak! Semangat ya πŸ’ͺ

1. Teks yang kita terima lewat pendengaran disebut teks .... 
A. Visual   B. Aural   C. Digital   D. Tertulis
2. Saat menyimak teks yang dibacakan, sikap yang tepat adalah .... 
A. Sambil bermain hp   B. Sambil mengobrol   C. Duduk tenang dan fokus   D. Sambil tiduran
3. Ibu guru membacakan teks tentang "Manfaat Olahraga Pagi". Ide pokok teks tersebut adalah .... 
A. Cara memasak sehat   B. Pentingnya olahraga pagi   C. Jadwal pelajaran   D. Jenis-jenis makanan
4. Saat mendengarkan teks yang dibacakan, kita perlu memperhatikan kata yang sering ______ karena bisa menjadi petunjuk ide pokok. 
5. Dengarkan/bayangkan teks berikut yang dibacakan gurumu: "Setiap pagi, warga Desa Sukamaju bergotong royong membersihkan selokan agar tidak banjir saat musim hujan. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari Minggu." Menurutmu, apa ide pokok dari teks tersebut? Jelaskan dengan kalimatmu sendiri! 
πŸ”‘ Kunci Jawaban:
  1. B. Aural
  2. C. Duduk tenang dan fokus
  3. B. Pentingnya olahraga pagi
  4. diulang
  5. Ide pokoknya adalah kegiatan gotong royong warga Desa Sukamaju membersihkan selokan setiap hari Minggu untuk mencegah banjir saat musim hujan. (Jawaban siswa dapat bervariasi asal sesuai inti teks)

πŸ“š Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa teks aural adalah teks yang kita terima lewat pendengaran, dan untuk memahaminya kita perlu menyimak dengan fokus penuh. Ide pokok adalah gagasan utama yang menjadi inti dari sebuah teks. Dengan menjadi pendengar yang baik, kita bisa memahami informasi dengan lebih cepat dan tepat, baik di sekolah maupun di kehidupan sehari-hari. Yuk, terus berlatih menyimak dengan penuh perhatian! πŸŒˆπŸ‘‚

πŸ’– Refleksi Emosi Siswa

Bagaimana perasaanmu belajar hari ini? Lingkari emoji yang paling sesuai ya! πŸ˜„

😍
Sangat
Senang
😊
Senang
😐
Biasa
Saja
πŸ˜•
Bingung
😒


Refleksi Pembelajaran Hari ini 

Sebagian besar siswa dapat memahami materi dengan baik
Sebagian kecil siswa masih perlu pendampingan 



Minggu, 13 September 2026

 

πŸ“˜ Modul Ajar Matematika



IDENTITAS

πŸ‘©‍🏫 Nama GuruLuthfah Laela, S.Pd
πŸ“š MapelMatematika
πŸ—“️ Hari/TanggalKamis, 10 September 2026
🏫 Fase / KelasB / 4 Ummu Kultsum
πŸ”’ MateriKelipatan dan Faktor
πŸ“– Pertemuan Ke- 20

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Peserta didik mampu melakukan operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah, serta mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kelipatan dan faktor suatu bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)

  • Peserta didik mampu mengenal dan menjelaskan pengertian kelipatan suatu bilangan.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Aktivitas Mindful - Meaningful - Joyful

  1. Mindful (Fokus & Sadar): Siswa diajak tenang sejenak, mengucap basmalah, lalu mengingat kembali materi pembagian porogapit melalui tanya jawab ringan agar pikiran siap menerima materi baru.
  2. Meaningful (Bermakna): Siswa menonton video pembelajaran dan mendengarkan penjelasan guru tentang kelipatan, dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari seperti membagi kue, menyusun kursi, atau jadwal piket kelas, agar konsep terasa dekat dan mudah dipahami.
  3. Joyful (Menyenangkan): Siswa mengerjakan soal-soal secara bertahap dari mudah ke sukar dengan suasana santai, diselingi semangat dan apresiasi, lalu ditutup dengan refleksi perasaan.

πŸ› ️ Model, Metode, Media, dan Alat Peraga

Model & Metode Pembelajaran

Model Problem Based Learning (PBL) dipadukan dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi, dan latihan soal (drill) bertahap. Model ini cocok karena siswa perlu memahami konsep melalui contoh konkret sebelum berlatih soal mandiri.

Media dan Alat Peraga

  • Video pembelajaran (tautan YouTube)
  • Papan tulis dan spidol warna-warni
  • Kartu bilangan / kartu angka
  • Biji-bijian, sedotan, atau kelereng untuk peraga menghitung kelompok bilangan
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

🌀️ Pendahuluan

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim 🀲
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 😊

Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan selalu ditambahkan ilmu yang bermanfaat ya! Sudahkah kalian shalat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena shalat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang menciptakan kita, dan Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

πŸ•‹ Renungan: Allah adalah Al-Muhsi, Dzat yang mengetahui dan menghitung segala sesuatu di alam semesta ini dengan sangat teliti, sekecil apa pun itu. Nah, hari ini kita juga akan belajar "menghitung" dengan cara yang seru, yaitu mengenal kelipatan dan faktor bilangan! πŸ”’✨

πŸ” Review Materi Sebelumnya (Pembagian Porogapit)

Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita mengingat kembali pembagian porogapit! Coba kerjakan dulu ya πŸ˜‰

1. 84 : 4 = ....
2. 96 : 6 = ....
3. 128 : 8 = ....

🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Yuk, tonton dulu video pembelajaran berikut ini agar lebih semangat belajar! πŸŽ₯

▶️ Tonton Video: Kelipatan dan Faktor Bilangan

*Guru dapat memilih video yang paling sesuai dari hasil pencarian di atas.

πŸ“Œ Apa itu Kelipatan?

Kelipatan suatu bilangan adalah hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, 4, ...). Cara mudah mencarinya adalah dengan menambahkan bilangan itu terus-menerus, seperti melompat-lompat! 🐸

Contoh sehari-hari: Bu guru membagikan permen setiap 3 buah ke setiap anak. Jika terus ditambah, jumlah permen yang mungkin adalah: 3, 6, 9, 12, 15, ... Itulah kelipatan 3! 🍬

Contoh lain: Jadwal piket kelas dilakukan setiap 2 hari sekali. Maka piket akan jatuh pada hari ke-2, 4, 6, 8, ... itu juga kelipatan! 🧹

πŸ“Œ Apa itu Faktor?

Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang bisa membagi habis bilangan tersebut (tidak bersisa). Faktor selalu berpasangan! πŸ‘¬

Contoh sehari-hari: Ibu punya 12 kue dan ingin membagikannya sama rata ke beberapa piring. Piring yang bisa digunakan tanpa sisa kue adalah 1, 2, 3, 4, 6, atau 12 piring. Nah, angka-angka itulah faktor dari 12! πŸͺ

Contoh lain: 24 siswa akan dibariskan untuk upacara dengan jumlah baris yang sama rata. Baris yang mungkin adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, atau 24 baris, karena semua itu adalah faktor dari 24. 🚩

πŸ’‘ Perbedaan Kelipatan dan Faktor

Kelipatan itu hasil mengalikan (jumlahnya bisa banyak sekali, tidak terbatas), sedangkan faktor itu bilangan pembagi habis (jumlahnya terbatas, sesuai bilangan itu sendiri). Ingat ya: Kelipatan = "melompat maju", Faktor = "membagi rata"! 🐾

πŸ“ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu dengan 5 soal berikut ini! Semangat mengerjakan dari yang mudah dulu ya πŸ’ͺ

  1. Empat kelipatan pertama dari bilangan 4 adalah ...
  • a. 4, 8, 12, 16
  • b. 1, 2, 4, 8
  • c. 4, 6, 8, 10
  • d. 2, 4, 6, 8

  1. Bilangan yang merupakan kelipatan dari 5 di bawah ini adalah ...
  • a. 12
  • b. 18
  • c. 25
  • d. 32

  1. Kelipatan bilangan 3 yang kurang dari 15 adalah ...
  • a. 3, 6, 9, 12
  • b. 3, 6, 9, 12, 15
  • c. 6, 9, 12, 15
  • d. 3, 6, 9, 15

  1. Bilangan kelipatan 2 yang terletak antara 5 dan 13 adalah ...
  • a. 6, 8, 10, 12
  • b. 5, 7, 9, 11
  • c. 8, 10, 12, 14
  • d. 6, 8, 10

  1. Angka berapa selanjutnya dari pola kelipatan 6 berikut: 6, 12, 18, ... ?
  • a. 22
  • b. 24
  • c. 26
  • d. 28

πŸ“š Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa kelipatan adalah hasil kali suatu bilangan yang jumlahnya bisa terus bertambah tanpa batas, sedangkan faktor adalah bilangan-bilangan yang membagi habis suatu bilangan dan jumlahnya terbatas. Kedua konsep ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, menyusun barisan, atau membuat jadwal. Yuk, terus berlatih agar semakin mahir! 🌈

πŸ’– Refleksi Emosi Siswa

Bagaimana perasaanmu belajar hari ini? Lingkari emoji yang paling sesuai ya! πŸ˜„

😍
Sangat
Senang
😊
Senang
😐
Biasa
Saja
πŸ˜•
Bingung
😒
Butuh
Bantuan

Jumat, 11 September 2026

Jumat, 11 September 2026 (IPAS)

 

Petualangan Belajar
Hari Ini

Yuk kita jelajahi dunia gaya gesek bersama-sama, seru dan penuh penemuan! πŸš€

🧲 🎈 πŸ”¬

πŸͺͺ Identitas 

Nama GuruLuthfah Laela, S.Pd
Mata PelajaranIPAS
Hari / TanggalJumat, 11 September 2026
Fase / KelasB / 4 Ummu Kultsum
Materi🧲 Gaya Gesek
🎯 Capaian & Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengamati dan mengidentifikasi berbagai jenis gaya (dorongan dan tarikan) yang bekerja pada benda di sekitarnya, termasuk gaya gesek, serta menjelaskan pengaruh gaya tersebut terhadap arah, gerak, dan bentuk benda dalam kehidupan sehari-hari, dan mengaitkannya dengan pemanfaatan teknologi sederhana.

Tujuan Pembelajaran (TP)

IPAS

Peserta didik mampu membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran


Mindful — Mengamati dengan Fokus

Peserta didik mengamati video dan gambar berbagai peristiwa gaya gesek di sekitar rumah dan sekolah, lalu menuliskan hal-hal yang mereka perhatikan.

🀝

Meaningful — Menemukan Makna

Peserta didik berdiskusi kelompok untuk mengelompokkan contoh gaya gesek yang menguntungkan dan merugikan, lalu mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari.

πŸŽ‰

Joyful — Mencoba dan Bereksperimen

Peserta didik melakukan percobaan sederhana mendorong balok di atas permukaan kasar dan licin, lalu mempresentasikan hasil temuan dengan penuh semangat.

πŸ› ️ Model, Metode & Media

Model & Metode

  • Discovery Learning
  • Pendekatan saintifik
  • Eksperimen sederhana
  • Diskusi kelompok & tanya jawab

Media & Alat Peraga

  • Video pembelajaran
  • Balok kayu & kelereng
  • Kertas ampelas & permukaan kaca
  • LKPD & proyektor
🌀️ Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan selalu ditambahkan ilmu yang bermanfaat ya! 😊 Sudahkah kalian sholat Subuh tadi pagi? Jangan sampai lupa, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim — bentuk rasa syukur kita atas segala kebesaran Allah Swt.

πŸͺ„

Maha Mencipta — Allah menciptakan gaya gesek di alam ini dengan begitu teliti, sehingga kaki kita bisa melangkah tanpa tergelincir dan roda kendaraan bisa berhenti saat dibutuhkan.

πŸ›‘️

Maha Memelihara — Allah menjaga keseimbangan alam melalui gaya gesek, sehingga benda-benda tidak terus-menerus meluncur tanpa henti dan dunia tetap teratur.

🌾

Maha Memberi Rezeki — Manusia memanfaatkan gaya gesek untuk bekerja, berjalan kaki, mengendarai kendaraan, hingga mencari nafkah setiap harinya.

πŸ“– Firman Allah Swt — QS. Al-Hadid (57): 25

Allah Swt. menjelaskan bahwa Dia menciptakan besi yang memiliki kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia — sebuah pengingat bahwa setiap benda ciptaan Allah, termasuk gaya-gaya di sekitar kita, membawa manfaat besar jika kita mau mempelajarinya.

πŸ€” Pertanyaan Pemantik: Pernahkah kalian mencoba berjalan di lantai yang basah? Mengapa terasa licin dan mudah tergelincir? Lalu, mengapa saat kita mengerem sepeda, rodanya bisa berhenti?
πŸ”¬ Ayo Belajar: Gaya Gesek


Apa itu Gaya Gesek?

Gaya gesek adalah gaya yang muncul ketika dua permukaan benda saling bersentuhan dan bergerak (atau berusaha bergerak) satu sama lain. Gaya ini selalu melawan arah gerak benda. Besar kecilnya gaya gesek dipengaruhi oleh kasar atau halusny permukaan benda! 🧐


 Permukaan Kasar → Gesekan Besar
 Permukaan Licin → Gesekan Kecil
  • UNTUNGRem sepeda dan mobil dapat berhenti karena adanya gaya gesek.
  • UNTUNGAlur pada sol sepatu dan ban kendaraan mencegah kita tergelincir.
  • UNTUNGKorek api dapat menyala karena gesekan batang korek dengan kotaknya.
  • RUGIMesin kendaraan menjadi lebih cepat aus akibat gesekan antar komponennya.
  • RUGIGaya gesek membuat kita perlu tenaga lebih besar untuk mendorong benda berat.

Cara Mengatur Gaya Gesek

Untuk mengurangi gaya gesek yang merugikan, manusia menggunakan pelumas (oli) atau roda. Untuk menambah gaya gesek agar tidak licin, permukaan dibuat kasar seperti alur pada ban motor dan gerigi pada sol sepatu.

πŸ“ Asesmen Formatif — IPAS

1. Gaya yang timbul akibat dua permukaan benda yang saling bersentuhan disebut gaya ....

A. Gravitasi
B. Gesek
C. Magnet
D. Pegas

2. Manakah permukaan berikut yang akan menghasilkan gaya gesek PALING BESAR saat sebuah balok didorong di atasnya?

A. Lantai berkarpet kasar
B. Lantai keramik yang dilap basah
C. Papan seluncur es
D. Lantai kaca yang licin

3. Made mengendarai sepeda dan ingin berhenti dengan cepat saat melihat lampu lalu lintas berwarna merah. Bagian sepeda yang memanfaatkan gaya gesek untuk menghentikan laju sepeda adalah ....

A. Roda depan
B. Rantai sepeda
C. Rem
D. Setang
Isian Singkat

4. Sepatu olahraga sengaja dibuat dengan alur atau gerigi pada solnya agar gaya gesek dengan lantai menjadi semakin ______, sehingga pemakainya tidak mudah tergelincir.

Esai

5. Made bermain papan luncur di lantai semen yang kasar, lalu mencobanya lagi di lantai keramik yang licin. Jelaskan perbedaan gaya gesek yang dialami Made pada kedua permukaan tersebut! Berikan juga satu contoh cara manusia MENGURANGI gaya gesek yang merugikan pada kendaraan bermotor!

πŸ”‘

🌟 Kesimpulan

Gaya gesek adalah gaya yang muncul dari sentuhan dua permukaan benda dan selalu melawan arah gerak. Besar kecilnya gaya gesek dipengaruhi oleh kekasaran permukaan: makin kasar permukaan, makin besar gaya geseknya. Gaya gesek bisa menguntungkan (seperti pada rem dan sol sepatu) maupun merugikan (seperti membuat mesin cepat aus), sehingga manusia perlu bijak mengaturnya sesuai kebutuhan.

πŸ’› Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang gaya gesek hari ini? Yuk, klik emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

🀩Sangat Senang
😊Senang
😐Biasa Saja
😡‍πŸ’«Bingung
😒Sedih
πŸ§‘‍🏫 Refleksi Pembelajaran Guru
  • Sebagian besar siswa sudah mampu membedakan bahwa permukaan kasar memperbesar gaya gesek, sedangkan permukaan halus/pemberian pelumas memperkecil gaya gesek.
  • Siswa mampu mengidentifikasi contoh kontekstual dengan baik, seperti fungsi alur pada ban motor, penggunaan sepatu bola berpaku (pul), hingga pemberian oli pada rantai sepeda.
  • Sebagian kecil siswa masih perlu pendampingan dalam memahami gaya gesek, dan hal-hal yang dapat memperbesar dan memperkecil gaya gesek