Kamis, 12 Februari 2026
Hari/Tanggal : Kamis, 12 Februari 2026
2. Seni Budaya : Menggambar Ekspresif
Model Pembelajaran : Kooperative Learning, PjBL
CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:
3. Elemen Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu memilih kata yang tepat sesuai dengan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.
4. Elemen Menulis
Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi. Peserta didik mampu menuliskan hasil pengamatan yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab akibat) untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik terampil menulis teks dalam tulisan Latin dan tegak bersambung.
CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA
1. Elemen Mengalami
Pada akhir fase C, peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.
Apa kabar anak sholih sholihah.........
! pada bahasa tulis). Ciri utamanya sering menggunakan partikel -lah atau -kan, dan sering menghilangkan subjek.- Perintah Biasa: "Tutup pintu itu sekarang!"
- Larangan: "Jangan membuang sampah sembarangan!"
- Permintaan/Permohonan: "Tolong ambilkan berkas di meja!"
- Ajakan:"Ayo, bersihkan kelas ini!"
- Saran/Nasihat: "Sebaiknya kamu segera pulang."
- Pembiaran: "Biarkan dia masuk!"
- Menggunakan tanda seru (
!) di akhir kalimat. - Sering menggunakan akhiran
-lahatau-kan(contoh: buanglah, matikan). - Intonasi naik di awal dan rendah di akhir (lisan).
- Subjek seringkali tidak disebutkan.
Manakah kalimat ajakan yang paling tepat dan sopan?
- A. "Bersihkan kelas ini sekarang!"
- B. "Jangan biarkan kelas ini kotor."
- C. "Mari kita bersihkan kelas agar nyaman belajar!"
- D. "Diharapkan kalian membersihkan kelas."
Kalimat di atas termasuk jenis kalimat ...
- A. Perintah Larangan
- B. Perintah Harapan/Saran
- C. Ajakan
- D. Perintah Permintaan
- A. "Harap tenang saat ujian!"
- B. "Jangan membuat keributan."
- C. "Dimohon untuk diam."
- D. "Ayo kita berteriak!"
......................................
- Pengamatan Struktur (Observation): Perhatikan bentuk keseluruhan tumbuhan. Apakah ia cenderung berbentuk segitiga, lingkaran, atau memanjang? Tentukan perbandingan tinggi dan lebar objek.
- Membuat Garis Bantu (Gesture/Axis Lines): Tarik garis tipis untuk menentukan arah tumbuh batang atau dahan. Ini berfungsi sebagai "tulang punggung" agar gambar tidak miring atau tidak seimbang.
- Blocking Bentuk Dasar: Gunakan bentuk sederhana untuk mewakili bagian-bagian tumbuhan:
- Lingkaran atau Oval untuk kelompok bunga atau massa daun.
- Silinder untuk batang atau dahan.
- Garis lengkung untuk arah helai daun.
- Menentukan Titik Pusat: Pastikan Anda tahu dari mana dahan atau daun berasal (titik tumbuh) agar posisi setiap bagian terlihat menyatu secara alami.
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.


Komentar
Posting Komentar