✨ PEMBELAJARAN HARIAN ✨
π― Capaian Pembelajaran (CP)
Berdasarkan rumusan capaian pembelajaran Seni Rupa Fase B terbaru, pada akhir fase ini peserta didik mampu mengenal dan menggunakan keterampilan serta pengetahuan dasar tentang unsur rupa garis, bentuk, tekstur, ruang, dan warna, dengan bahan, alat, dan prosedur yang dipilih sendiri dalam menciptakan karya dua atau tiga dimensi. Peserta didik juga mampu mengenali dan menceritakan karya yang diciptakannya, serta memberikan tanggapan pada karya orang lain.
π Tujuan Pembelajaran (TP)
Peserta didik mampu menjelaskan unsur rupa yang terdapat pada karya sendiri maupun karya teman.
π§ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) - Seni Rupa
Aktivitas Mindful - Meaningful - Joyful
- Mindful (Fokus & Sadar): Siswa diajak meraba beberapa benda di sekitar kelas (meja, buku, penghapus, kain) sambil menutup mata untuk merasakan perbedaan permukaannya dengan tenang.
- Meaningful (Bermakna): Siswa menonton video dan mendengarkan penjelasan tentang tekstur nyata dan tekstur semu, dikaitkan dengan benda-benda yang sering mereka sentuh sehari-hari seperti kulit jeruk, kertas, atau kayu.
- Joyful (Menyenangkan): Siswa berkarya secara langsung membuat gambar tekstur dengan teknik grattage menggunakan krayon, lalu saling menceritakan dan menanggapi karya teman dengan gembira.
π ️ Model, Metode, Media, dan Alat Peraga - Seni Rupa
Model & Metode Pembelajaran
Model Project Based Learning (PjBL) dipadukan dengan metode demonstrasi, eksplorasi, dan praktik langsung (learning by doing). Model ini dipilih karena materi tekstur perlu dipahami siswa melalui pengalaman meraba dan berkarya secara nyata, bukan hanya teori.
Media dan Alat Peraga
- Video pembelajaran tentang tekstur dalam seni rupa
- Contoh benda bertekstur kasar dan halus (kain, batu, daun, amplas)
- Krayon warna-warni
- Kertas HVS/gambar
- Benda beralur untuk teknik grattage (uang koin, daun, sisir, permukaan kasar lainnya)
π€️ Pendahuluan
Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh π
Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan selalu ditambahkan ilmu yang bermanfaat ya! Sudahkah kalian shalat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena shalat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan, dan Allah Maha Razzaq yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya.
π Renungan: Coba perhatikan sekeliling kita, ada kulit kayu yang kasar, ada bulu kucing yang lembut, ada batu yang keras dan licin. Semua keragaman permukaan benda itu adalah ciptaan Allah yang begitu indah dan penuh keteraturan. Yuk, hari ini kita belajar mengenali dan meniru keindahan tekstur itu dalam karya seni kita sendiri! π¨π€²
π Review Materi Sebelumnya (Tekstur)
Sebelum lanjut membuat karya, yuk mengingat kembali materi tekstur yang sudah kita pelajari kemarin! π
2. Sebutkan salah satu contoh benda dengan tekstur kasar!
3. Apa perbedaan tekstur nyata dan tekstur semu?
- Tekstur adalah nilai atau ciri khas permukaan suatu benda pada sebuah karya seni, misalnya kasar, halus, licin, atau berbulu.
- Contoh: kulit kayu, batu, amplas, atau karpet.
- Tekstur nyata adalah kekasaran/kehalusan yang bisa dirasakan langsung saat diraba, sedangkan tekstur semu hanya terlihat berbeda oleh mata tetapi jika diraba permukaannya tetap sama.
π¬ Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan
Sebelum berkarya, yuk simak dulu video seru berikut ini! π₯π️
▶️ Tonton Video: Mengenal Tekstur dan Teknik Grattage*Guru dapat memilih video yang paling sesuai dari hasil pencarian di atas.
π Apa itu Tekstur?
Tekstur adalah kesan permukaan suatu benda, bisa terasa kasar, halus, licin, berbulu, atau bergelombang. Tekstur ini menjadi salah satu unsur penting dalam karya seni rupa, selain garis, bentuk, ruang, dan warna. π️
Selain tekstur nyata, ada juga tekstur semu, yaitu kesan permukaan yang terlihat berbeda oleh mata, padahal saat diraba permukaannya tetap rata/sama. Contohnya adalah gambar kulit kayu di atas kertas yang datar - terlihat kasar tapi saat diraba tetap halus seperti kertas biasa.
✨ Mengenal Teknik Grattage
Grattage berasal dari bahasa Prancis "gratter" yang artinya menggaruk/mengerok. Teknik ini dibuat dengan cara menumpuk warna krayon lalu mengerok permukaannya menggunakan benda tajam/tumpul untuk memunculkan pola dan tekstur yang unik. π️✂️
π Penutup: Asesmen Formatif - Praktik Membuat Karya Grattage
Sekarang saatnya berkarya! Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat gambar tekstur dengan teknik grattage ya π¨✨
- Kertas gambar/HVS
- Krayon minimal 3 warna cerah
- Krayon warna hitam atau gelap
- Alat pengerok (ujung gunting tumpul, tusuk gigi, atau penggaris)
Langkah 2: Setelah seluruh kertas berwarna cerah, lapisi kembali seluruh permukaannya dengan krayon warna gelap (hitam) hingga warna cerah di bawahnya tertutup rata. ⚫
Langkah 3: Gunakan alat pengerok untuk menggambar pola atau gambar pilihanmu (misalnya bunga, hewan, atau pemandangan) dengan cara menggaruk lapisan warna gelap, sehingga warna-warni di bawahnya muncul membentuk tekstur yang indah! π
Langkah 4: Rapikan hasil karyamu, lalu ceritakan di depan kelas: pola apa yang kamu buat dan tekstur seperti apa yang muncul dari karyamu. π£️πΌ️
- Karya menunjukkan seluruh permukaan tertutup warna cerah sebelum dilapisi warna gelap.
- Pola/gambar yang dikerok terlihat jelas dan menunjukkan munculnya tekstur warna-warni.
- Siswa mampu menjelaskan unsur rupa (tekstur) yang muncul pada karyanya sendiri dan memberikan tanggapan pada karya teman.
π Kesimpulan
π Refleksi Emosi Siswa
Bagaimana perasaanmu belajar hari ini? Lingkari emoji yang paling sesuai ya! π
Senang
Saja
Bantuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar